-
Ratusan sopir dump truk kehilangan penghasilan akibat tambang tutup di Ponorogo.
-
Sopir hanya menuntut pembukaan tambang resmi dan berizin.
-
DPRD tegaskan angkutan boleh jalan sesuai aturan.
SuaraJatim.id - Ratusan sopir dump truk demo DPRD Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), untuk menyuarakan keresahan mereka terkait berhentinya aktivitas tambang berizin yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.
Aksi unjuk rasa itu digelar di depan Gedung DPRD Ponorogo, Jalan Alun-alun Timur, Kamis (15/1/2026). Mereka demo karena menyangkut nasib ratusan kepala keluarga yang kehilangan mata pencaharian.
Dalam aksi tersebut, massa yang tergabung dalam paguyuban angkutan dump truk Ponorogo mendesak para wakil rakyat agar ikut mendorong dibukanya kembali tambang yang memiliki izin resmi.
Mereka menegaskan tuntutan hanya ditujukan pada aktivitas tambang legal, bukan tambang ilegal yang selama ini kerap menuai polemik.
Penutupan tambang dinilai memberi dampak langsung bagi para sopir. Tidak adanya aktivitas angkutan pasir dan material membuat para sopir kehilangan penghasilan.
Kondisi ini membuat sopir dump truk demo DPRD Ponorogo turun ke jalan sebagai bentuk ikhtiar terakhir untuk menyampaikan aspirasi secara terbuka kepada pemerintah daerah dan DPRD.
“Sudah sekitar satu bulan ini kami tidak bekerja. Tambang tutup, otomatis kami juga berhenti narik. Dampaknya ke dapur,” ujar Koordinator Aksi, Nur Karis, dikutip dari BeritaJatim.
Aksi demonstrasi berlangsung sekitar setengah jam dan diwarnai orasi secara bergantian. Setelah menyampaikan tuntutan di luar gedung, sekitar 10 perwakilan sopir kemudian diterima masuk ke Gedung DPRD Ponorogo untuk melakukan audiensi secara langsung dengan para anggota dewan.
Audiensi berlangsung di ruang Badan Anggaran (Banggar) DPRD Ponorogo. Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, menerima langsung perwakilan sopir bersama sejumlah anggota dewan lainnya. Pertemuan itu juga dihadiri perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub), DPMD, DPUPKP, serta Satpol PP.
Dalam forum tersebut, Nur Karis menegaskan bahwa tuntutan utama para sopir adalah dibukanya kembali tambang yang resmi dan berizin. Ia memastikan para sopir siap menaati seluruh ketentuan yang ditetapkan pemerintah daerah demi menjaga keselamatan dan ketertiban.
“Insyallah pemerintah mendukung untuk membuka kembali tambang yang ada di Ponorogo, tapi yang resmi. Kami sebagai sopir siap menaati peraturan dari Dishub. Muatan tidak over, semua harus standar,” kata Nur Karis.
Ia menambahkan, dampak penutupan tambang tidak hanya dirasakan oleh sopir dump truk. Masyarakat luas juga terdampak karena kebutuhan material bangunan menjadi sulit dipenuhi, sehingga aktivitas pembangunan ikut terhambat.
“Dampaknya banyak sopir jadi pengangguran. Masyarakat juga butuh material. Kalau tambang ditutup, ya sulit membangun. Ini ada sekitar 700-an sopir di Ponorogo yang terdampak,” katanya.
Ketua DPRD Ponorogo, Dwi Agus Prayitno, membenarkan pihaknya menerima aspirasi dari paguyuban sopir dump truk yang mengeluhkan berhentinya aktivitas angkutan pasir dan material tambang.
“Hari ini kami menerima tamu dari paguyuban angkutan dump truk Ponorogo. Mereka menyampaikan aspirasi karena selama hampir dua bulan tidak ada angkutan yang berkaitan dengan pasir,” jelas Dwi Agus.
Berita Terkait
-
Indonesia Punya Banyak Tambang Emas, Harus Diolah di Dalam Negeri
-
Menilik Bukit Jaddih, Pesona Tebing Kapur dan Kolam Bekas Galian di Bangkalan
-
PT Kristalin Ekalestari: Profil, Penyebab Cabut Izin Tambang, dan Sanksi
-
ANTM Masih Kaji Rencana Buyback Saham
-
5 Konsesi Tambang RI Bernilai Rp5.400 Triliun Dievaluasi, Ini Kata Bahlil
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Dibuang di Teras Toko Beralas Selimut Pink, Bayi 3 Hari di Bangkalan Buat Hati Bu Kades Meleleh
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar