- Saimah meninggal dunia setelah motornya menyenggol truk dan tertabrak dump truck di Sampang, Selasa (28/7/2026).
- Bayi berusia delapan bulan yang dipeluk korban selamat dari kecelakaan maut tersebut namun mengalami patah tulang.
- Satlantas Polres Sampang telah mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat beserta dua pengemudi untuk proses hukum.
SuaraJatim.id - Saimah (26), warga Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, mengembuskan napas terakhirnya setelah terlibat kecelakaan karambol yang melibatkan tiga kendaraan di Jalan Raya Desa Daleman, Kecamatan Kedungdung, Selasa (28/7/2026).
Di pelukannya saat kejadian, ada sang buah hati yang masih berusia delapan bulan, sosok kecil yang kini harus menanggung luka berat akibat benturan keras di aspal jalanan Sampang.
Kecelakaan bermula saat Saimah yang mengendarai Honda Vario bernomor polisi M 3495 NV melaju di belakang sebuah truk yang dikemudikan oleh Slamet Waluyo (52). Mencoba mengejar waktu, Saimah berupaya mendahului truk yang tengah melaju dengan kecepatan rendah tersebut.
Namun, perhitungan matang yang diharapkan justru berujung duka. Sepeda motor korban diduga menyenggol bagian belakang bak truk.
Senggolan kecil itu berakibat fatal. Motor oleng seketika, membuat Saimah dan bayinya terlempar ke sisi kanan jalan.
"Nahas, pada saat yang bersamaan, sebuah dump truck melaju dari arah berlawanan," ungkap Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Abd Aziz (45), pengemudi dump truck dari arah berlawanan, tak punya banyak pilihan. Jarak yang sudah terlalu dekat membuat rem sedalam apa pun tak mampu menghentikan laju kendaraan besar tersebut. Benturan tak terelakkan.
Saimah mengalami luka serius pada bagian dahi, paha, dan jemari tangannya. Meski sempat dilarikan ke Puskesmas Kedungdung dalam upaya penyelamatan darurat, nyawanya tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia di tengah upaya medis yang maksimal.
Di sisi lain, keajaiban kecil menyertai sang bayi. Meski selamat dari maut, bayi berusia delapan bulan tersebut harus mengalami patah tulang pada lengan kanannya. Tangisan pilu pecah saat ia harus dirujuk ke RSUD Sampang untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca Juga: Tragedi Subuh di Pasuruan: Truk Muatan Kertas Raksasa Tewaskan 4 Orang
Kini, suasana di lokasi kejadian telah kembali normal, namun proses hukum terus berjalan. Unit Gakkum Satlantas Polres Sampang telah mengamankan seluruh kendaraan yang terlibat, termasuk dua pengemudi truk untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
"Seluruh kendaraan dan pengemudi sudah kami amankan guna kepentingan penyelidikan dan proses hukum," pungkas AKP Eko Puji.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun