-
Banjir Lamongan rendam 328 hektare sawah di dua kecamatan.
-
Normalisasi sungai belum optimal sebab Kali Pridjetan masih dikerjakan.
-
Tiga belas dusun terdampak, sebagian area adalah lahan padi.
SuaraJatim.id - Ratusan hektare lahan pertanian di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim), terendam banjir yang dipicu tingginya intensitas hujan dan meluapnya aliran sungai.
Banjir merendam sawah warga di dua kecamatan, yakni Kedungpring dan Modo. Berdasarkan data BPBD Lamongan, total sawah terendam mencapai 328 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Lamongan, Naim, menjelaskan bahwa banjir menggenangi 135 hektare sawah di Kecamatan Kedungpring dan 193 hektare di Kecamatan Modo.
Ia menegaskan, total area terdampak mencapai 328 hektare, dengan sebagian besar tanaman padi berusia 5–10 hari, sementara sebagian lahan masih dalam tahap persiapan tanam.
"Banjir juga memasuki permukiman warga di sekitar dua kecamatan itu," kata Naim, Jumat (12/12/2025).
Naim merinci, terdapat 13 dusun terdampak banjir. Empat dusun berada di Kecamatan Kedungpring dan sembilan dusun lainnya di Kecamatan Modo.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa banjir bukan hanya merusak lahan pertanian, tetapi juga mengganggu aktivitas warga sehari-hari.
BPBD bersama Pemerintah Kabupaten Lamongan telah melakukan sejumlah langkah, salah satunya normalisasi sungai dan saluran air, termasuk pembersihan pintu-pintu air.
Namun, Naim menyebut aliran air belum optimal karena proses normalisasi Kali Pridjetan masih berlangsung dan belum selesai sepenuhnya.
Sementara itu, warga Kecamatan Kedungpring, Muhammad Nurzamzami, membenarkan wilayahnya kembali terendam. Ia menyebut empat dusun, yakni Mojodadi, Jatidrojog, Kradenan, dan Gunungrejo, menjadi langganan banjir karena berada pada jalur aliran sungai menuju Waduk Semar Mendem di Kabupaten Bojonegoro. (Antara)
Berita Terkait
-
Akhiri Banjir Seatap, Kemanggisan Kini Ditata: Jalan Inspeksi Harus Bebas Bangunan Liar!
-
Tradisi Petik Laut Muncar, Wujud Syukur Nelayan Banyuwangi kepada Laut
-
Pasokan Air Waduk Wonorejo Dipastikan Aman hingga Akhir 2026
-
Target 2027: Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru Demi Evakuasi Warga dari Zona Bencana
-
Kejar Swasembada Garam 2027, Pemerintah Genjot Modernisasi Tambak
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
- 5 HP Samsung 5G Termurah 2026, Fitur Lengkap dan Performa Stabil untuk Jangka Panjang
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- Golkar Sulsel Memanas, Ini Alasan Pendukung Appi Alihkan Dukungan ke IAS
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
20 Nyawa dalam Misteri: KMN Entok Hilang Kontak, Perairan Kangean Disisir Habis-habisan
-
Solar Langka: Jeritan Nelayan Pamekasan yang Terpasung di Darat
-
Tergiur Upah Jutaan, Dua Wanita Penyelundup Sabu Berujung Sial di Lapas Surabaya
-
Madiun Guncang Dunia: Trionda Bola Tercanggih Piala Dunia 2026 Ternyata Made in Jatim
-
Pecah Kepadatan Bandara Juanda, Kemenhaj Berencana Jadikan Bandara Dhoho Kediri Embarkasi Haji