- KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi menerima mandat pencalonan Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.
- Gus Kikin yang merupakan cicit pendiri NU memiliki rekam jejak memimpin Pesantren Tebuireng dan organisasi wilayah Jawa Timur.
- Dalam pencalonannya, Gus Kikin memilih fokus memperkuat fondasi organisasi melalui adab, sanad keilmuan, serta silaturahmi ke berbagai daerah.
“Ini bukan keinginan pribadi beliau. Kita tanya beliau siap atau tidak, katanya siap. Murni pendapat PCNU. Alhamdulillah seluruh PCNU bersama PWNU satu garis mengusung kiai,” kata KH Matin.
Menurut dia, Gus Kikin memiliki kombinasi antara garis keturunan pendiri NU, pengalaman organisasi, serta karakter kepemimpinan yang dinilai dapat menjadi modal menghadapi tantangan NU ke depan.
“Selain dzurriyah KH M Hasyim Asy’ari, Gus Kikin juga memiliki pengalaman organisasi yang matang, bahkan hingga PBNU. Sosoknya juga teduh, tidak gaduh, dan mementingkan ukhuwah,” katanya.
Mandat itu diterima Gus Kikin dengan sikap yang jauh dari retorika perebutan kekuasaan.
“Ini amanah, bukan niat pribadi.” Pernyataan tersebut menjadi garis besar sikap Gus Kikin dalam menghadapi kontestasi Muktamar ke-35 NU. Jika dipercaya muktamirin, ia menyatakan siap menjalankan amanah tersebut.
Alih-alih menggelar kampanye terbuka dengan manuver politik yang mencolok, Gus Kikin memilih memperbanyak silaturahmi.
Ia menyambangi pesantren-pesantren di Jawa Timur dan bertemu sejumlah tokoh serta kiai di berbagai daerah, termasuk Makassar.
Menawarkan NU yang Kembali ke Fondasi
Di tengah dinamika internal yang mengiringi Muktamar ke-35 NU, gagasan Gus Kikin bertumpu pada penguatan kembali fondasi organisasi.
Baca Juga: Tagih Utang ke Gus Yahya, Presiden Prabowo: Beri Saya Kartu NU, Saya Datang Lagi!
Salah satunya adalah menghidupkan kembali Qanun Asasi sebagai dokumen dasar NU. Ia juga mendorong NU tetap berpijak pada adab, persatuan, sanad keilmuan, serta politik kebangsaan.
Pesan tersebut menjadi relevan ketika NU menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan sosial, ekonomi, pendidikan, hingga dinamika politik kebangsaan.
Bagi Gus Kikin, kebesaran NU tidak semestinya hanya diukur dari besarnya struktur organisasi, jumlah warga, atau pengaruh politik.
Kekuatan utama NU tetap berada pada tradisi keilmuan, pesantren, adab, ukhuwah, dan kemampuan organisasi menjawab perubahan zaman tanpa kehilangan akar sejarahnya. Di titik inilah posisi Gus Kikin menjadi menarik.
Ia datang dari Tebuireng, pesantren yang menjadi bagian penting dari sejarah kelahiran NU. Ia membawa garis keturunan KH Hasyim Asy’ari, tetapi sekaligus memiliki pengalaman memimpin organisasi modern dan mengelola dunia usaha.
Kontributor : Dimas Angga Perkasa
Berita Terkait
-
Tagih Utang ke Gus Yahya, Presiden Prabowo: Beri Saya Kartu NU, Saya Datang Lagi!
-
Gus Yahya Tegaskan NU Tak Bisa Jalan Sendiri, Harus Perkuat Kerja Sama dengan Pemerintah
-
Bukan Sekadar Ormas: Di Hadapan Prabowo-Gibran, Gus Yahya Tegaskan NU Penyangga Utama NKRI
-
Muktamar NU ke-35 Kembali ke Akar Sejarah KH Wahab Hasbullah, Dibungkus Inovasi Modern
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
BPBD Kabupaten Malang Tangani Banjir dan Longsor di Sejumlah Kecamatan
-
Banjir dan Longsor Terjang Malang Selatan, Sejumlah Akses Jalan Terputus
-
Longsor Rusak Pagar dan Plengsengan SDN 2 Pandean Trenggalek
-
Atap Honda Civic Ringsek Dihantam Pohon Tumbang di Tulungagung, 2 Korban Lolos dari Maut
-
Terbongkar! Kelangkaan BBM di Jatim Ternyata Ulah Mafia: Negara Boncos Rp35 M, Pelaku Dijerat TPPU