- KH Yahya Cholil Staquf menyerahkan laporan pertanggungjawaban PBNU setebal hampir seribu halaman pada Jumat, 28 Agustus 2026.
- Penyerahan dokumen tersebut berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jombang, selama Muktamar ke-35 NU berlangsung.
- Gus Yahya optimis laporannya diterima karena pembaruan manajemen telah meningkatkan kinerja organisasi di berbagai daerah.
SuaraJatim.id - Tumpukan kertas setebal hampir 1.000 halaman menjadi pusat perhatian di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang. Itu adalah rekam jejak kepengurusan PBNU periode 2021-2026 di bawah komando KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Jumat (28/8/2026), di sela-sela riuh rendah Muktamar ke-35 NU, Gus Yahya tampil dengan senyum tenang namun penuh keyakinan. Baginya, laporan pertanggungjawaban (LPJ) adalah jawaban atas amanah Muktamar Lampung lima tahun silam.
"Alhamdulillah, kita sudah siapkan. Memang tebal karena kegiatannya sangat padat," ujar Gus Yahya dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Angka seribu halaman itu ia klaim sebagai cermin dari target-target organisasi yang hampir sepenuhnya tuntas dikerjakan.
Gus Yahya tidak hanya menjual ketebalan dokumen. Ia menegaskan bahwa para Muktamirin, utusan dari Pengurus Wilayah (PW) dan Pengurus Cabang (PC) di seluruh penjuru negeri, telah merasakan langsung darah baru yang ia suntikkan ke dalam tubuh organisasi.
Pembaruan manajemen dan introduksi sistem kerja modern menjadi kartu as Gus Yahya. Ia percaya, peningkatan kinerja yang mempermudah gerak organisasi di tingkat akar rumput adalah testimoni terbaik yang tak bisa dibantah.
"Saya kira tidak ada alasan untuk penolakan. Dari sisi apanya juga tidak ada ya. Kita lihat nanti," katanya penuh percaya diri.
Optimisme Gus Yahya muncul di tengah suhu politik Muktamar yang mulai menghangat. Namanya kembali mencuat kuat dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Namun, seiring dengan itu, isu intervensi terhadap pemilik suara mulai berhembus.
Menanggapi hal tersebut, Gus Yahya tetap pada posisi tenang. Ia menepis anggapan bahwa dukungan dari daerah lahir karena tekanan. Baginya, kader NU di struktur wilayah dan cabang bukanlah sosok yang mudah "dibeli" atau didikte.
Baca Juga: Soroti Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Kata Petinggi PKS
"Mereka adalah kader-kader dengan integritas tinggi. Tidak mudah dipengaruhi hal-hal pragmatis," tegasnya.
Menurutnya, suara yang akan muncul di bilik suara nanti adalah suara yang murni demi kepentingan besar organisasi, bukan sekadar kepentingan jangka pendek.
Muktamar ke-35 ini memang terasa berbeda. Ini adalah kali pertama organisasi Islam terbesar di dunia ini menggelar Muktamar di awal abad kedua usianya. Gus Yahya menyadari betul beban sejarah yang ada di pundaknya.
"Ini Muktamar yang sangat strategis, sangat istimewa. Keputusan yang lahir di sini akan menjadi titik tolak bagaimana Nahdlatul Ulama mengarungi abad kedua ini," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Soroti Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Kata Petinggi PKS
-
Gus Irfan: Keputusan Muktamar ke-35 NU Jadi Batu Pijakan, Jangan Main-main!
-
Masuk Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU, Peserta hingga Panitia Wajib Scan Barcode
-
Dudung Abdurrahman Imbau Muktamar ke-35 NU Tetap Damai dan Penuh Persaudaraan
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- AMPB Pulang Usai Audiensi DPR, Relawan Ojol Curiga Ada Kesepakatan Transaksional
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Sudah Ambil Sikap! Nasaruddin Umar Akhirnya Buka Suara soal Pencalonan Ketum PBNU
-
Muktamar ke-35 NU, BAZNAS RI Hadirkan Layanan Konsumsi, Kesehatan hingga Beasiswa
-
Ingin Lunasi Utang pada Tuhan: Manuver Gus Yahya di Muktamar ke-35 NU
-
Muktamar ke-35 NU: KH Miftachul Akhyar Didorong Kembali Jadi Rais Aam
-
Gus Ipul: Sistem Pemilihan Ketum dan Rangkap Jabatan Bakal Jadi Bahasan Menarik Muktamar NU