Riki Chandra
Kamis, 12 Februari 2026 | 21:15 WIB
Penemuan bayi di rumah warga Sumenep. [Dok. BeritaJatim]
Baca 10 detik
  • Polisi ungkap identitas ibu bayi yang ditemukan di halaman rumah warga Sumenep.
  • Ibu berinisial PW dirawat akibat perdarahan usai melahirkan.
  • Bayi perempuan alami luka, kini mendapat perawatan intensif.

SuaraJatim.id - Kasus bayi dibuang di halaman rumah warga Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur (Jatim), akhirnya menemukan titik terang.

Aparat kepolisian memastikan identitas perempuan yang melahirkan bayi tersebut setelah melakukan serangkaian penyelidikan.

Pengungkapan ini menjadi jawaban atas kegemparan penemuan bayi dibuang di halaman rumah yang terjadi pada Rabu (11/2/2026). Bayi perempuan itu ditemukan dengan kondisi masih terdapat darah serta tali pusat yang belum terpotong.

Polisi menyebut, ibu dari bayi dibuang di halaman rumah itu berada tidak jauh dari lokasi saat penemuan berlangsung. Perempuan tersebut kini menjalani perawatan medis karena mengalami perdarahan usai persalinan.

“Ibu bayi itu berinisial PW. Umurnya 23 tahun. Dia berada di dalam rumahnya saat bayi itu ditemukan,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti S, dikutip dari BeritaJatim, Kamis (12/02/2026).

Peristiwa penemuan bayi terjadi pada Rabu (11/02/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Warga di Jalan Trunojoyo mendadak geger setelah mengetahui ada bayi perempuan tergeletak di halaman salah satu rumah.

Informasi dari masyarakat langsung diterima petugas Polsek Sumenep Kota. Aparat kemudian bergerak cepat menuju lokasi guna memastikan situasi serta memberikan penanganan awal. Berikut fakta-faktanya.

1. Ditemukan warga pada malam hari

Penemuan bayi berawal dari laporan masyarakat yang melihat seorang bayi berada di halaman rumah. Waktu kejadian sekitar pukul 20.00 WIB, situasi yang membuat lingkungan sekitar langsung ramai.

Kondisi bayi saat ditemukan menunjukkan bahwa ia baru saja dilahirkan. Darah masih terlihat dan tali pusat belum dipotong, sehingga membutuhkan pertolongan cepat.

2. Polisi langsung datang ke lokasi

Mendapat informasi tersebut, anggota Polsek Sumenep Kota segera menuju tempat kejadian. Langkah pertama yang dilakukan adalah mengamankan lokasi agar situasi tetap terkendali.

Petugas kemudian meminta keterangan dari para saksi yang berada di sekitar area penemuan. Hal ini dilakukan untuk menelusuri asal-usul bayi tersebut.

3. Bayi mengalami luka

Berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan, bayi perempuan itu diketahui mengalami luka pada bagian lengan kanan. Selain itu terdapat luka robek di bagian leher.

Melihat kondisi tersebut, polisi bersama warga memutuskan membawa bayi ke RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep agar segera mendapatkan penanganan intensif dari tim medis.

4. Ibu bayi berada di dekat lokasi

Polisi akhirnya mengungkap identitas ibu bayi setelah melakukan penelusuran. Perempuan berinisial PW diketahui berada di dalam rumahnya ketika bayi ditemukan.

“Ibu bayi itu berinisial PW. Umurnya 23 tahun. Dia berada di dalam rumahnya saat bayi itu ditemukan,” kata Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti S, Kamis (12/02/2026).

5. Ibu mengaku melahirkan sendiri

Dari keterangan sementara, PW mengaku menjalani proses persalinan tanpa bantuan siapa pun. Setelah melahirkan, kondisinya menurun karena terjadi perdarahan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, ibu bayi ini mengaku melahirkan sendiri bayinya di rumah, tanpa bantuan siapa pun. Saat ini ibu bayi mengalami pendarahan, sehingga harus dirawat di RSUD dr. H. Moh. Anwar,” ungkap Widiarti.

Polisi menyatakan belum dapat menggali lebih jauh mengenai alasan atau motif pembuangan bayi tersebut. Kondisi kesehatan ibu masih menjadi pertimbangan utama.

“Belum bisa kami periksa lebih dalam, karena masih dalam perawatan intensif tim medis RSUD,” ucapnya.

Load More