- Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menyatakan siap maju kembali pada Muktamar ke-35 NU tahun 2026 untuk menuntaskan program yang belum selesai.
- Gus Yahya telah mengantongi restu eksplisit dari sejumlah kiai sepuh setelah menjelaskan niat pencalonannya demi tanggung jawab moral organisasi.
- Ia menegaskan bahwa NU harus tetap independen dan tidak boleh dijadikan sebagai wahana konsolidasi politik kekuasaan pemerintah.
SuaraJatim.id - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf kembali menegaskan kesiapannya maju sebagai calon ketua umum pada Muktamar ke-35 NU tahun ini.
Namun, Gus Yahya menyebut pencalonan dirinya untuk periode kedua bukan semata-mata didorong ambisi mempertahankan jabatan. Ia mengaku masih memiliki “hutang” kepada NU karena sejumlah program yang dijanjikan pada Muktamar ke-34 di Lampung belum sepenuhnya dituntaskan.
Bagi Gus Yahya, hutang tersebut bukan sekadar persoalan organisasi, tetapi juga menyangkut pertanggungjawaban moral dan spiritual.
“Saya sudah menyatakan mencalonkan diri lagi ya sebetulnya karena alasan pribadi bahwa saya ingin hisab saya di hadapan Allah SWT itu beres. Selama lima tahun ini apa yang saya janjikan kepada muktamar di Lampung yang lalu, Muktamar ke-34 itu masih ada yang belum selesai,” kata Gus Yahya, Kamis (27/8/2026).
Ia mengibaratkan program-program yang belum selesai itu sebagai hutang yang harus dilunasi. Karena itu, ia meminta kesempatan untuk kembali memimpin PBNU agar agenda yang telah dimulai dapat diselesaikan.
“Itu berarti saya berhutang dan sebagai tanggung jawab seorang peminjam, saya wajib meminta kesempatan untuk melunasi hutang. Kalau nanti saya diberi tambahan waktu, insyaallah saya lunasi,” tegasnya.
Ingin Menuntaskan Fondasi Transformasi NU
Gus Yahya menilai agenda yang tengah dikerjakan PBNU bukan sekadar program jangka pendek. Ia menyebut sejumlah kebijakan yang dirintis selama kepemimpinannya merupakan bagian dari pembangunan fondasi transformasi organisasi.
Karena itu, menurut dia, kesinambungan menjadi penting agar fondasi yang telah dibangun dapat diteruskan hingga menghasilkan perubahan organisasi yang lebih kokoh.
Baca Juga: Tagih Utang ke Gus Yahya, Presiden Prabowo: Beri Saya Kartu NU, Saya Datang Lagi!
“Yang saya kerjakan ini adalah hal-hal yang sifatnya pondasi bagi transformasi ke depan. Saya yakin bahwa saya mampu meneruskan membangun konstruksi ini dari pondasi yang sudah ada menjadi bangunan yang baik,” ujarnya.
Ia bahkan mengingatkan adanya risiko apabila agenda tersebut diteruskan oleh pihak yang tidak memahami desain transformasi yang telah dibangun.
“Apabila yang meneruskan pembangunan konstruksi ini tidak memahami desain awal dari arsitektur transformasi organisasi ini, tentu ada potensi bahwa bangunan yang dihasilkan nanti kurang bisa diandalkan,” katanya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi alasan Gus Yahya meminta kesempatan untuk melanjutkan kepemimpinannya. Ia ingin proses transformasi yang telah dimulai tidak berhenti di tengah jalan akibat pergantian kepemimpinan.
Muktamar ke-35 NU sendiri diikuti 2.232 peserta dari 38 provinsi. Dari jumlah tersebut, terdapat 556 suara yang memiliki hak menentukan keputusan akhir.
Agenda muktamar mencakup laporan pertanggungjawaban PBNU, sidang komisi organisasi dan program, hingga pembahasan Bahsul Masail yang terbagi dalam tiga komisi, yakni Waqi'iyyah, Maudhu'iyyah, dan Qanuniyyah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
-
Harusnya Bisa Kenyang dan Sehat, 230 Siswa di Pati Malah Keracunan Usai Santap MBG
-
Drone Thermal Dikerahkan, SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau
Terkini
-
Pembukaan MTQ Nasional XXXI, Gubernur Khofifah Dukung Kafilah Jatim untuk Berikan Hasil Gemilang
-
Lima Tahun Holding UMi, BRI, Pegadaian, dan PNM Perkuat Ekonomi Kerakyatan
-
Jejak Sukses Mantan PMI Tati Purwanti, Bawa Bubur Cirebon hingga Taipei
-
Viral Ludahi Ibu Gendong Balita dan Rampas HP, Debt Collector Gareng Diciduk Usai Setahun Buron
-
Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan