Wakos Reza Gautama
Kamis, 11 Juni 2026 | 18:44 WIB
Elemen mahasiswa dan masyarakat sipil saat menyampaikan pernyataan sikap mengenai kondisi ekonomi di depan FEB Unair, Kamis (11/6/2026). [Suara.com/Dimas Angga]
Baca 10 detik
  • BEM FEB Unair menyampaikan pernyataan sikap mendesak pemerintah menindaklanjuti tujuh rekomendasi ekonom di kampus Unair pada Kamis, 11 Juni 2026.
  • Mahasiswa menuntut evaluasi APBN, independensi lembaga negara, serta perbaikan regulasi demi menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan publik nasional.
  • Aksi tersebut bertujuan mengkritisi kondisi ekonomi dan mendesak pemerintah agar menyusun kebijakan berbasis riset serta data yang akurat.

Meski menyampaikan kritik keras terhadap arah kebijakan pemerintah, BEM FEB Unair menegaskan kegiatan tersebut bukan aksi demonstrasi.

Mereka memilih jalur pernyataan sikap sebagai bentuk awal konsolidasi dan pendidikan publik mengenai kondisi ekonomi nasional. Namun demikian, mahasiswa membuka peluang langkah lanjutan apabila situasi dinilai semakin mendesak.

"Untuk saat ini kegiatan berhenti pada penyampaian pernyataan sikap. Tetapi jika kondisi semakin urgen, kami akan melakukan konsolidasi kembali untuk menentukan langkah berikutnya," ujarnya.

Uniknya lagi, dalam aksi tersebut, BEM FEB Unair juga menyediakan tempat curhat pada 3 tokoh, diantaranya Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan menyediakan cermin panjang dan ditempelkan foto Prabowo dengan berbagai gaya dan disediakan microphone guna merekam ucapan para mahasiswa.

Ada pula Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya yang yang ditempelkan di pohon dengan dibubuhi tulisan, "Sampaikan harapan anda ke Pak Purbaya".

Terakhir, ditujukan pada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang, yang juga ditempelkan di pohon.

Kontributor : Dimas Angga Perkasa

Load More