SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri entry meeting pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025 di lingkungan Direktorat Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara V, BPK RI Jakarta, Kamis (2/4).
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah optimistis Jatim akan mampu mempertahankan capaian opini WTP sebagaimana telah diperoleh 10 tahun berturut-turut sejak tahun anggaran 2015-2024.
Tak hanya itu Gubernur Khofifah juga menyampaikan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan bupati dan wali kota di Jatim guna meningkatkan kualitas pelaporan keuangan daerah, termasuk melalui optimalisasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Menurutnya pemanfaatan SIPD perlu terus diperkuat, khususnya dalam memastikan ketepatan pencatatan dan pelaporan keuangan daerah.
“Capaian ini tentu kita syukuri bersama. Namun yang lebih penting adalah bagaimana kita terus menindaklanjuti seluruh rekomendasi yang diberikan agar kualitas tata kelola keuangan semakin baik,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memaparkan capaian perekonomian Jatim tahun 2025 yang tumbuh sebesar 5,33%. Tak hanya itu kontribusi Jatim terhadap perekonomian nasional mencapai 14,40% dan terhadap Pulau Jawa sebesar 25,29%.
Di sisi fiskal, realisasi pendapatan daerah mencapai Rp29,88 triliun atau 104,65% dari target, mencerminkan optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sementara itu, kinerja investasi mencapai Rp147,7 triliun atau tertinggi dalam enam tahun terakhir. Ekspor tumbuh 16,61%, sedangkan misi dagang dalam dan luar negeri menghasilkan transaksi lebih dari Rp20 triliun.
Dari sisi sosial, tingkat kemiskinan Jawa Timur pada tahun 2025 berada di kisaran 9,3% dan menunjukkan tren penurunan, meskipun secara absolut masih menjadi perhatian dalam perumusan kebijakan ke depan.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Terima Perwakilan Suku Tengger, Inisiasi Langkah Strategis Perda Masyarakat Adat
“Capaian ini menjadi refleksi bagi kita semua, sekaligus pengingat bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus kita tuntaskan bersama," ucapnya.
Di tengah capaian tersebut, ia mengingatkan terkait dinamika global yang penuh tantangan dan ketidakpastian, mulai dari tekanan geopolitik hingga volatilitas harga pangan dan energi.
Karena itu, pemerintah daerah dituntut semakin cermat dan efisien dalam pengelolaan anggaran, termasuk melalui penguatan belanja produktif dan refocusing pada sektor yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya dukungan terhadap Program Strategis Nasional, mulai dari ketahanan pangan, pengentasan kemiskinan ekstrem, hingga pengembangan industri dan perlindungan sosial.
“Tantangan ke depan bukan hanya pada kemampuan membelanjakan anggaran, tetapi memastikan value for money, bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan dampak optimal bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu Pimpinan Pemeriksaan Keuangan Negara V Bobby Adhityo Rizaldi menekankan pentingnya penguatan tata kelola keuangan daerah, khususnya melalui optimalisasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD).
Berita Terkait
-
Gubernur Khofifah Terima Perwakilan Suku Tengger, Inisiasi Langkah Strategis Perda Masyarakat Adat
-
Gubernur Khofifah Lantik 128 Kepala Sekolah, Tekankan Cetak SDM Unggul Jawa Timur
-
Gubernur Khofifah Tutup Rangkaian Riyayan Idul Fitri 1447 H Bersama 250 Pengemudi Ojol
-
Masyarakat ke Gedung Negara Grahadi, Gubernur Khofifah: Riyayan Dekatkan Warga pada Pemimpinnya
-
Trans Jatim Gratis Saat Lebaran 2026, Warga Bisa Silaturahmi Nyaman Tanpa Biaya
Terpopuler
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong
- Menyakitkan Para Pencari Kerja, Guru Besar UGM: Perbuatan Gibran Tercela, Harus Diselesaikan
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Bupati Pamekasan Buka Suara Soal Rusuh Indomaret: Sudah Diberi SP1, Malah Nekat Bangun Malam Hari
-
Diteror Foto Asusila Editan AI, Wanita di Gresik Menangis Histeris di Depan Kapolres
-
Rencana Nikah Berujung Bui: Sejoli di Kediri Tega Habisi dan Kubur Bayi demi Tutupi Aib
-
Bawa Alat Berat! Massa di Pamekasan Nekat Robohkan Proyek Toko Indomaret
-
Putusan MK Kelar, Polemik Pendidikan Gibran Bergeser ke Ujian Kepercayaan Publik