- Angin puting beliung rusak puluhan rumah warga Rejotangan Tulungagung.
- Total 41 rumah terdampak di tiga desa Kecamatan Rejotangan.
- Tidak ada korban jiwa, kerusakan didominasi atap rumah warga.
SuaraJatim.id - Bencana angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Rejotangan, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, Senin (12/2026) sore. Puluhan rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga sedang, terutama pada bagian atap.
Camat Rejotangan, Didi Jarot Widodo, mengatakan angin puting beliung Tulungagung melanda Desa Karangsari, Desa Panjerejo, dan Desa Tugu.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun pemerintah kecamatan, total terdapat 41 rumah warga yang terdampak akibat bencana alam tersebut.
“Total ada 41 rumah terdampak, terdiri atas 15 rumah di Desa Karangsari, 22 rumah di Desa Panjerejo, dan empat rumah di Desa Tugu,” kata Didi Jarot Widodo, Selasa (13/1/2026).
Didi menjelaskan, sebagian besar kerusakan akibat angin puting beliung Tulungagung terjadi pada bagian atap rumah. Genteng banyak yang melorot, sementara sejumlah atap berbahan asbes terlepas karena tidak mampu menahan terpaan angin berkecepatan tinggi yang datang secara tiba-tiba.
Salah seorang warga Desa Karangsari, Aziz Saiful Arifin, mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
Menurutnya, angin datang mendadak dan berlangsung singkat, namun cukup membuat warga panik karena kekuatannya tidak biasa.
“Saat itu belum hujan, tiba-tiba angin sangat kencang. Setelah hujan justru tidak ada apa-apa. Tidak ada korban jiwa, hanya kerusakan atap,” ujarnya.
Aziz menambahkan, warga sempat berupaya menyelamatkan diri dan mengamankan barang-barang di dalam rumah saat angin puting beliung Tulungagung melintas. Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut.
Pascakejadian, pemerintah kecamatan langsung berkoordinasi dengan BPBD Tulungagung untuk melakukan asesmen lapangan. Tim gabungan mendata tingkat kerusakan rumah warga guna memastikan langkah penanganan lanjutan dapat segera dilakukan.
Menurut Didi, hasil asesmen tersebut akan menjadi dasar pengajuan bantuan perbaikan rumah kepada BPBD Tulungagung. Namun, sebagian warga terdampak diketahui telah melakukan perbaikan secara mandiri, khususnya pada atap rumah yang rusak.
“Ini menunjukkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana, meski kami tetap melakukan pendataan untuk usulan bantuan,” katanya.
Hingga kini, situasi di lokasi terdampak angin puting beliung Tulungagung telah kembali kondusif. Pemerintah daerah terus mengimbau warga agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Tulungagung dan sekitarnya. (Antara)
Berita Terkait
-
Dominan Sejak Awal, Timnas Indonesia U-17 Gulung Timor Leste 4-0
-
Revitalisasi Jalur Kaldera Tengger, Kurangi Kepadatan Wisata di Bromo
-
Respons Modus 'Surat Mundur', Wagub Jatim Minta Inspektorat Dalami Kasus OTT Bupati Tulungagung
-
5 Pilihan Sepatu Louis Vuitton Original, Mewah Berkelas Mirip Sitaan Bupati Tulungagung
-
Fakta Unik Bupati Tulungagung Gatut Sunu, Nilai 7 Truk Kalah Jauh dari Satu Mobil Mewahnya?
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Misteri Meledaknya Mesin Pengering di SPPG Ngawi: Saat Tombol 'Start' Mengubah Dapur Menjadi Petaka
-
Selamat Tinggal 'Zombi Digital': Sekolah di Jawa Timur Resmi Batasi Penggunaan Gadget
-
Cegah Dampak Negatif Digital, Pemprov Jatim Resmi Berlakukan Pembatasan Gadget di SMA/SMK/SLB
-
Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
-
Mimpi ke Tanah Suci yang Terhenti di Ambang Pintu: Kisah Pilu 15 Jemaah Calon Haji Sumenep