Riki Chandra
Sabtu, 07 Februari 2026 | 20:20 WIB
Penjual pakaian bekas di Pasar Baru, Jakarta. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  • Baju bekas simpan mikroorganisme, picu iritasi dan penularan.
  • Jamur, tungau, kutu mampu hidup lama pada kain.
  • Waspadai gejala, segera periksa bila keluhan meluas.

Tungau penyebab skabies dapat bertahan sekitar dua sampai tiga hari di kain. Dalam rentang waktu itu, kemungkinan penularan masih dapat terjadi bila pakaian langsung dipakai.

4. Perpindahan kutu beserta telurnya dari serat kain

Keberadaan kutu juga tidak bisa diabaikan. Parasit ini dapat berpindah ketika pakaian digunakan dalam waktu cukup lama.

“Selain jamur, ada juga skabies dan kutu yang bisa berpindah kalau bajunya dipakai cukup lama. Infeksi bakteri ringan juga bisa terjadi, meski lebih jarang,” ujar dokter lulusan pendidikan spesialis Dermatologi dan Venereologi Universitas Indonesia itu.

5. Infeksi bakteri ringan meski lebih jarang

Meski tidak sesering jamur atau skabies, kemungkinan infeksi bakteri tetap ada. Bakteri dapat bertahan pada kain, terutama jika pakaian tidak dibersihkan dengan baik.

Kontak berulang antara kulit dan bahan yang terkontaminasi memungkinkan munculnya keluhan. Biasanya ditandai peradangan ringan yang membutuhkan terapi sesuai anjuran tenaga medis.

Dokter yang juga praktik di Klinik Utama Promec Pecenongan itu meminta masyarakat peka terhadap gejala awal setelah memakai pakaian thrifting. Tanda yang perlu diperhatikan meliputi gatal menetap, ruam, bentol kecil, kulit bersisik, atau bercak melingkar.

Load More