Riki Chandra
Sabtu, 14 Maret 2026 | 16:09 WIB
Petugas dari Polres Jombang sedang melakukan olah TKP di lokasi ledakan mercon. [Dok. BeritaJatim]
Baca 10 detik
  • Ledakan bubuk mercon di Jombang lukai lima remaja parah.

  • Polisi temukan alat perakit petasan di lokasi kejadian.

  • Rumah warga rusak akibat kuatnya ledakan bubuk mercon.

     

SuaraJatim.id - Ledakan bubuk mercon di Jombang terjadi di Dusun Kuwayuhan, Desa Pucangro, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur (Jatim) Jumat (13/3/2026) malam.

Peristiwa itu mengakibatkan lima remaja mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh setelah diduga terjadi ledakan saat merakit petasan secara mandiri.

Insiden ledakan bubuk mercon di Jombang itu terjadi sekitar pukul 23.30 WIB di teras rumah milik seorang warga berinisial LA.

Suara ledakan keras membuat warga sekitar terkejut dan berhamburan keluar rumah untuk mencari sumber suara yang terdengar sangat kuat.

Akibat ledakan bubuk mercon di Jombang tersebut, lima remaja langsung mengalami luka bakar cukup serius. Mereka kemudian segera dilarikan ke RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Dimas Robin Alexander, mengatakan pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga mengenai adanya ledakan tersebut.

“Seluruh korban saat ini sudah berada dalam penanganan medis di RSUD Jombang karena mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh,” ujar AKP Dimas, dikutip dari BeritaJatim, Sabtu (14/3/2026).

Berdasarkan data yang dihimpun kepolisian, lima remaja yang menjadi korban yakni BR (15), MZT (15), ARA (18), dan WFR (17).

Keempatnya merupakan warga Desa Pucangro, Kecamatan Gudo. Sementara satu korban lainnya yakni KB (17) merupakan warga Desa Rejoagung, Kecamatan Ngoro.

Selain menimbulkan korban luka, ledakan bubuk mercon di Jombang juga menyebabkan kerusakan pada bangunan rumah tempat kejadian.

Bagian atap rumah yang terbuat dari asbes dilaporkan hancur akibat kuatnya tekanan ledakan. Kaca jendela rumah juga pecah dan berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Warga sekitar yang mendengar ledakan langsung mendatangi lokasi. Mereka sempat melakukan upaya pemadaman sederhana dengan menyiramkan air untuk mencegah kemungkinan munculnya api atau ledakan susulan dari sisa bahan yang ada di lokasi.

Petugas kepolisian yang tiba di tempat kejadian perkara langsung melakukan olah TKP dan memasang garis polisi di sekitar area ledakan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Dari hasil penyisiran di lokasi, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas perakitan petasan sebelum ledakan terjadi.

“Barang bukti yang ditemukan antara lain palu besi, gunting, batang besi, selongsong petasan, korek api, tikar, dan potongan kain yang terbakar,” tutup AKP Dimas.

Load More