Temuan limbah medis berupa jarum suntik yang viral di media sosial (medsos) mendapat perhatian Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pemkot memastikan pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Eka Candrarini (EC) telah dilakukan sesuai prosedur. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
- Pemerintah Kota Surabaya membantah temuan limbah jarum suntik liar di media sosial milik RSUD Eka Candrarini.
- Dinas Kesehatan menemukan perbedaan prosedur medis dan merek alat suntik yang tidak sesuai standar rumah sakit.
- Dinas Lingkungan Hidup Surabaya kini sedang melacak klinik di sekitar lokasi guna mengusut tuntas kasus pembuangan limbah tersebut.
"Kami akan panggil semua pihak yang terlibat, termasuk mendalami klinik-klinik yang kami curigai. Kami pastikan temuan ini akan diusut tuntas," pungkas Fikser.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Tragedi KM Virgo di Masalembo: Tiga Warga Jember Masih Hilang, Petugas Kumpulkan Data Fisik DVI
-
Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
-
Jaga Mama Ya: Pesan Terakhir Mualim KM Virgo Sebelum Hilang di Laut Jawa
-
Teror Cicilan Pinjol, Pemuda di Tulungagung Ditemukan Meninggal Usai Pamit ke Kekasih
-
BRI Ukir Prestasi di Industri Olahraga, Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026