-
Santri korban pencabulan Bangkalan hilang dua pekan pascalaporan polisi.
-
Keluarga curigai upaya redam kasus lewat desakan lamaran.
-
Hilangnya korban hambat pengungkapan dugaan kekerasan seksual pesantren.
“Setelah S dilaporkan, pihak ponpes datang terus ingin melamar. Sudah sampai lima kali, tapi selalu kami tolak,” kata Fitriyah, dikutip dari BeritaJatim.
4. Dugaan Upaya Meredam Proses Hukum
Desakan lamaran yang dilakukan berulang kali memunculkan kecurigaan keluarga. Mereka menduga ada upaya sistematis untuk meredam kasus hukum yang tengah berjalan.
Kecurigaan ini menjadi bagian dari alasan keluarga terus mendesak aparat agar pengusutan dilakukan secara menyeluruh dan transparan.
5. Korban Didatangi Dua Santri Sebelum Menghilang
Sesaat sebelum dinyatakan hilang, korban diketahui sempat didatangi dua orang santri lain. Keduanya mengaku diutus oleh S.
Peristiwa ini semakin memperkuat dugaan keluarga bahwa hilangnya korban tidak terjadi secara kebetulan.
6. Dugaan Banyak Korban Lain yang Tak Melapor
Fitriyah mengungkapkan korban dugaan pencabulan diduga tidak hanya satu orang. Keluarga mengaku telah mendatangi sedikitnya lima korban lain.
“Ada banyak korban, tapi sebagian besar orang tuanya takut atau tidak mau melapor,” ujarnya.
7. CCTV Tak Merekam Saat Korban Pergi
Kecurigaan keluarga bertambah setelah mendapati kamera pengawas di sekitar rumah korban tidak merekam peristiwa saat korban pergi.
“CCTV yang biasanya aktif justru tidak merekam pada jam keponakan saya hilang. Ini sangat janggal dan kami menduga sudah direncanakan,” kata Fitriyah.
Hingga kini, santri korban dugaan pencabulan di Bangkalan masih belum ditemukan. Keluarga berharap korban segera ditemukan, sementara kondisi orang tua dan nenek korban dilaporkan jatuh sakit akibat tekanan psikologis berkepanjangan.
“Kami hanya ingin dia ditemukan. Orang tuanya sakit, neneknya juga drop,” tutup Fitriyah.
Berita Terkait
-
Tiga Orang Tewas, Pemerintah Mulai Kaji Penggunaan Sound Horeg
-
Gus Lilur Dukung Gus Kikin Susun Pengurus Profesional: PBNU Bukan PWNU Jatim
-
Seleksi PPAN Jatim 2026 Resmi Dibuka, Pemuda Terpilih Berkesempatan Mewakili di Tingkat Nasional
-
Sapu Bersih 40 Suara! Emil Dardak Kembali Pimpin Demokrat Jatim Secara Aklamasi
-
7 Wahana di Jatim Park 1 yang Seru untuk Semua Usia
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- Titik Terang Kabar Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby, KUA: Surat Rekomendasi Sudah Masuk
Pilihan
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
Terkini
-
Berkat Laporan BNI, Oknum Agen Nakal Satu Per Satu Diringkus di Jember
-
Siapa Jose Henrique? Garangnya Bikin Kiper Arema FC Adi Satryo Was-was
-
Borok SPPG Terkuak Usai 37 Siswa di Kediri Keracunan: Daging Ditaruh di Bawah, Kucing Bebas Masuk
-
Mau Jajan Boost Lebih Hemat? Ada Diskon 25% untuk Pengguna BRI Kartu Kredit
-
KA Ijen Ekspres Tertemper Mobil di Jember, Satu Orang Tewas Meninggal