- Petani temukan kerangka manusia di hutan Temon Sawoo Ponorogo.
- Polisi pastikan identitas kerangka adalah Wagiman (67) yang hilang hampir sebulan.
- Hasil autopsi tidak ditemukan kekerasan dan korban diduga meninggal wajar.
SuaraJatim.id - Polisi akhirnya menguak identitas kerangka manusia yang ditemukan di kawasan hutan Temon, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.
Sebelumnya, seorang petani yang baru pulang dari ladang menemukan sesosok kerangka manusia tergeletak di antara dedaunan kering pada Jumat (7/11/2025) lalu.
Wakapolres Ponorogo, Kompol Ari Bayuaji, mengonfirmasi bahwa kerangka tersebut adalah Wagiman (67), seorang petani dari Desa Suru, Kecamatan Sooko, yang dilaporkan hilang sejak awal Oktober 2025.
"Saksi yang pulang dari berladang melihat kerangka manusia tergeletak di tanah. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada warga lain dan ke Polsek Sawoo serta Puskesmas Sawoo,” kata Kompol Ari, dikutip dari BeritaJatim, Rabu (26/11/2025).
Polisi menemukan kerangka manusia yang masih utuh dengan beberapa petunjuk penting. Mulai dari baju batik, celana pendek hitam, jaket, dan sepasang sandal jepit. Penemuan benda-benda ini menjadi titik awal penyelidikan untuk menguak siapa sosok keranga tersebut.
Selain itu, petugas juga menemukan sebuah topi bergambar Spiderman tergeletak di dekat lokasi.
“Barang-barang itu kemudian dicocokkan dengan keterangan keluarga korban. Anak korban mengakui seluruh barang tersebut adalah milik almarhum yang hilang sejak sekitar satu bulan lalu,” jelas Ari.
Keluarga Wagiman (67) memang telah mencari sejak pria tua itu tidak pulang ke rumah pada 7 Oktober 2025. Sang anak, Sugiyono, bahkan telah melaporkan kehilangan ayahnya ke Polsek Sooko pada 18 Oktober.
Beberapa warga sekitar hutan Temon juga sempat melihat seorang pria tua berjalan sendirian di jalur hutan.
Untuk memastikan tidak adanya unsur pidana dalam Kasus Mayat Ponorogo ini, jasad dibawa ke RSUD dr. Harjono Ponorogo. Tim forensik dari RS Bhayangkara Polda Jatim melakukan proses Autopsi RSUD Harjono secara menyeluruh.
“Struktur tulang lengkap, jenis kelamin laki-laki, usia diperkirakan 50–70 tahun, tinggi badan 164–168 cm, dan tidak ditemukan bekas penganiayaan,” ujar Ari.
Selain itu, tim identifikasi juga menemukan kecocokan ciri fisik Wagiman yang unik, seperti postur sedikit bungkuk, gigi ompong, dan bekas patah tulang pada iga kanan.
“Keluarga sudah memastikan ciri-cirinya dan menerima hasil autopsi. Kerangka itu dipastikan adalah Saudara Wagiman,” pungkas Ari.
Berita Terkait
-
Jatim Media Summit 2026, Pemprov Jatim Sebut Media Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif Daerah
-
Rawan Ambles, Jalur Kereta Api di Dekat Lumpur Lapindo akan Dialihkan
-
Karhutla Landa Kawasan Bromo, Empat Hektare Hutan Terbakar
-
Anggaran Pakan Hewan di Kebun Binatang Surabaya Dikorupsi Rp10,2 M, DPR Minta Semua Diperiksa!
-
Ada yang Sebut Harga Beras Mahal, Prabowo: Suruh Tanam Padi Sendiri!
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Korban Kebakaran KMP Mutiara Santosa II Berhasil Dievakuasi, Ini Kata Wamenhub
-
Belum Padam, Kobaran Api Terus Merembet di TNBTS Meski Tim Gabungan Dikerahkan
-
Korset dari Kuala Lumpur: Siasat Gagal WNA Malaysia Selundupkan Sabu Rp2,7 Miliar
-
Mapolsek Beji Memanas! Warga Gununggangsir Tuntut Nyawa Widi Dibayar Keadilan
-
Ze Gomes Ubah DNA Madura United, Intensitas Tinggi Jadi Kunci Musim Baru