-
Polisi bongkar penggalangan donasi yatim piatu yang disalahgunakan.
-
Dana sumbangan dipakai hotel dan perjudian di Ponorogo.
-
Masyarakat diimbau selektif dan cek legalitas donasi.
SuaraJatim.id - Jajaran Satreskrim Polres Ponorogo, Jawa Timur (Jatim), membongkar praktik pengumpulan donasi yang mengatasnamakan yayasan yatim piatu. Namun, dana yang terkumpul justru disalahgunakan untuk kepentingan pribadi, termasuk aktivitas perjudian.
Kasus penipuan sumbangan yatim piatu di Ponorogo ini terungkap berkat laporan warga yang mencurigai sekelompok orang berkeliling dari desa ke desa meminta sumbangan.
Untuk meyakinkan masyarakat, para pelaku membawa surat tugas yayasan lengkap dengan atribut pendukung. Total terdapat 23 orang yang terlibat dalam aktivitas penggalangan dana tersebut.
Dalam perkembangannya, penyelidikan polisi mengarah ke sebuah hotel di wilayah Ponorogo. Di lokasi itulah fakta mengejutkan terungkap.
Alih-alih menyalurkan donasi kepada yayasan, sebagian uang justru dipakai untuk menginap dan berjudi. Temuan ini semakin menegaskan praktik penipuan sumbangan yatim piatu di Ponorogo yang merugikan masyarakat luas.
“Kami awalnya menyisir mereka dimana. Ternyata menginap di hotel. Malah ada perjudian di hotel tersebut yang dilakukan peminta sumbangan itu,” ungkap Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Imam Mujali, dikutip dari BeritaJatim, Jumat (16/1/2026).
Puluhan orang tersebut langsung diamankan dan digiring ke Mapolres Ponorogo. Berdasarkan informasi yang dihimpun, mereka telah menginap selama satu pekan di hotel tersebut dan berasal dari Provinsi Lampung. Para pelaku diketahui menyewa delapan kamar hotel sebagai tempat singgah selama melakukan penggalangan dana.
“Dari pengakuan mereka, mereka memesan 8 kamar di hotel itu. Dan sudah menginap selama satu pekan di hotel. Asal mereka dari Lampung,” katanya.
Hasil pemeriksaan juga mengungkap bahwa para pelaku beroperasi sejak pagi hingga sore hari. Mereka menyasar warga dengan nominal sumbangan kecil, berkisar Rp2.000 hingga Rp10 ribu, bahkan ada yang lebih. Setiap penyumbang kemudian diberikan satu stiker atas nama yayasan.
“Hasil pemeriksaan. Warga menyumbang rata-rata memberikan uang Rp 2.000 hingga Rp 10 ribu. Ada juga yang lebih. Selanjutnya penyumbang diberi 1 stiker atasnama yayasan,” tegasnya.
Polisi turut mengklarifikasi kepada pimpinan yayasan yang namanya dicatut. Pihak yayasan membenarkan adanya surat tugas dengan pembagian hasil 70 persen untuk yayasan dan 30 persen bagi pencari dana. Namun, kesepakatan itu disalahgunakan oleh para pelaku.
“Tetapi ketika di hotel malah untuk berjudi. Saat kami ke lokasi hotel, ada 10 orang sedang melakukan perjudian dadu memakai HP,” urainya.
Dari aktivitas perjudian tersebut, dua orang berinisial RD dan IM ditetapkan sebagai tersangka sebagai bandar. Delapan orang lainnya berstatus penombok, sementara 21 orang lainnya diserahkan ke Satpol PP untuk pembinaan. Kasus penipuan sumbangan yatim piatu di Ponorogo ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih selektif dalam menyalurkan donasi.
Berita Terkait
-
Siap-siap Ditagih, BPA Kejagung Bakal Lacak Aset Debitur KSP Indosurya yang Ogah Bayar Utang
-
Kenakan Baju Koko Putih, Prabowo Hadiri Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Gontor di Ponorogo
-
Masjid Tegalsari: Jejak Islam dan Jawa yang Bertahan Melintasi Zamannya
-
Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Penipuan Apa?
-
Benih Jagung Hibrida Dekalb DK19C Unjuk Produktivitas di Ponorogo
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun