- Sosialisasi digitalisasi parkir oleh Dishub dan Polrestabes Surabaya di Jalan Manyar Kertoarjo memicu kericuhan pada Selasa, 7 April 2026.
- Konflik terjadi akibat ketidaksepakatan pembagian hasil pendapatan parkir antara Pemerintah Kota Surabaya dengan para juru parkir setempat.
- Ketegangan meningkat hingga aksi sweeping massa di malam hari, namun berhasil diredam melalui mediasi oleh aparat kepolisian setempat.
SuaraJatim.id - Ambisi Pemerintah Kota Surabaya untuk mendigitalisasi sektor perparkiran justru menemui jalan terjal yang berlumur emosi.
Kawasan pertokoan Jalan Manyar Kertoarjo yang biasanya hanya sibuk oleh hilir mudik kendaraan, berubah menjadi arena "perang" pada Selasa (7/4/2026).
Niat sosialisasi yang mulanya formal, berakhir dengan lemparan batu, siraman air, hingga aksi sweeping massa di kegelapan malam.
Ketegangan bermula saat matahari sedang terik-teriknya. Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya dan Polrestabes Surabaya turun ke lapangan untuk satu misi yaitu mewajibkan para juru parkir (jukir) mengaktivasi rekening guna mendukung sistem non-tunai.
Namun, suasana cair mendadak membeku saat pembicaraan menyentuh angka sensitif yaitu bagi hasil. Pemkot bertahan di angka 60 persen untuk daerah dan 40 persen untuk jukir.
Sebaliknya, para jukir menganggap angka itu mencekik leher. Mereka menuntut porsi 70 persen, plus paket perlindungan berupa asuransi kendaraan hilang serta jaminan BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
"Asuransi kehilangan ya ditanggung pemerintah dong. Jukir ini profesi penuh risiko, kami butuh BPJS," cetus Izul Fikri, salah satu koordinator lapangan, Rabu (8/4/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Situasi memuncak saat adu mulut berubah menjadi aksi saling dorong. Di tengah kekacauan itu, muncul sosok bernama Purnama.
Kehadirannya justru memicu api amarah jukir. Purnama mengaku dikasari, dihujani lemparan batu, hingga disiram air oleh massa jukir.
Baca Juga: Bukan Sekadar Tap-In, Parkir Digital Surabaya Picu Ketegangan Jukir vs Pemkot
"Apa yang terjadi pada saya adalah wajah bagaimana jukir mengelola parkir; dengan premanisme dan anarkisme. Ini wajib diproses hukum," tegas Purnama lewat unggahan media sosialnya yang kemudian viral dan memantik kemarahan publik.
Viralnya video Purnama ternyata memicu efek domino yang berbahaya. Saat warga Surabaya mulai beristirahat, ketegangan justru merembet ke malam hari.
Sekitar pukul 21.00 WIB, sekelompok massa tak dikenal dalam jumlah besar mendatangi lokasi yang sama di Jalan Manyar Kertoarjo.
Kabar burung berhembus cepat. Mereka datang untuk melakukan sweeping terhadap jukir sebagai aksi balasan atas kejadian siang hari. Suasana mencekam menyelimuti kawasan ruko. Beruntung, aparat kepolisian tak kecolongan.
Kapolsek Gubeng, Eko Sudarmanto, bersama jajaran elit Polrestabes Surabaya langsung turun ke jalan untuk menyekat kedua kelompok agar tidak terjadi bentrokan terbuka.
Di bawah temaram lampu jalan dan pengawalan ketat aparat, mediasi mendadak dilakukan. Polisi berupaya meredam ego kedua belah pihak demi menjaga keamanan kota.
Berita Terkait
-
Bukan Sekadar Tap-In, Parkir Digital Surabaya Picu Ketegangan Jukir vs Pemkot
-
Siasat Selamatkan UMKM Surabaya: Saat Harga Plastik Melejit 60 Persen, Inovasi Kemasan Jadi Kunci
-
Penyebab dan Kondisi Warga Sidodadi Surabaya yang Keracunan Usai Santap Nasi Berkat
-
Berkat Pembawa Petaka: Puluhan Warga Simokerto Surabaya Tumbang Usai Hadiri Kenduri
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Jatim Raih 8 Penghargaan Anugerah Adinata Syariah 2026, Gubernur Khofifah: Wujudkan Ekonomi Syariah
-
Aksi Nekat Masuk Kolong Truk: Drama Pelarian Napi Lapas Madiun Berakhir di Pati
-
Skandal Mahasiswi Bangkalan Buang Bayi Hasil Cinta Terlarang
-
Kecelakaan Maut di Lampu Merah Pandaan: Kontainer Blong Sapu Antrean Motor, 3 Nyawa Melayang
-
Gubernur Khofifah & Pangdam V/Brawijaya Lepas Karnaval Budaya di Bangkalan: Bakti TNI untuk Negeri