SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meraih penghargaan sebagai Kepala Daerah yang berhasil memimpin percepatan penurunan stunting dari Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi).
Pasalnya, sejak tahun 2019 hingga 2024, di bawah kepemimpinan Gubernur Khofifah, capaian prevalensi stunting berhasil diturunkan hingga berada di angka 14,7% pada tahun 2024.
Tidak hanya itu, Persagi juga menilai Gubernur Khofifah memiliki komitmen yang kuat dan disertai inovasi kebijakan lintas sektor yang berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas hidup dan masa depan anak-anak Jawa Timur.
Secara khusus penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Persagi Doddy Izwardy pada Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono yang mewakili Gubernur Khofifah dalam acara Pembukaan Temu Ilmiah Nasional (TIN) II Persatuan Ahli Gizi Indonesia Tahun 2026 di The Trans Luxury Hotel Surabaya, Jumat (3/7/2026).
"Alhamdulillah, komitmen Jatim dalam percepatan penurunan stunting terus menunjukkan hasil positif. Dan kami bersyukur bahwa kami hari ini menerima penghargaan dari Persagi,” kata Gubernur Khofifah di sela kunjungan kerja di Banyuwangi.
“Bukan hanya untuk kami, penghargaan ini saya juga sebagai apresiasi untuk seluruh stakeholder yang selama ini memiliki komitmen yang sama untuk terus menurunkan angka prevalensi stunting di Jatim," kata Khofifah.
Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2024, prevalensi stunting turun dari 17,7 persen pada tahun 2023 menjadi 14,7 persen pada tahun 2024. Capaian ini menempatkan Jawa Timur sebagai terbaik di pulau jawa dan terbaik kedua secara nasional setelah Bali dalam penurunan stunting.
Khofifah mengungkapkan bahwa capaian penurunan angka stunting juga merupakan hasil sinergi dan kolaborasi dari banyak pihak di Jawa Timur. Oleh sebab itu, Khofifah menyebut bahwa sinergi dan kolaborasi banyak pihak ini harus terus dijaga demi melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul.
"Keberhasilan Jatim menurunkan angka prevalensi stunting ini dilakukan oleh banyak pihak, bersama-sama bergandengan tangan _nyengkuyung,_ mulai dari Bappeda, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, TP PKK Jatim, BKKBN, DP3AK, Perindag" jelasnya.
Baca Juga: Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit
Kolaborasi dan sinergi banyak pihak juga didukung dengan berbagai inovasi yang dilakukan untuk menurunkan angka stunting. Inovasi-inovasi tersebut diantaranya Pemberian konseling dari pintu ke pintu, Pendampingan bagi Ibu hamil kurang energi kronis, Jawa Timur Tanggap Terhadap Ibu Hamil Resiko Stunting.
"Banyak inovasi yang dilakukan untuk dapat menurunkan angka stunting, tidak hanya bagi ibu hamil tetapi juga ada inovasi yang memberikan pembekalan bagi para calon pengantin, ini salah satu langkah antisipatif yang dilakukan agar calon pengantin paham sehingga mereka bisa menjaga, mencegah sejak sebelum kehamilan terjadi," jelasnya.
Sementara itu kepada Persagi, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diberikan. Menurutnya, profesi ahli gizi saat ini memegang peran penting untuk menyukseskan program MBG.
"Para ahli gizi, menjadi ujung tombak bagaimana pemenuhan gizi di setiap menu MBG yang disajikan," ujarnya.
Orang nomor satu di Jatim ini juga menyampaikan pentingnya ahli gizi dalam memantau dan melakukan pengawasan terhadap setiap menu yang menjadi hidangan MBG. Tujuannya agar hidangan yang disajikan memiliki standar gizi yang sesuai.
"Memang setiap SPPG ada di bawah pengawasan dari ahli gizi yang sesuai klasifikasi dan terverifikasi, tidak berarti 1 SPPG 1 ahli gizi tapi bisa 1 ahli gizi memberikan pengawasan untuk beberapa SPPG," jelasnya.
Berita Terkait
-
Khofifah Apresiasi BBIB Singosari atas Keberhasilan Produksi Semen Beku Sapi Wagyu dan Belgian Blue
-
RSUD Dr Soetomo Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan
-
Jatim Sumbang 51% Produksi Gula Nasional, Khofifah Genjot Produktivitas Lewat Program Bongkar Ratoon
-
Pemprov Jatim Tegaskan Pembagian Kupon Jalan Sehat Telah Sesuai Prosedur Panitia
-
Gubernur Khofifah Buka Jambore Perhutanan Sosial di Madiun: Dorong KUPS dan Penguatan Agroforestri
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Bakar Ban dan Blokade Jalan! Massa Geruduk Polda Jatim Pertanyakan Kasus Pemalsuan Merek
-
BRI dan KPK Cetak Agen Perubahan Antikorupsi 2026
-
Bucin! Takut Diputus Cinta oleh Kekasih, Wanita Asal Malang Nekat Bikin Laporan Palsu ke Polisi
-
Sopir Towing Ngantuk di Lajur Cepat, 5 Kendaraan Tabrakan Karambol di Tol Sumo
-
Kabar Duka: Nyai Hj Mahfudhoh Putri Pendiri NU KH Wahab Chasbullah Wafat di Usia 82 Tahun