Wakos Reza Gautama
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:25 WIB
Tim gabungan dari kepolisian, TNI, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masih melakukan pencarian terhadap seorang nelayan asal Pulau Raas yang dilaporkan hilang saat melaut. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Nelayan bernama Amsuri menghilang saat melaut di perairan Pulau Raas, Sumenep, pada Senin pagi, 15 Juni 2026.
  • Warga menemukan perahu kosong milik Amsuri di perairan dekat Pelabuhan Talebuk pada Selasa dini hari, 16 Juni.
  • Tim gabungan terus melakukan operasi pencarian intensif di sekitar perairan Raas, namun korban belum berhasil ditemukan hingga kini.

SuaraJatim.id - Amsuri (55), nelayan asal Dusun Kropoh, menghilang tanpa jejak, meninggalkan perahu dayung kesayangannya mengapung sepi di tengah riak gelombang perairan Pulau Raas, Sumenep, Senin pagi (15/6/2026).

Sekitar pukul 08.00 WIB, cuaca sebenarnya cukup bersahabat. Matahari bersinar cerah saat Amsuri mendorong perahu jenis losongan-nya menjauh dari bibir pantai.

Tak ada firasat buruk. Namun, hingga senja berganti malam, sosok pria paruh baya itu tak kunjung tampak di ufuk barat.

Keresahan sang istri, Ervani, memuncak saat suaminya tak juga menginjakkan kaki di rumah. Bersama warga, ia melewati malam dengan penuh kecemasan, menanti kabar yang tak kunjung tiba.

Titik terang, yang sekaligus membawa duka, muncul pada Selasa dini hari. Sekitar pukul 04.00 WIB, warga melihat sebuah benda mengapung tak jauh dari Pelabuhan Talebuk.

Saat didekati, perahu itu kosong. Tak ada Amsuri di sana. Hanya alat tangkap dan keheningan yang tersisa di atas kayu perahu yang diidentifikasi sah milik korban.

"Keluarga sudah memastikan bahwa perahu itu memang milik Amsuri. Lokasi penemuannya sekitar 500 meter di utara Pelabuhan Rakyat Desa Kropoh," ungkap Kapolres Sumenep, AKBP Anang Hardiyanto, Selasa (16/6/2026) malam.

Sejak temuan perahu tak bertuan itu, operasi penyelamatan digelar. Tim gabungan dari Polri, TNI, Basarnas, BPBD, hingga komunitas nelayan setempat bersatu melawan waktu. Mereka menyisir setiap sudut perairan, memetakan arus, dan menyebar informasi ke kapal-kapal yang melintas.

Meski tinggi gelombang dilaporkan hanya berkisar 0,55 hingga 0,75 meter, tergolong tenang untuk ukuran laut Jawa, namun keberadaan Amsuri tetap menjadi teka-teki.

Baca Juga: Ombak 2,5 Meter, Nelayan Prigi Terpaksa Menepi di Tengah Musim Ikan

Tim SAR telah menyusun Search and Rescue Map untuk mempersempit area penyisiran, namun hingga berita ini diturunkan, laut belum juga memberikan jawaban.

"Hingga pukul 20.30 WIB, tim masih terus melakukan pencarian di perairan Raas. Sayangnya, nelayan yang dilaporkan hilang tersebut masih belum ditemukan," tutup AKBP Anang. (ANTARA)

Load More