- Pasangan Halli dan Nayirah mendapati anak balitanya meninggal dunia karena tenggelam di kubangan air ladang tembakau Desa Bluuran, Sampang, pada Kamis, 20 Agustus 2026.
- Korban ditemukan mengapung dan tidak bernyawa setelah kakaknya melaporkan kejadian tersebut kepada orang tua mereka yang sedang bekerja di dekat lokasi.
- Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah murni, menolak proses visum, serta tidak mengajukan tuntutan hukum apa pun.
SuaraJatim.id - Matahari sedang terik-teriknya di Desa Bluuran, Kecamatan Karang Penang, Sampang, saat Halli (48) dan Nayirah (45) bergelut dengan rimbunnya daun tembakau.
Pasangan suami istri ini tengah sibuk menyiram tanaman dan memunguti ulat, berharap panen kali ini membawa berkah bagi keluarga. Namun, di balik rutinitas bertani itu, sebuah tragedi diam-diam mengintai.
Hanya berjarak sekitar 100 meter dari tempat mereka bekerja, putra kecil mereka yang berinisial F (balita), ditemukan terbujur kaku di dalam kubangan penampungan air.
Keheningan siang itu pecah ketika UL (15), kakak korban, berlari kencang menuju ladang. Dengan suara bergetar, ia mengabarkan pemandangan mengerikan yang baru saja dilihatnya di kolam penampungan air.
Halli dan Nayirah seketika melepas peralatan tani mereka. mereka berlari menuju titik lokasi yang berjarak 100 meter.
Namun, takdir berkata lain. Setibanya di pinggir kubangan berukuran 1,5 x 2 meter itu, mereka mendapati tubuh mungil F sudah mengapung tak bergerak di permukaan air yang dalamnya hanya satu meter.
"Korban ditemukan oleh orang tuanya sendiri dalam kondisi sudah tidak bergerak di dalam kubangan air," ujar Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, Kamis (20/8/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Polisi menduga, F telah berada di dalam air selama beberapa waktu sebelum ditemukan. Luputnya pengawasan dalam hitungan menit di area pertanian sering kali menjadi celah fatal bagi keselamatan anak-anak.
Meski pihak keluarga segera mengevakuasi dan melarikan F ke fasilitas kesehatan terdekat, nyawa balita malang itu tak lagi tertolong.
Baca Juga: Ceria Mandi di Sungai Berujung Duka bagi Bocah Kelas 3 SD di Mojokerto
Dokter menyatakan F telah meninggal dunia, meninggalkan duka yang tak terlukiskan bagi kedua orang tuanya yang sedang berjuang mencari nafkah di ladang saat kejadian berlangsung.
Kisah pilu dari Bumi Madura ini berakhir dengan keikhlasan yang menyesakkan. Halli dan istrinya memilih untuk tidak menyalahkan siapa pun. Mereka menyadari bahwa peristiwa ini adalah musibah yang tak terelakkan. Pihak keluarga secara resmi menolak proses visum maupun tuntutan hukum apa pun.
"Pernyataan tersebut telah dituangkan dalam surat pernyataan keluarga yang diketahui oleh pemerintah desa setempat," tambah AKP Eko.
Berita Terkait
-
Ceria Mandi di Sungai Berujung Duka bagi Bocah Kelas 3 SD di Mojokerto
-
Drama Utang Rp300 Juta di Sampang: Hayat yang Disekap dan Dianiaya Tetangga Sendiri
-
Tragedi Menyalip di Sampang: Ibu Muda Tewas Terhempas, Bayi 8 Bulan Alami Patah Tulang
-
Duel Berdarah di Sampang: Tak Terima Ibu Dipacari Lansia, Anak Nekat Carok
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Bakar Ban dan Blokade Jalan! Massa Geruduk Polda Jatim Pertanyakan Kasus Pemalsuan Merek
-
BRI dan KPK Cetak Agen Perubahan Antikorupsi 2026
-
Bucin! Takut Diputus Cinta oleh Kekasih, Wanita Asal Malang Nekat Bikin Laporan Palsu ke Polisi
-
Sopir Towing Ngantuk di Lajur Cepat, 5 Kendaraan Tabrakan Karambol di Tol Sumo
-
Kabar Duka: Nyai Hj Mahfudhoh Putri Pendiri NU KH Wahab Chasbullah Wafat di Usia 82 Tahun