Ronald Seger Prabowo
Jum'at, 28 Agustus 2026 | 10:44 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menghadiri pembukaan Muktamar Ke-35 NU di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026). Acara muktamar itu digelar 27-31 Agustus 2026. [ANTARA/ HO-Pemprov Jatim]
Baca 10 detik
  • Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyatakan Muktamar ke-35 NU di Jombang memperkuat organisasi dan kemandirian warga.
  • Presiden Prabowo Subianto membuka muktamar tersebut pada 27 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas.
  • Forum strategis ini membahas tantangan zaman, pemberdayaan UMKM, serta kepemimpinan untuk kemajuan bangsa.

SuaraJatim.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berharap Muktamar ke-35 NU atau Nahdlatul Ulama menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kemandirian warga Nahdliyin dalam menghadapi tantangan zaman.

Menurut Khofifah, Muktamar NU yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, bukan sekadar forum untuk menentukan arah organisasi dan kepemimpinan. Lebih dari itu, Muktamar menjadi ruang evaluasi sekaligus menyusun strategi NU dalam memasuki abad kedua.

"Semoga Muktamar NU ini menjadi momentum kebaikan bagi NU, momentum untuk semakin mensolidkan organisasi, memperkuat persaudaraan umat, dan bersama-sama mewujudkan NU sebagai bagian strategis dalam memajukan bangsa," kata Khofifah, Jumat (28/8/2026).

Ia menilai soliditas menjadi modal penting bagi NU untuk menjalankan khidmat organisasi di tengah perubahan sosial yang berlangsung cepat.

Dengan basis warga yang besar serta jaringan pesantren dan lembaga pendidikan yang luas, NU dinilai memiliki kekuatan sosial yang dapat berkontribusi dalam menyelesaikan berbagai persoalan kebangsaan.

Namun, Khofifah mengingatkan besarnya potensi tersebut perlu dibarengi kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai dan tradisi keulamaan yang menjadi akar perjuangan NU.

"Bagaimana nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah tetap menjadi pijakan, tetapi pada saat yang sama NU mampu menjawab berbagai persoalan baru yang dihadapi masyarakat dan bangsa. Ini menjadi tantangan sekaligus ruang pengabdian NU ke depan," ujarnya.

Sejumlah tantangan yang perlu direspons bersama, kata Khofifah, antara lain perkembangan teknologi dan ekonomi digital, perubahan iklim, bonus demografi, pendidikan dan ketenagakerjaan, hingga dinamika geopolitik.

Karena itu, ia berharap Muktamar ke-35 NU mampu melahirkan kepemimpinan yang dapat merawat persatuan dan mengayomi seluruh elemen organisasi.

Baca Juga: Masuk Sidang Pleno Muktamar ke-35 NU, Peserta hingga Panitia Wajib Scan Barcode

Menurut Khofifah, perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut harus tetap ditempatkan dalam semangat persatuan dan kepentingan bersama.

"Soliditas dan persatuan harus menjadi kekuatan utama agar NU semakin besar manfaatnya bagi umat dan bangsa," katanya.

Selain penguatan organisasi, Khofifah mendorong NU memberikan perhatian lebih besar terhadap penguatan ekonomi warga Nahdliyin. Menurutnya, pemberdayaan dapat dilakukan melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), koperasi, pendidikan vokasi, ekonomi syariah, serta sektor-sektor produktif lainnya.

"Warga Nahdliyin harus semakin berdaya, mandiri dan produktif. Ini bisa dilakukan melalui UMKM, koperasi, pendidikan vokasi, ekonomi syariah maupun penguatan sektor-sektor produktif," ujarnya.

[ANTARA]

Load More