-
Oknum lora Bangkalan resmi ditahan, status tersangka ditetapkan polisi.
-
Korban sempat hilang, diduga dibawa kabur selama sembilan belas hari.
-
Penyidik dalami kemungkinan keterlibatan pihak lain bantu pelarian korban.
SuaraJatim.id - Oknum Lora Bangkalan akhirnya resmi ditahan penyidik Polda Jawa Timur (Jatim) setelah menjalani pemeriksaan intensif terkait dugaan pencabulan terhadap seorang santriwati.
Perkembangan terbaru mengenai oknum lora Bangkalan itu dikonfirmasi setelah statusnya dinaikkan menjadi tersangka.
Aparat kepolisian memutuskan melakukan penahanan usai rangkaian pemeriksaan yang berlangsung sejak sebelumnya, termasuk saat yang bersangkutan masih berstatus saksi.
Kasus oknum lora Bangkalan menjadi sorotan karena korban disebut sempat menghilang dalam waktu cukup lama. Peristiwa tersebut memicu keresahan masyarakat hingga keluarga melakukan berbagai upaya untuk menemukan keberadaan korban.
Kuasa hukum korban, Ali Maulidi, mengonfirmasi bahwa S langsung dijebloskan ke rumah tahanan pada Kamis malam pasca-pemeriksaan sebagai saksi. Langkah hukum ini menjadi perkembangan signifikan setelah sebelumnya kakak kandung S, yakni UF, lebih dulu diringkus atas kasus serupa.
“Semalam sudah dilakukan penahanan terhadap S setelah pemeriksaan. Ini perkembangan penting dalam kasus ini,” ujar Ali, dikutip dari BeritaJatim, Sabtu (7/2/2026).
Kasus ini menyita perhatian publik lantaran S diduga tidak hanya melakukan pelecehan seksual, tetapi juga sempat membawa kabur korban selama 19 hari.
Korban dilaporkan menghilang secara misterius tak lama setelah pihak keluarga melaporkan S ke Polda Jatim dalam berkas perkara terpisah.
Berdasarkan pengakuan korban, ia dijemput dan diantar oleh santri lain yang bertindak sebagai suruhan lora tersebut untuk bersembunyi. Selama masa pelarian, korban diketahui tinggal bersama S di lokasi yang jauh dari jangkauan serta pengawasan keluarga.
“Korban mengaku selama pergi dari rumah tinggal bersama S. Ini memperkuat dugaan adanya upaya menjauhkan korban dari keluarga dan proses hukum,” ungkap Ali.
Penyelidikan mendalam mengungkap bahwa korban diduga menjadi sasaran tindak asusila secara bergantian oleh dua bersaudara yang merupakan figur religius di pesantren tersebut.
Keberanian keluarga korban melaporkan S didorong oleh temuan bukti bahwa aksi bejat tersebut melibatkan lebih dari satu pelaku.
Keresahan warga Bangkalan sempat memuncak saat korban menghilang pada Rabu (7/1/2026) dini hari sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi lemas. Pencarian panjang tersebut berakhir pada Senin (26/1/2026) pagi di sebuah masjid di kawasan akses Jembatan Suramadu.
Pihak internal pondok pesantren melalui juru bicara Moh Iwan Sanusi menyatakan menyerahkan seluruh proses hukum sepenuhnya kepada pihak kepolisian Jawa Timur.
Iwan mengaku belum mengetahui secara detail mengenai status penahanan S maupun rencana pendampingan hukum yang akan diberikan lembaga.
Berita Terkait
-
Diringkus Polisi! Pemuda 20 Tahun Pelaku Pelecehan di Karawaci Tak Berkutik Usai Videonya Viral
-
Viral Kasus Pelecehan Seksual Konsumen Paylater, Kredivo Putus Kerja Sama Debt Collector
-
Menag Perketat Syarat Jadi Kyai dan Pesantren Usai Marak Kasus Pelecehan
-
Lagu Bupati Purwakarta 'Lalaki Langit' Berpotensi Langgar UU TPKS, Ancaman Hukuman 9 Bulan Penjara
-
Kronologi Santriwati Diduga Dicabuli Pimpinan Ponpes di Bogor
Terpopuler
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- 6 Tanda-Tanda Rumah Memiliki Energi Positif Chi yang Membuat Penghuni Tenang
- 5 Sunscreen untuk Flek Hitam Usia 30 Tahun ke Atas Sesuai Review dan Harga
- Media Italia Sebut Jay Idzes Masuk Radar PSG: Transfer Mewah untuk Sassuolo
Pilihan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
Terkini
-
Ceria Mandi di Sungai Berujung Duka bagi Bocah Kelas 3 SD di Mojokerto
-
Berawal dari Mainan Korek Api, Satu Lemparan Si Kecil Hanguskan Rumah di Gresik
-
Lidah Api Kepung Seruni Point: Pintu Terakhir Wisata Bromo Resmi Ditutup Total
-
Brakkk! Isuzu Panther Tabrak Rombongan Gerak Jalan di Pacitan, Begini Kondisi Korban
-
Curhat Pilu Santri Kediri di Balik Tembok Pesantren: Jadi Korban Pelecehan Sesama Jenis