- Kartini, lansia 88 tahun asal Tuban, ditemukan meninggal dunia di hutan Bojonegoro pada 6 September 2026 setelah hilang sejak 23 Agustus.
- Keluarga berhasil mengenali jenazah Kartini di RSUD Bojonegoro melalui kaus yang dipakainya saat meninggalkan rumah.
- Keluarga menolak proses autopsi dan memilih menerima kejadian tersebut sebagai musibah sebelum jenazah diserahkan untuk dimakamkan.
SuaraJatim.id - Misteri hilangnya Kartini, seorang nenek berusia 88 tahun asal Tuban, akhirnya terjawab dengan cara yang memilukan.
Setelah 14 hari menjadi teka-teki bagi keluarga dan pihak berwajib, perjalanan panjang sang lansia berakhir di keheningan hutan Perhutani Petak 73 KPH Kampak, Desa Tanggir, Kecamatan Malo, Bojonegoro.
Minggu siang (6/9/2026), seorang warga setempat yang tengah membersihkan lahan garapan, dibuat terkejut. Di balik rimbunnya pepohonan hutan, ia justru menemukan tubuh kaku yang sudah tak bernyawa.
Kartini terakhir kali terlihat meninggalkan rumahnya di Dusun Karasaan, Desa Kumpulrejo, Tuban, pada 23 Agustus lalu.
Sejak saat itu, harapan keluarga untuk melihatnya kembali dengan selamat terus membuncah, namun waktu perlahan mengikis harapan tersebut.
Identitas jenazah yang ditemukan di tengah hutan itu akhirnya terkonfirmasi di RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro. Di depan petugas, keluarga korban tak kuasa menahan kesedihan.
Mereka mengenali Kartini melalui selembar kaus yang ia kenakan saat terakhir kali berpamitan meninggalkan rumah.
"Pihak keluarga meyakini identitas korban dengan melihat ciri kaus yang dipakai saat terakhir kali meninggalkan rumah," ujar Kapolsek Malo, AKP Suryanto, Senin (7/9/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Proses identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan secara saksama oleh Unit Identifikasi Satreskrim dan Urkes Polres Bojonegoro.
Baca Juga: Jelang Pengesahan Warga Baru Pagar Nusa, Kapolres Bojonegoro: Tak Ada Konvoi!
Meski penyebab pasti kematian sang nenek sempat ditawarkan untuk ditelusuri lebih dalam melalui autopsi, pihak keluarga memilih jalan lain.
Bagi mereka, kepulangan Kartini, meski dalam kondisi tak bernyawa, sudah menjadi penutup dari kegelisahan panjang selama dua pekan terakhir.
Keluarga menolak autopsi dan memilih menerima kepergian wanita lanjut usia tersebut sebagai sebuah musibah murni.
"Jenazah korban telah kami serahkan kepada keluarga untuk dilakukan proses pemakaman," pungkas AKP Suryanto.
Berita Terkait
-
Jelang Pengesahan Warga Baru Pagar Nusa, Kapolres Bojonegoro: Tak Ada Konvoi!
-
Tiba-tiba Nongol, Pengendara Motor Jatuh Nabrak Babi Hutan di Ponorogo
-
Api Karhutla Merembet ke Atas Gunung Ijen, Terpantau Mendekati Bibir Kawah
-
Frustrasi Berujung Darah: Alasan Memilukan Pria di Bojonegoro Habisi Nyawa Sang Ibu
Terpopuler
- Korupsi Rp18,7 Miliar, Wakil Bupati Indramayu Resmi Ditahan, Lucky Hakim Masih Bungkam
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Cetak 6 Gol dalam 6 Laga Bersama Persija, Shin Tae-yong Angkat Topi untuk Alexander Jeremejeff
- Keruk Batubara RI Tapi Sumbang Rp1,7 T ke Singapura, Eks Kepala BKPM Sentil Bos Bayan Resources
- Sepatu Lari Buatan Lokal Unjuk Gigi di Berlin dan Chicago Marathon
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
BRI Dukung Pengembangan Talenta Muda Indonesia Melalui Magang Nasional 2026
-
BRI Hadirkan Exclusive Healthcare Services untuk Nasabah Prioritas
-
Isu Uang Damai Kasus Narkoba Menggoyang Surabaya: Polisi Bantah Lepaskan 2 Pria Asal Peneleh
-
11 Ribu Hektare Hutan Jatim Membara Telan 6 Nyawa: Bukti Ban Bekas Ungkap Fakta Sengaja Dibakar
-
Kabur Usai Senggol Pemotor, Mobil Perwira TNI Dikejar dan Dirusak Massa di Lamongan