- Kasus Super Flu H3N2 ditemukan dan pasien Pasuruan kini sembuh total.
- Dinkes pastikan tidak ada penularan lanjutan di Pasuruan.
- Warga diimbau jaga imunitas dan terapkan pola hidup sehat.
SuaraJatim.id - Kewaspadaan terhadap Super Flu H3N2 meningkat di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur (Jatim), setelah Dinas Kesehatan (Dinkes) tersebut mengonfirmasi adanya satu warga lokal yang sempat terinfeksi virus influenza A (H3N2) subclade K.
Meski pasien kini telah pulih sepenuhnya, temuan Super Flu H3N2 ini menjadi perhatian serius otoritas kesehatan di Jawa Timur.
Kasus Super Flu H3N2 tersebut terungkap melalui sistem deteksi dini yang dilakukan jajaran kesehatan provinsi. Deteksi ini bertujuan memetakan persebaran virus baru yang disebut memiliki tingkat penularan lebih cepat dibandingkan flu musiman.
Warga diminta tetap tenang, namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran Super Flu H3N2 di lingkungan sekitar.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pasuruan, dr. Arif Junaedi, mengungkapkan pasien yang terinfeksi Super Flu H3N2 merupakan warga Kecamatan Tosari. Pasien tersebut menjalani perawatan medis di Kota Malang pada September 2025.
“Pasien sudah sembuh dan kami sudah melakukan pelacakan, hasilnya tidak ditemukan kasus lain di Pasuruan,” tegasnya, dikutip dari Beritajatim, Jumat (23/1/2026).
Meski mendapat sebutan super flu, dr. Arif menjelaskan bahwa gejala yang ditimbulkan virus influenza A (H3N2) subclade K masih menyerupai flu biasa yang kerap dialami masyarakat. Hingga kini, tidak ditemukan laporan gejala klinis berat akibat Super Flu H3N2 di wilayah Kabupaten Pasuruan.
Dinas Kesehatan juga memastikan tingkat fatalitas virus ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan virus pernapasan lainnya. “Sejauh ini tidak ada kasus berat dan tingkat fatalitasnya juga relatif rendah,” kata dr. Arif menjelaskan kondisi di lapangan.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Pasuruan menekankan pentingnya penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) untuk menjaga imunitas tubuh. Masyarakat diimbau mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah penularan Super Flu H3N2.
Selain itu, penerapan etika bersin dan batuk di ruang publik terus disosialisasikan sebagai upaya memutus rantai penularan. Kecepatan penyebaran Super Flu H3N2 yang dinilai lebih tinggi dibandingkan flu biasa menjadi alasan utama peningkatan kewaspadaan ini.
Kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia juga disarankan mendapatkan perlindungan ekstra melalui aktivitas fisik ringan dan terukur. “Masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan dengan tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat,” tutup Arif.
Berita Terkait
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Superflu vs Flu Biasa: Perlu Panik atau Cukup Waspada?
-
Profil Pemilik Putra Jaya Pasuruan, Klub yang Viral Pemain Tendang Dada Lawan
-
Gak Punya Otak! ASN di Pasuruan Berkali-kali Cabuli Keponakan, Modusnya Begini
-
Pemilik Rumah di Pasuruan 'Ngamuk', Tutup Jalan Usai Halaman Dipakai Parkir Acara Sound Horeg
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Program MBG Genjot Produksi Keripik Tempe di Kampung Tempe Ngawi, Pelaku Usaha Senang!
-
Becak Listrik Gratis dari Prabowo Bikin Bahagia Lansia di Ngawi, Tak Perlu Lagi Mengayuh Berat!
-
Ingin Beli Mobil Baru Termasuk EV Terkini? Pakai BRI KKB via BRImo Lebih Praktis
-
Kisah Perempuan Pendamping Kopdes di Pasuruan, Usia 25 Tahun Jadi Tumpuan Koperasi Merah Putih
-
BRI Imlek Prosperity 2026 di Tiga Kota, Perkuat Relasi dengan Nasabah Top Tier