- Biaya haji furoda 2026 mulai Rp 315 juta per jemaah.
- Furoda pakai visa undangan Arab Saudi tanpa antre panjang.
- Pemerintah wajibkan jemaah berangkat lewat PIHK resmi terdaftar.
SuaraJatim.id - Biaya haji furoda 2026 kembali jadi sorotan. Sebab, banyak umat yang memiliki harta lebih untuk naik haji dengan jalur cepat tanpa menunggu antre bertahun-tahun.
Haji furoda memungkinan jemaah tanpa antre berangkat karena menggunakan visa undangan resmi Pemerintah Kerajaan Arab Saudi.
Legalitas haji furoda sudah diatur dalam UU Nomor 14 Tahun 2025 sebagai perubahan atas UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah. Visa yang digunakan bukan bagian dari kuota Indonesia, sehingga disebut visa nonkuota.
Meski demikian, minat masyarakat tetap tinggi, terutama bagi yang mempertimbangkan biaya haji furoda 2026 sebagai alternatif dari antrean panjang haji reguler.
Menurut penelusuran di sejumlah Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) resmi Kemenag, biaya haji furoda 2026 berada di kisaran USD 19.000 hingga USD 30.000.
Jika dikonversi, estimasi biaya mencapai sekitar Rp 315 juta – Rp 498 juta per jemaah, dan bisa lebih tinggi tergantung kurs serta fasilitas yang diberikan. Bahkan, beberapa layanan superpremium bisa menembus Rp 1 miliar.
Biaya tersebut termasuk layanan lengkap dan premium, di antaranya:
- Visa haji furoda (Mujamalah) resmi
- Tiket pesawat pulang-pergi
- Hotel bintang 5 di Makkah dan Madinah
- Tenda ber-AC di Arafah dan Mina
- Makan prasmanan
- City tour
- Manasik, muthawif, dan perlengkapan haji lengkap
Pemerintah Indonesia memperketat aturan pendaftaran demi melindungi jemaah. Berdasarkan regulasi terbaru, jemaah yang memakai visa nonkuota wajib berangkat melalui PIHK resmi.
Selain itu, jemaah harus melaporkan visa serta layanan paket kepada menteri, dan PIHK wajib membuat perjanjian tertulis dengan jemaah.
Syarat pendaftaran yang umum diminta PIHK meliputi KTP/KK, paspor dengan nama 2–3 suku kata, buku kuning vaksin meningitis, pas foto, serta pembayaran uang muka untuk proses visa. Adapun mekanisme pendaftarannya menggunakan akad jual beli paket dengan travel, tidak seperti haji reguler.
Masyarakat diingatkan untuk memastikan klausul refund tercantum jelas dalam perjanjian. Hal ini penting mengingat penerbitan visa mujamalah merupakan hak prerogatif Pemerintah Kerajaan Arab Saudi dan tidak dapat dijamin oleh PIHK mana pun.
Informasi tentang biaya haji furoda 2026 diharapkan membantu calon jemaah memilih opsi keberangkatan yang aman dan sesuai kebutuhan.
Tag
Berita Terkait
-
BSI Kembali Buka Pelunasan Biaya Haji Tahap Kedua, Berlangsung 2-9 Januari
-
Kendala Teknis di Kemenhaj, Pelunasan Biaya Haji Khusus 2026 Tersendat
-
Pemerintah Beri Relaksasi Pelunasan Biaya Haji untuk Calon Jemaah di Tiga Provinsi
-
Beda Biaya Haji 2026 Tiap Embarkasi di Seluruh Indonesia, Cek Rincian Nominalnya
-
Biaya Haji Turun, OJK Minta Bank Jemput Bola Jaring Nasabah
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Apakah Habis Pakai Cushion Perlu Pakai Bedak? Ini 5 Rekomendasi Cushion SPF 50
- 5 Rekomendasi HP RAM 8GB Rp1 Juta Terbaik yang Bisa Jadi Andalan di 2026
- 34 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 20 Januari: Sikat TOTY 115-117 dan 20.000 Gems
Pilihan
-
Rebut Hadiah Berlimpah! Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel Jadi Penggerak Potensi Daerah
-
ASEAN Para Games 2025: Nurfendi Persembahkan Emas Pertama untuk Indonesia
-
Perbedaan Jaring-jaring Kubus dan Balok, Lengkap dengan Gambar
-
Rupiah Loyo, Modal Asing Kabur Rp 27 Triliun Sejak Awal Tahun
-
Izin Tambang Emas Martabe Dicabut, Agincourt Resources Belum Terima Surat Resmi dari Pemerintah
Terkini
-
"Memanusiakan Manusia": Pesan Khofifah Saat Kunjungi Penerima Manfaat di Gedung Baru UPT RSBL
-
CEK FAKTA: Viral Tolak Angin Merusak Lambung, Benarkah?
-
CEK FAKTA: Bahlil Ancam Mundur Jika Harga BBM Diturunkan Menkeu Purbaya, Benarkah?
-
5 Fakta Mayat Pria Mengambang di Jombang, Luka di Pelipis dan Mulut Berbusa
-
Suara.com Gelar Workshop AI Tools for Journalists di Surabaya, Dorong Jurnalis Adaptif Era Digital