- K’tut Tantri, perempuan bule asal Skotlandia, berjuang bersama rakyat Surabaya mempertahankan RI.
- Ia jadi penyiar perjuangan bersama Bung Tomo, menyuarakan semangat dan pesan kemerdekaan ke dunia.
- Meninggal dengan adat Bali, K’tut Tantri dikenang sebagai simbol cinta dan pengorbanan untuk Indonesia.
4. Ditangkap Jepang dan Disiksa Hingga Nyaris Meninggal
Pada masa pendudukan Jepang, perempuan kulit putih dianggap berbahaya. Tantri dicurigai sebagai mata mata Amerika. Ia ditangkap, dipenjara, dan menjalani penyiksaan brutal. Ia dipukuli, ditelanjangi, dan dibiarkan kelaparan hingga tubuhnya hampir tidak mampu bergerak.
Ia selamat setelah Jepang menyerah dan para tahanan dipindahkan. Dokter yang mengenalnya menyelamatkannya. Ironisnya, ia tidak sadar saat Proklamasi 17 Agustus dibacakan karena tubuhnya masih koma. Tetapi begitu pulih, ia segera kembali ke Surabaya untuk membantu revolusi.
5. Menjadi Penyiar Perlawanan Bersama Bung Tomo
Setelah kondisi membaik, Tantri bergabung dengan stasiun radio perjuangan. Di sinilah perannya mencapai puncaknya. Ia menjadi penyiar propaganda untuk dunia internasional, menyampaikan bahwa rakyat Indonesia sedang mempertahankan kemerdekaan.
Karena gaya bicaranya lantang, penuh emosi, dan mampu menggetarkan, rakyat menyebutnya Surabaya Suh. Jika Bung Tomo membakar semangat rakyat Indonesia, maka K’tut Tantri membakar perhatian dunia agar memahami perjuangan Surabaya.
Suaranya bisa dibilang menjadi salah satu elemen psikologis paling penting yang menguatkan moral rakyat sebelum pecahnya pertempuran 10 November.
6. Suaranya Menggema Menjelang Pertempuran 10 November
Setelah insiden perobekan bendera Belanda di Hotel Yamato pada 19 September 1945, situasi Surabaya makin panas. Inggris mengeluarkan ultimatum, rakyat membalas dengan demonstrasi besar. Ketegangan mencapai puncak.
Baca Juga: Gubernur Jatim: PRJ Surabaya 2025 Jadi Penguat Pertumbuhan Ekonomi Inklusif dan Serap Tenaga Kerja
Di titik inilah suara radio menjadi amunisi moral yang tidak kalah penting dari peluru. Tantri dan Bung Tomo mengisi siaran radio yang nyaris nonstop. Mereka memperingatkan rakyat agar siap menghadapi serangan. Mereka juga menegaskan bahwa kemerdekaan tidak boleh direnggut.
Siaran Tantri yang berbahasa Inggris berusaha memberi tahu dunia bahwa Surabaya bukan kota pemberontak, tetapi kota yang mempertahankan kemerdekaan sah. Kata katanya menjadi bagian dari atmosfer emosional yang akhirnya meledak pada 10 November 1945.
7. Mengakhiri Hidup dengan Cara yang Sangat Indonesia
Setelah bertahun tahun hidup di Indonesia, Tantri meninggal sebagai seorang perempuan yang cintanya tidak pernah padam pada bangsa ini.
Jenazahnya dibalut bendera Merah Putih dan diaben sesuai adat Bali, seperti yang ia minta. Abunya ditebar di Pantai Kuta, tempat ia pertama kali jatuh cinta pada Indonesia.
Seluruh harta terakhirnya ia wariskan untuk anak-anak kurang mampu. Ia datang sebagai orang luar, tetapi berpulang sebagai bagian dari bangsa.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Teka-Teki Mayat Wanita di dalam Innova Pelat Merah di Parkiran Terminal 1 Bandara Juanda
-
Napas Sesak di Tengah Malam: Warga Plemahan Jombang Geruduk Pabrik Plastik yang Mencemari Lingkungan
-
3 Kali Dihantam Ombak, Nakhoda Tenggelam di Perairan Tanjungsari Pasuruan Ditemukan Tewas
-
Jeritan UMKM Probolinggo di Tengah Pemadaman Listrik Bergilir
-
Sembunyikan Sabu di Area Vital, Wanita Ini Tak Berkutik di Tangan Petugas Lapas Surabaya