-
Revitalisasi sekolah menghadirkan UKS baru nyaman di SMAN 1 Bojonegoro.
-
Fasilitas kesehatan siswa kini lebih lengkap dan tertata rapi.
-
Pemerintah targetkan revitalisasi 71 ribu satuan pendidikan hingga 2026.
SuaraJatim.id - Program revitalisasi sekolah yang dijalankan pemerintah terus menunjukkan perkembangan di berbagai daerah. Salah satu hasilnya terlihat di SMAN 1 Bojonegoro, Jawa Timur, yang kini memiliki Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dengan fasilitas lebih nyaman setelah mendapat sentuhan Revitalisasi Sekolah dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Melalui program revitalisasi sekolah, pemerintah berupaya meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan agar lingkungan belajar menjadi lebih aman dan mendukung kegiatan belajar mengajar.
Program revitalisasi sekolah ini juga menjadi bagian dari strategi nasional untuk memastikan setiap satuan pendidikan memiliki fasilitas memadai.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa pembangunan fasilitas fisik merupakan bagian penting dalam menunjang proses pendidikan. Karena itu, program Revitalisasi Sekolah tidak hanya berfokus pada pembelajaran, tetapi juga pada infrastruktur pendidikan.
"Pembangunan sarana dan prasarana fisik itu, kalau kita ibaratkan tubuh manusia adalah raganya. Pembelajaran akan berjalan dengan baik apabila didukung oleh faktor-faktor eksternal, termasuk sarana dan prasarana yang memadai," kata Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, Senin (9/3/2026).
Salah satu implementasi nyata dari program tersebut terlihat pada revitalisasi fasilitas UKS di SMAN 1 Bojonegoro. Sebelum diperbarui, fasilitas kesehatan di sekolah itu belum memiliki bangunan khusus yang memadai untuk melayani kebutuhan kesehatan siswa.
Area UKS sebelumnya masih terbatas dan belum dilengkapi ruang perawatan yang layak. Kondisi tersebut membuat layanan kesehatan di sekolah belum dapat berjalan secara optimal.
Setelah dilakukan revitalisasi oleh Kemendikdasmen, ruang UKS di SMAN 1 Bojonegoro kini hadir dengan bangunan yang lebih layak. Desainnya sederhana namun fungsional, dengan struktur bangunan yang kokoh serta dilengkapi teras yang dapat melindungi dari panas dan hujan.
Selain itu, jendela yang terpasang memungkinkan sirkulasi udara berjalan dengan baik serta memberikan pencahayaan alami ke dalam ruangan. Kondisi ini membuat ruang UKS terasa lebih terang dan nyaman bagi siswa yang membutuhkan perawatan sementara.
Di bagian dalam ruangan, UKS kini dilengkapi dengan setidaknya tiga tempat tidur pasien yang layak, meja pemeriksaan, serta area duduk berupa sofa dan meja kecil yang dapat digunakan guru atau petugas sekolah saat memantau kondisi siswa.
Fasilitas lainnya juga mencakup lemari penyimpanan untuk obat-obatan dan perlengkapan medis dasar, sehingga penanganan kesehatan siswa dapat dilakukan dengan lebih tertib dan terorganisasi.
Dengan fasilitas yang lebih memadai, UKS di SMAN 1 Bojonegoro kini tidak hanya menjadi tempat beristirahat bagi siswa yang sedang sakit, tetapi juga berfungsi sebagai bagian dari sistem kesehatan sekolah yang mendukung lingkungan belajar yang aman dan sehat.
Program Revitalisasi Sekolah ini sekaligus menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Tidak hanya berfokus pada kurikulum dan proses pembelajaran, tetapi juga pada penyediaan lingkungan belajar yang sehat bagi peserta didik.
Kemendikdasmen menargetkan revitalisasi hingga 71.000 satuan pendidikan pada tahun 2026, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Program revitalisasi sekolah tersebut dilaksanakan melalui mekanisme swakelola yang melibatkan partisipasi masyarakat dan pihak sekolah guna mempercepat peningkatan fasilitas pendidikan di berbagai daerah.
Berita Terkait
-
Kasus SMAN 1 Purwakarta: Berhenti Menggeneralisasi Adab Siswa karena Ulah Oknum
-
Pungli Berjamaah di Dinas ESDM Jatim: 19 Pegawai Kembalikan Duit 'Panas' Rp707 Juta ke Jaksa
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Resmi! Seskab Teddy Emban Tugas Baru Sebagai Duta Sekolah Rakyat
-
Seskab Teddy: Sekolah Rakyat Bentuk Keprihatinan Prabowo
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
- Tak Terima Dideportasi, WNA Cina di Sumsel Bongkar Dugaan Kejanggalan Proses Imigrasi
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- 5 Rekomendasi HP All Rounder 2026, Spek Canggih, Harga Mulai 2 Jutaan
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun dan Siap Dorong Pertumbuhan Berkualitas
-
Permainan Licin Pokmas Boneka: Siasat Ketua DPRD Magetan cs Manipulasi Dana Pokir Ratusan Miliar
-
Meski Pengemudi Ojol Sudah Memaafkan, Nasib Oknum Polisi di Situbondo Kini Ditangani Propam
-
Pasutri Lumajang Tertipu Rp80 Juta Demi Pangkas Antrean Haji 11 Tahun
-
Misteri Cinta Segitiga di Rusun Sombo: Pria Surabaya Tewas Berlumur Darah di Tangan Saudara Sendiri