Wakos Reza Gautama
Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:33 WIB
Ilustrasi UNAIR. Pihak Universitas Airlangga Surabaya menyelidiki rekaman video asusila mahasiswanya yang beredar luas selama masa libur perkuliahan. [unair.ac.id]
Baca 10 detik
  • Pihak Universitas Airlangga Surabaya menyelidiki rekaman video asusila mahasiswanya yang beredar luas selama masa libur perkuliahan.
  • Komisi Etik memanggil mahasiswa bersangkutan beserta orang tua untuk mendalami perilaku melanggar norma di lingkungan kampus tersebut.
  • Kampus akan memberikan sanksi tegas hingga pemecatan kepada seluruh pihak yang terlibat merekam serta mengedarkan video asusila tersebut.

SuaraJatim.id - Dinding akademik Universitas Airlangga (Unair) Surabaya diguncang kabar tak sedap. Sebuah rekaman video asusila berdurasi 2 menit 15 detik yang melibatkan mahasiswanya beredar luas.

Tak butuh waktu lama bagi pihak rektorat untuk bereaksi keras. Kasus yang mencuat di tengah masa libur perkuliahan ini kini telah resmi diserahkan ke Komisi Etik Unair.

Langkah ini diambil guna memastikan bahwa setiap pelanggaran moral dan aturan kampus mendapatkan ganjaran yang setimpal.

Pihak kampus tidak hanya memanggil mahasiswa yang bersangkutan, tetapi juga menghadirkan orang tua mereka ke ruang pemeriksaan. Langkah ini diambil untuk mendalami latar belakang perilaku sang anak yang dinilai telah melampaui batas norma.

"Orang tua juga diperiksa. Karena anak ini masih berada di bawah pengawasan orang tua, makanya kami datangkan untuk pendalaman perilakunya," ungkap Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol Unair, Pulung Siswantara, Jumat (19/6/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Penyelidikan internal Unair dipastikan tidak akan berhenti pada sepasang mahasiswa yang berada di dalam video tersebut.

Radar tim pemeriksa kini juga mengarah pada sosok orang ketiga yang berada di lokasi kejadian serta mereka yang memicu kegaduhan di dunia maya.

Diketahui dalam rekaman tersebut, aksi tak pantas itu dilakukan di sebuah ruangan dan diduga direkam oleh rekan mereka sendiri.

"Tentunya semua pihak yang mengambil (merekam) atau mengedarkan video juga akan kami periksa semuanya," tegas Pulung.

Baca Juga: Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo

Meski aktivitas perkuliahan saat ini sedang vakum karena masa liburan, namun "mesin" keadilan di Unair terus bekerja.

Pulung menegaskan bahwa tidak ada ruang toleransi bagi siapa pun yang merusak marwah institusi dengan perilaku amoral.

Keputusan akhir mengenai nasib para mahasiswa tersebut kini bergantung sepenuhnya pada hasil sidang Komisi Etik. Sanksi tegas, mulai dari skorsing hingga pemecatan sebagai mahasiswa, membayangi mereka yang terlibat.

"Sanksi akan dikeluarkan oleh Komisi Etik setelah pemeriksaan selesai. Kami tidak menoleransi segala bentuk pelanggaran aturan maupun etika," pungkasnya.

Load More