-
Pacitan alami ribuan gempa sepanjang 2025 berdasarkan data BPBD.
-
Mayoritas gempa berpusat di laut selatan Pacitan.
- BPBD dorong kesiapsiagaan dan mitigasi bencana masyarakat.
SuaraJatim.id - Sepanjang tahun 2025, Pacitan, Jawa Timur (Jatim), diguncang 1.135 kali gempa. Data tersebut dicatat oleh Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD Pacitan) berdasarkan hasil monitoring aktivitas kegempaan BMKG.
Tingginya frekuensi gempa ini menegaskan bahwa Pacitan masih berada dalam zona rawan bencana yang memerlukan kesiapsiagaan berkelanjutan.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmoko, menyampaikan bahwa Pacitan diguncang 1.135 gempa dengan rata-rata kejadian mencapai minimal 80 gempa setiap bulan.
Mayoritas pusat gempa atau episentrum berada di wilayah laut selatan Pacitan, yang memang dikenal sebagai kawasan aktif secara tektonik.
“Berdasarkan data BMKG, sepanjang 2025 tercatat 1.135 kejadian gempa. Hampir setiap bulan ada aktivitas gempa, dan mayoritas berpusat di laut selatan Pacitan,” kata Erwin, dikutip dari BeritaJatim, Sabtu (10/1/2026).
Lebih lanjut, Erwin menjelaskan bahwa Pacitan diguncang 1.135 gempa dengan puncak aktivitas terjadi pada Mei 2025. Pada bulan tersebut, tercatat sebanyak 134 gempa dalam kurun waktu satu bulan. Meski jumlahnya tergolong tinggi, sebagian besar gempa berkekuatan kecil hingga menengah sehingga tidak menimbulkan kerusakan berarti di wilayah daratan.
Menurutnya, gempa-gempa kecil yang sering terjadi justru memiliki peran alami dalam melepaskan energi tektonik secara bertahap. Kondisi ini dinilai dapat mengurangi potensi terjadinya gempa besar yang lebih merusak.
“Dengan banyaknya gempa kecil, tekanan energi bisa terlepas secara bertahap sehingga berpotensi mereduksi gempa besar,” jelasnya.
Meski demikian, BPBD Pacitan menegaskan masyarakat tidak boleh lengah. Erwin mengingatkan bahwa Pacitan merupakan daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana gempa bumi dan potensi bencana turunan lainnya, termasuk tsunami.
Ia mengimbau, jika terjadi gempa dengan kekuatan besar, warga diminta segera menyelamatkan diri ke tempat terbuka dan menjauh dari bangunan maupun objek yang berpotensi runtuh.
Selain upaya kesiapsiagaan individu, BPBD Pacitan juga terus mendorong penguatan mitigasi berbasis masyarakat melalui pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana). Program ini dinilai penting mengingat Pacitan menjadi salah satu daerah dengan kerentanan bencana tinggi di Jawa Timur.
“Kalau melihat kondisi Pacitan yang punya kerentanan tinggi terhadap bencana, kita berharap masyarakat selalu meningkatkan kapasitas dirinya dengan mengikuti perkembangan kondisi terkini. Kedua, jangan lupa menyediakan tas siaga bencana,” tegas Erwin.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan aplikasi InaRISK BNPB untuk mengetahui potensi ancaman bencana di wilayah masing-masing.
Menurutnya, seluruh langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi agar dampak bencana dapat diminimalisir, seiring fakta bahwa Pacitan diguncang 1.135 gempa sepanjang 2025.
Berita Terkait
-
Lebih dari 100 Titik Api Kepung Gunung Arjuno, Jalur Pendakian Ditutup
-
Ini Alasan Gibran Minta Santri Belajar AI dan Robotika
-
Debit Air Menyusut, Hamparan Sedimen Muncul di Waduk Wonorejo
-
Ledakan di Pakuwon City Surabaya, Puluhan Bangunan dan Kendaraan Rusak
-
63 Jenazah Korban Virgo Teridentifikasi, Jawa Timur Terbanyak dengan 28 Orang
Terpopuler
- Mudah, Ini Cara Menghentikan Spam Call di HP Android dan iPhone
- Pengamat Nilai Manuver KSP Listyo Bongkar Hambatan Birokrasi Jadi Investasi Jangka Panjang
- Pengacara Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Meninggal Dunia di Usia 52 Tahun
- 5 Rekomendasi Sepatu untuk Jalan Kaki 20 Ribu Langkah, Empuk dan Tidak Cepat Pegal
- Cara Menggunakan Minyak Zaitun Mustika Ratu untuk Wajah dan Rambut
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Beli Ganja Rp25 Juta Lewat Medsos, Petani Malang Malah Dijemput Polisi
-
Dampingi Korban Dugaan Pelecehan, Wawali Surabaya Diusir Bos Resto di Sidoarjo
-
Hari Santri Nasional 2026, Khofifah Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Perkuat Ekonomi
-
Modus Top Up Umur dan Tiket Surga, Pria Bangkalan Dikelabui Imam Mahdi Palsu Rp1,3 Miliar
-
Bilik Sabu di Pamekasan Terbongkar, Polisi Buru Dugaan Jaringan hingga Malaysia