-
Dewi Astutik gunakan identitas adik sejak bekerja sebagai PMI.
-
Suami ungkap komunikasi jarang selama istri bekerja di luar negeri.
-
Keluarga syok setelah kabar penangkapan Dewi Astutik di Kamboja.
SuaraJatim.id - Tugu Tani menjadi penanda utama menuju rumah Dewi Astutik, sosok yang belakangan menjadi perhatian publik setelah ditangkap BNN.
Rumah tersebut berada di RT 01 RW 01 Dukuh Sumber Agung, Desa/Kecamatan Balong, Ponorogo, Jawa Timur, dan hanya berjarak sekitar 200 meter dari Tugu Tani.
Di rumah berukuran 8x12 meter itu, suaminya Sarno tinggal seorang diri. Kedua anak kembar mereka tengah menempuh pendidikan di sebuah pondok pesantren di Bumi Reog.
Nama Dewi Astutik sebenarnya adalah identitas yang digunakan Paryatin, nama asli istri Sarno, sejak pertama kali berangkat bekerja ke luar negeri.
Menurut Suparno, tetangga yang mengetahui riwayat keluarganya, Dewi mulai menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) pada 2013.
“Jadi sejak awal pergi ke Taiwan itu, memang sudah menggunakan nama Dewi Astutik, nama adik kandungnya,” kata Suparno, dikutip dari BeritaJatim, Rabu (3/12/2025).
Selama 10 tahun bekerja di Taiwan, Dewi Astutik tidak pernah sekalipun pulang ke tanah air. Komunikasi pun berlangsung minim, paling cepat sebulan sekali.
“Ya teleponnya ke anak-anak,” ujar Sarno.
Setelah menyelesaikan masa kerjanya di Taiwan pada 2023, Dewi pulang dan sempat menetap hampir satu tahun di rumahnya di Ponorogo.
Pada periode itu, ia sempat membuka usaha nasi bungkus. Namun di akhir tahun, Dewi kembali memutuskan untuk pergi bekerja ke luar negeri.
Sarno mengungkapkan, sang istri berpamitan untuk kembali ke bos lamanya di Taiwan, namun nyatanya ia justru berangkat ke Kamboja.
Kepergian Dewi pada awal 2024 itu kemudian menjadi sorotan setelah muncul kabar penangkapannya sebagai dugaan gembong narkoba internasional. Sarno mengaku keluarga terkejut dengan informasi tersebut.
“Pamitnya ingin kembali ke bosnya dulu di Taiwan. Tetapi ternyata malah di Kamboja,” ujarnya.
Sarno juga menuturkan bahwa dirinya sudah menasihati Dewi agar tidak lagi bekerja ke luar negeri.
“Sudah saya nasehati untuk tidak lagi bekerja di luar negeri, tetapi tetap ngotot. Mengurus semua keperluannya sendiri,” katanya.
Berita Terkait
-
WNI Terlibat Jaringan Scam di Kamboja, Anggota Komisi XIII DPR: Penanganan Negara Harus Berbasis HAM
-
Jadwal Main Timnas Indonesia Selama Fase Grup Piala AFF 2026, Kamboja Jadi Lawan Perdana
-
Purbaya Respons Konflik China-Taiwan, Ini Efeknya ke Ekonomi RI
-
Pabrik Chip Semikonduktor TSMC Ikut Terdampak Gempa Magnitudo 7 di Taiwan
-
Derita WNI Hamil 6 Bulan di Kamboja, Lolos dari Siksaan Sindikat Judi Online
Terpopuler
- 36 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Januari: Klaim TOTY 115-117, Voucher, dan Gems
- Alur Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Pariwisata Sleman yang Libatkan Eks Bupati Sri Purnomo
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- Lula Lahfah Pacar Reza Arap Meninggal Dunia
- 5 Lipstik Ringan dan Tahan Lama untuk Usia 55 Tahun, Warna Natural Anti Menor
Pilihan
-
ESDM: Harga Timah Dunia Melejit ke US$ 51.000 Gara-Gara Keran Selundupan Ditutup
-
300 Perusahaan Batu Bara Belum Kantongi Izin RKAB 2026
-
Harga Emas Bisa Tembus Rp168 Juta
-
Fit and Proper Test BI: Solikin M Juhro Ungkap Alasan Kredit Loyo Meski Purbaya Banjiri Likuiditas
-
Dompet Kelas Menengah Makin Memprihatinkan, Mengapa Kondisi Ekonomi Tak Seindah yang Diucapkan?
Terkini
-
Angin Kencang Terjang Tiga Kecamatan di Pacitan, 7 Rumah Rusak
-
5 Fakta Pikap Sayur Tabrak Penonton Balap Liar di Magetan, 2 Orang Tewas
-
Gubernur Khofifah Tangani Banjir Situbondo Cepat dan Terpadu: Keruk Sungai, Penguatan Infrastruktur
-
5 Fakta Kades di Lumajang Tabrak Pemotor hingga Tewas, Mobil Ngebut!
-
Gubernur Khofifah Tegaskan Komitmen Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf, Perkuat Sinergi Kanwil Kemenag