-
Polda Jatim tegaskan komitmen berantas premanisme yang meresahkan masyarakat.
-
Polisi ancam hukuman sembilan tahun bagi pelaku pemerasan kekerasan.
-
Warga diminta berani melapor jika mengalami intimidasi atau pemerasan.
SuaraJatim.id - Polda Jawa Timur (Jatim) menegaskan komitmennya untuk memberantas premanisme yang meresahkan masyarakat dan mengganggu stabilitas keamanan.
Sikap tegas ini disampaikan langsung oleh jajaran kepolisian sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban serta memberikan rasa aman bagi warga di wilayah Jawa Timur.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menegaskan bahwa premanisme dalam bentuk apa pun tidak akan ditoleransi.
Kepolisian, kata dia, akan bertindak tegas terhadap setiap tindakan pemerasan, intimidasi hingga ancaman menggunakan senjata tajam.
"Negara tidak boleh kalah oleh aksi premanisne dalam bentuk apapun," katanya, Kamis (5/3/2026).
Abast menegaskan pihak kepolisian akan terus memperkuat langkah penegakan hukum terhadap berbagai bentuk premanisme yang mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Polda Jawa Timur berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat," kata Abast.
Menurut dia, aparat kepolisian tidak akan memberikan ruang bagi pelaku yang melakukan pemerasan maupun intimidasi kepada masyarakat. Termasuk tindakan yang disertai ancaman kekerasan atau penggunaan senjata tajam untuk menekan korban.
Kabid Humas Polda Jatim itu menilai tindakan intimidasi yang dilakukan dengan rekayasa tuduhan pidana merupakan perbuatan melawan hukum. Apalagi jika tindakan tersebut disertai ancaman menggunakan senjata tajam untuk menakut-nakuti masyarakat.
"Penggunaan senjata tajam untuk menekan masyarakat adalah bentuk kejahatan serius," ujar Abast.
Karena itu, pihaknya mengimbau masyarakat agar tidak takut melaporkan berbagai bentuk aksi premanisme kepada kepolisian. Pelaporan dari masyarakat dinilai sangat penting untuk membantu aparat dalam menindak para pelaku.
"Percayakan penyelesaian sengketa melalui jalur hukum dan laporkan segala bentuk premanisme kepada kepolisian terdekat," ujarnya.
Lebih lanjut, Abast menjelaskan bahwa pelaku pemerasan yang disertai ancaman kekerasan dapat dijerat dengan ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 482 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Dalam aturan tersebut, pelaku dapat dikenai ancaman hukuman pidana penjara paling lama sembilan tahun.
Komitmen Polda Jatim dalam memberantas premanisme juga telah dibuktikan melalui sejumlah penindakan yang dilakukan oleh jajaran kepolisian di berbagai daerah di Jawa Timur.
Berita Terkait
-
Toko Benang Raja Ada Berapa? Ini Daftar Lokasi Terdekat untuk Berburu Baju Lebaran
-
Viral Warganet Temukan Rudal Sudah Siaga di Jawa Timur, Benarkah?
-
Diguyur Hujan, Dinding Penahan Candi Dorok Era Majapahit Runtuh
-
Berkunjung ke Pesantren Al Falah Ploso, Kaesang Didoakan Sukses
-
Lokasi Penukaran Uang Baru BI di Jawa Timur, Solusi Aman untuk THR-an
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Silaturahmi Ramadan BRI Dorong Jurnalisme Berkualitas, Donasi Rp250 Juta
-
3 Kali Hamili Pacar Berujung Aborsi, Pria di Surabaya Terancam Dipenjara 3 Tahun
-
Dalang Penculik Sekeluarga di Jombang Ternyata Seorang Wanita Asal Bangkalan, Kini Masih Buron
-
Kisah Suami Ajak Istri di Jombang Minum Racun Bersama, Ujungnya Gantung Diri
-
WN Malaysia Dideportasi Imigrasi Ponorogo Ulah Overstay 15 Tahun, Ibunya WNI