Riki Chandra
Jum'at, 23 Januari 2026 | 15:02 WIB
Ilustrasi virus (Pexels)
Baca 10 detik
  • Kasus Super Flu H3N2 ditemukan dan pasien Pasuruan kini sembuh total.
  • Dinkes pastikan tidak ada penularan lanjutan di Pasuruan.
  • Warga diimbau jaga imunitas dan terapkan pola hidup sehat.

SuaraJatim.id - Kewaspadaan terhadap Super Flu H3N2 meningkat di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) tersebut mengonfirmasi adanya satu warga lokal yang sempat terinfeksi virus influenza A (H3N2) subclade K.

Meski pasien kini telah pulih sepenuhnya, temuan Super Flu H3N2 ini menjadi perhatian serius otoritas kesehatan di Jawa Timur.

Kasus Super Flu H3N2 tersebut terungkap melalui sistem deteksi dini yang dilakukan jajaran kesehatan provinsi. Deteksi ini bertujuan memetakan persebaran virus baru yang disebut memiliki tingkat penularan lebih cepat dibandingkan flu musiman.

Warga diminta tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Super Flu H3N2 di lingkungan sekitar.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pasuruan, dr. Arif Junaedi, mengungkapkan pasien yang terinfeksi Super Flu H3N2 merupakan warga Kecamatan Tosari. Pasien tersebut menjalani perawatan medis di Kota Malang pada September 2025.

“Pasien sudah sembuh dan kami sudah melakukan pelacakan, hasilnya tidak ditemukan kasus lain di Pasuruan,” tegasnya, dikutip dari Beritajatim, Jumat (23/1/2026).

Meski mendapat sebutan super flu, dr. Arif menjelaskan bahwa gejala yang ditimbulkan virus influenza A (H3N2) subclade K masih menyerupai flu biasa yang kerap dialami masyarakat. Hingga kini, tidak ditemukan laporan gejala klinis berat akibat Super Flu H3N2 di wilayah Kabupaten Pasuruan.

Dinas Kesehatan juga memastikan tingkat fatalitas virus ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan virus pernapasan lainnya. “Sejauh ini tidak ada kasus berat dan tingkat fatalitasnya juga relatif rendah,” kata dr. Arif menjelaskan kondisi di lapangan.

Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Pasuruan menekankan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menjaga imunitas tubuh. Masyarakat diimbau mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penularan Super Flu H3N2.

Selain itu, penerapan etika bersin dan batuk di ruang publik terus disosialisasikan sebagai upaya memutus rantai penularan. Kecepatan penyebaran Super Flu H3N2 yang dinilai lebih tinggi dibandingkan flu biasa menjadi alasan utama peningkatan kewaspadaan ini.

Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia juga disarankan mendapatkan perlindungan ekstra melalui aktivitas fisik ringan dan terukur. “Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan dengan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” tutup Arif.

Load More