Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:11 WIB
Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrahman mengimbau seluruh elemen masyarakat dan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjaga kedamaian dan suasana persaudaraan selama berlangsungnya forum tertinggi organisasi tersebut. [Sadam/ MUI Digital]
Baca 10 detik
  • Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman mengimbau masyarakat menjaga kedamaian pada Muktamar ke-35 NU di Jombang, Kamis (27/8/2026).
  • Presiden Prabowo Subianto resmi membuka Muktamar ke-35 NU dan menekankan pentingnya sinergi pemerintah bersama organisasi keagamaan.
  • Pembukaan forum tertinggi Nahdlatul Ulama tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta sejumlah tokoh nasional.

SuaraJatim.id - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurrahman mengimbau seluruh elemen masyarakat dan peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjaga kedamaian dan suasana persaudaraan selama berlangsungnya forum tertinggi organisasi tersebut.

Imbauan itu disampaikan Dudung seusai menghadiri pembukaan Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu berharap perhelatan lima tahunan NU dapat berlangsung sejuk, damai, dan dilandasi sikap saling menghormati. Menurut dia, keterbukaan serta penghargaan terhadap perbedaan menjadi hal penting dalam menjaga persatuan warga jam'iyah.

"Ya doanya, masing-masing saling menghormati, saling menghargai. Siapapun nanti yang terpilih, mudah-mudahan ini menjadi keputusan yang terbaik bagi semuanya," ujar Dudung melansir laman MUI, Jumat (28/8/2026).

Dudung berharap Muktamar ke-35 NU dapat menghasilkan pemimpin yang mengedepankan kemaslahatan umat, menjaga persatuan, serta mampu bersinergi dengan pemerintah untuk kepentingan bangsa dan negara.

“Terkait dengan Muktamar kali ini, semoga Muktamar ini akan melahirkan pemimpin-pemimpin yang baru, pemimpin yang ukhuwah Islamiyah, pemimpin yang mendukung program pemerintah, pemimpin yang mengutamakan kepentingan masyarakat untuk kepentingan bangsa dan negara,” katanya.

Muktamar ke-35 NU secara resmi dibuka Presiden RI Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Prabowo menyinggung cita-cita besar para ulama pendiri NU yang menghendaki Indonesia menjadi bangsa yang bangkit, berdikari, serta mampu berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain.

Presiden juga menyoroti kuatnya semangat nasionalisme NU yang telah tumbuh sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaan. Salah satu jejaknya, menurut Prabowo, tercermin dalam lagu Syubbanul Wathan karya KH Wahab Hasbullah.

Menurut Prabowo, lagu tersebut diciptakan jauh sebelum Proklamasi Kemerdekaan 1945, ketika bentuk dan nama negara Indonesia belum ditetapkan secara pasti.

Baca Juga: Wapres Ma'ruf Amin Buka Suara Soal Adu Jotos di Munas HIPMI: Itu Darah Muda

“Namun, pemimpin religius sudah membuat lagu yang begitu patriotik dan nasionalis,” ujar Prabowo.

Ia mengatakan semangat yang terkandung dalam Syubbanul Wathan mencerminkan pandangan jauh ke depan para pendiri NU mengenai masa depan bangsa.

“Cita-cita pendiri NU sangat jelas, agar bangsa Indonesia bangkit, setara dengan bangsa lain, dan menjadi bangsa yang terhormat. Tidak ada bangsa yang terhormat tanpa kemakmuran, dan tidak ada kemakmuran tanpa keadilan,” katanya.

Prabowo menambahkan, sinergi antara pemerintah dengan organisasi kemasyarakatan keagamaan, termasuk NU dan Muhammadiyah, menjadi salah satu kunci menjaga stabilitas nasional sekaligus mendorong kebangkitan ekonomi.

Pemerintah, kata dia, juga berkomitmen memperkuat dan memberdayakan institusi pendidikan serta pesantren yang berada di bawah naungan organisasi-organisasi keagamaan besar.

“NU selalu hadir dalam setiap krisis bangsa dan selalu menentukan stabilitas keamanan Indonesia. Kalau bangsa ini mau bangkit dan aman, pemerintah harus selalu dekat dengan NU dan Muhammadiyah. NU kuat artinya Indonesia kuat, NU rukun artinya Indonesia rukun,” ujar Prabowo.

Load More