- Pemimpin Redaksi Suara.com Suwarjono menyatakan kunjungan media daring anjlok 46 persen dalam setahun terakhir pada Jatim Media Summit 2026 di Hotel Whiz Luxe, Kamis (30/7/2026).
- Suwarjono menyampaikan bahwa penurunan trafik tersebut memaksa media bertransformasi dari sekadar mengejar klik iklan menjadi perusahaan pengetahuan dan agensi kreatif.
- Ia menambahkan bahwa media lokal harus berkolaborasi agar konten kredibel mereka menjadi sumber rujukan utama bagi mesin kecerdasan buatan.
SuaraJatim.id - Angka itu terpampang nyata dan mengerikan. 46 persen. Itulah rata-rata terjun bebasnya kunjungan ke media daring dalam setahun terakhir.
Bagi industri media, ini bukan sekadar penurunan performa bulanan, melainkan lonceng kematian bagi model bisnis lama yang selama ini mendewakan traffic dan klik.
Di tengah badai disrupsi yang tak kenal ampun ini, Jatim Media Summit 2026 menjadi panggung bagi sebuah peringatan keras.
"Ini bukan sekadar krisis yang lewat, tapi perubahan zaman. Kalau tak berubah, kita tinggal kenangan," tegas Suwarjono, Pemimpin Redaksi Suara.com, saat membuka Jatim Media Summit 2026 di Hotel Whiz Luxe, Kamis (30/7/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Zaman ketika media hanya hidup dari menjual ruang iklan di sela-sela berita sudah usang. Suwarjono menyoroti realita pahit bahwa jurnalisme kini telah bergeser menjadi biaya operasional yang mahal, sementara kran iklan konvensional dan dukungan pemerintah daerah kian mengering.
Solusinya? Beyond media. Media harus berani melangkah keluar dari zona nyaman hanya membuat berita. Kini, keberlangsungan hidup media bergantung pada kemampuannya bertransformasi menjadi agensi kreatif, pengelola komunitas, penyedia riset data, hingga konsultan manajemen media sosial.
Menariknya, di tengah ancaman Kecerdasan Buatan (AI), Suwarjono justru melihat celah harapan. Jika satu dekade terakhir jurnalis diperbudak oleh SEO (Search Engine Optimization), kini muncul raja baru bernama GEO (Generative Engine Optimization).
Mesin AI seperti ChatGPT atau Gemini sangat lapar akan konten berkualitas. Mereka membutuhkan data lapangan yang asli dan terverifikasi, sesuatu yang hanya dimiliki oleh jurnalisme kredibel.
Media lokal yang punya akses langsung ke peristiwa daerah akan menjadi rujukan utama AI. Namun, ada syaratnya. Media harus berkolaborasi.
Baca Juga: Jatim Media Summit 2026: Strategi Go Global Menekraf Ubah Karya Jadi Cuan Lewat HAKI
"Mesin AI biasanya hanya mengambil referensi dari lima hingga tujuh sumber tepercaya. Kita harus bersatu agar konten kita menjadi pilihan utama saat pengguna mengetikkan prompt," jelasnya.
Suwarjono memetakan evolusi media dalam lima babak besar yang mencengangkan:
- Media 1.0 - 3.0: Masa transisi dari koran satu arah hingga era kreator konten pascapandemi.
- Media 4.0: Era saat ini, di mana orang tak lagi mengklik tautan, melainkan langsung bertanya pada AI.
- Media 5.0 (Invisible Media): Masa depan di mana media menjadi "tak kasat mata". Informasi tak lagi dicari, melainkan tersaji otomatis di layar kendaraan, asisten suara di rumah, hingga perangkat pintar lainnya.
Pada fase 5.0, platform fisik mungkin menghilang, namun "isi" tetap menjadi raja. Pengetahuan mendalam, konteks utuh, dan akurasi data adalah amunisi yang tak bisa digantikan oleh robot mana pun.
Menutup orasinya, Suwarjono memberikan pesan penutup yang reflektif. Kekuatan sejati media bukanlah pada seberapa banyak orang yang membaca hari ini, melainkan pada seberapa besar orang percaya pada merek media tersebut.
"AI tidak akan membunuh media. Yang akan membunuh media adalah jika kita enggan berubah," tegasnya.
Berita Terkait
-
Jatim Media Summit 2026: Strategi Go Global Menekraf Ubah Karya Jadi Cuan Lewat HAKI
-
Strategi Hexahelix Menteri Ekraf Jadikan Jatim Media Summit Pintu Gerbang Pasar Global
-
Pemprov Jatim Raih 2 Penghargaan Garuda AI Impact Summit
-
Buka Pameran Surabaya Hospital Expo XX 2026, Khofiah Dorong RS di Jatim Adaptif Terhadap AI
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Kemenkum Tegaskan Penutupan Situs Tak Bisa Asal, Aduan Pelanggaran Hak Cipta Harus Lewati Verifikasi
-
Dwi Bagus Jagal Sadis Madiun: Si Pintar Lulusan ITB Diburu Korporasi Asing dengan Gaji 9 Juta/Hari
-
Detik-detik Honda CR-V Membara di Tol Jomo: Pengemudi 61 Tahun Lolos dari Kepungan Api
-
PG Jatiroto Buka Suara soal Dugaan Penggelapan 75 Ton Gula, Kerugian Pembeli Capai Rp1,2 Miliar
-
Ada 102 Perusahaan: Simak Jadwal, Syarat, dan Link Daftar Job Fair Jatim 2026