Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani
Selasa, 18 Agustus 2026 | 11:58 WIB
(Dok: Pemprov Jatim)

SuaraJatim.id - Ribuan masyarakat mengikuti rangkaian Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, mulai dari pengibaran hingga penurunan Bendera Merah Putih dengan antusias di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (17/8/2026).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang hadir dan mengikuti rangkaian peringatan kemerdekaan dengan tertib, khidmat, serta penuh semangat. Total 4.000 masyarakat umum mendapatkan undangan untuk mengikuti upacara pengibaran maupun penurunan Sang Merah Putih di Gedung Negara Grahadi.

Khofifah menilai, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan memiliki tempat yang kuat di hati masyarakat. Bahkan, sebagian masyarakat memilih hadir pada dua rangkaian upacara sekaligus, yakni pengibaran pada pagi hari dan penurunan bendera pada sore hari.

(Dok: Pemprov Jatim)

“Antusiasme masyarakat setiap tahunnya sangat luar biasa. Ada yang ikut pagi saja, ada yang sore saja. Bahkan ada yang keduanya, sesuai undangan yang mereka dapatkan melalui akses on line” ujar Gubernur Khofifah usai memimpin Upacara Penurunan Bendera HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Grahadi.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang hadir. Alhamdulillah semuanya kondusif, khidmat dan lancar. Ini menunjukkan bahwa semangat untuk merayakan sekaligus memaknai kemerdekaan RI  begitu kuat di tengah masyarakat Jawa Timur,” imbuhnya.

Khofifah menambahkan, kehadiran masyarakat secara langsung bukan sekadar untuk menyaksikan prosesi upacara. Lebih dari itu, partisipasi tersebut merupakan bentuk rasa memiliki sekaligus ekspresi kuatnya nasionalisme, kecintaan terhadap bangsa dan negara.

“Kehadiran masyarakat dari berbagai latar belakang usia dan profesi menciptakan atmosfer persatuan yang begitu hangat. Banyak di antara mereka mengenakan busana adat Nusantara. Sangat indah dan sangat meriah. Inilah Indonesia, berbeda-beda tetapi dipersatukan oleh kecintaan yang sama kepada Merah Putih,” ungkapnya.

Menurut Khofifah, semangat kebangsaan yang ditunjukkan masyarakat merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga persatuan sekaligus memperkuat ketahanan bangsa. Karena itu, semangat tersebut harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Semangat masyarakat yang kita lihat hari ini menjadi pengingat bahwa masyarakat Jawa Timur memiliki keyakinan, kebanggaan sekaligus kecintaan yang kuat kepada Tanah Air Indonesia. Ini merupakan modal sosial yang sangat penting untuk menjaga persatuan dan memperkuat kedaulatan bangsa,” tegasnya.

Baca Juga: 8 Kontribusi BRI untuk Indonesia Dalam Momentum HUT ke-81 RI

Khofifah juga mengajak masyarakat tidak berhenti memaknai kemerdekaan sebagai perayaan tahunan. Momentum HUT ke-81 RI harus menjadi ruang refleksi sekaligus pengingat bahwa kemerdekaan yang dinikmati saat ini merupakan hasil perjuangan panjang para pahlawan dan pendiri bangsa.

Mengacu pada tema HUT ke-81 RI, “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Khofifah mengatakan semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan melalui upaya bersama untuk memperkuat kedaulatan, menghadirkan keadilan sosial, serta mewujudkan kesejahteraan yang semakin merata bagi masyarakat.

Ia pun menegaskan, kedaulatan tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan. Kedaulatan juga harus diwujudkan melalui ketahanan pangan, kemandirian ekonomi, penguatan sumber daya manusia, serta ketahanan sosial dan budaya.

"Semangat masyarakat yang kita lihat hari ini menjadi pengingat bahwa masyarakat Jawa Timur adalah masyarakat yang penuh keyakinan, kebanggaan sekaligus kecintaan pada Tanah Air Indonesia. Ini adalah modal utama bagi kedaulatan itu sendiri," tegas Khofifah.

Ia melanjutkan, cita-cita keadilan dan kemakmuran membutuhkan kerja bersama, inovasi, konsistensi, serta kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat. Jawa Timur sebagai salah satu kekuatan ekonomi nasional memiliki posisi strategis untuk mengambil bagian dalam mewujudkan cita-cita tersebut.

"Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dinilai menjadi kunci utama terwujudnya Kedulatan," lanjutnya.

Load More