- Pemerintah Kota Surabaya membantah temuan limbah jarum suntik liar di media sosial milik RSUD Eka Candrarini.
- Dinas Kesehatan menemukan perbedaan prosedur medis dan merek alat suntik yang tidak sesuai standar rumah sakit.
- Dinas Lingkungan Hidup Surabaya kini sedang melacak klinik di sekitar lokasi guna mengusut tuntas kasus pembuangan limbah tersebut.
SuaraJatim.id - Jagat maya baru-baru ini digegerkan oleh unggahan viral yang memperlihatkan temuan limbah medis berupa jarum suntik yang tercecer di tempat yang tidak semestinya.
Kabar ini seketika memicu kekhawatiran publik akan bahaya infeksi dan pencemaran lingkungan. Nama RSUD Eka Candrarini (EC) Surabaya pun terseret dalam pusaran spekulasi netizen.
Namun, Pemerintah Kota Surabaya bergerak cepat menepis tudingan tersebut. Melalui investigasi mendalam, pihak berwenang memastikan bahwa jarum-jarum suntik liar itu bukanlah milik rumah sakit plat merah tersebut.
Ada fakta-fakta teknis yang menunjukkan bahwa tuduhan di media sosial tersebut meleset dari sasaran.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, membeberkan kejanggalan pada limbah yang ditemukan.
Dalam dunia medis profesional, ada prosedur baku yang sangat ketat yakni jarum harus dipisahkan dari alat suntiknya (disposable) dan dimasukkan ke dalam kotak kuning khusus untuk mencegah risiko tertusuk.
"Limbah medis yang ditemukan itu kondisinya masih gandeng semua (jarum dan alat suntik belum dilepas). Di RSUD EC, setiap habis pakai, jarum langsung dilepas masuk kotak kuning. Jadi, secara prosedur saja sudah sangat berbeda," tegas dr. Billy, Rabu (26/8/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Tak hanya soal prosedur, bukti paling telak ditemukan pada fisik barang. Setelah dicek, merek spuit atau alat suntik yang viral tersebut ternyata tidak pernah ada dalam daftar pengadaan barang di RSUD EC. "Kami tidak pernah menggunakan maupun membeli merek tersebut," tambahnya singkat.
Senada dengan Diskes, Direktur Utama RSUD EC, dr. Listyorini Rarasingtyas, menjamin bahwa rumah sakitnya tidak mungkin membuang limbah sembarangan.
Baca Juga: Rekor MURI Esther Irawati: Profesor AI Perempuan Termuda RI yang Perangi Hoaks Lewat Mata Digital
Seluruh sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) mereka dikelola secara profesional melalui kerja sama dengan PT Wastec International.
Keamanan ini bahkan dipantau langsung oleh pusat melalui sistem Festronik milik Kementerian Lingkungan Hidup. Setiap kotak limbah tajam ditimbang dengan saksama sebelum diangkut.
"Kita tidak pernah membuang limbah medis ke luar. Semua diambil, ditimbang, dan dicatat secara resmi oleh pihak pengelola," jelas dr. Listyorini.
Lantas, dari mana asal jarum suntik liar tersebut? Teka-teki ini kini sedang digarap serius oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya.
Kepala DLH Surabaya, M. Fikser, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan DLH Sidoarjo untuk melacak jejak pembuang limbah nakal tersebut.
Radar pemeriksaan kini mengarah kepada sejumlah klinik yang dicurigai berada di sekitar area temuan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Tragedi KM Virgo di Masalembo: Tiga Warga Jember Masih Hilang, Petugas Kumpulkan Data Fisik DVI
-
Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
-
Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa
-
Teror Cicilan Pinjol, Pemuda di Tulungagung Ditemukan Meninggal Usai Pamit ke Kekasih
-
BRI Ukir Prestasi di Industri Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026