- Pesawat Seneca terbang dari Bandara Notohadinegoro, Jember, menuju Masamba pada Senin pagi, 7 September 2026.
- Kepala Dinas Perhubungan Jember Gatot Triono menyatakan uji kertas berkala memastikan bandara bebas dari debu vulkanik Semeru.
- Arah angin barat melindungi wilayah Jember dari material erupsi sehingga aktivitas penerbangan tetap dapat berjalan normal.
SuaraJatim.id - Senin pagi (7/9/2026), jarum jam menunjukkan pukul 08.57 WIB ketika deru mesin pesawat Seneca memecah keheningan landasan pacu Bandara Notohadinegoro, Jember.
Burung besi itu perlahan mengangkat moncongnya, terbang membelah langit menuju Masamba, Sulawesi Selatan. Meski baru saja digoyang erupsi Gunung Semeru pada hari sebelumnya, denyut nadi penerbangan di kabupaten ini menolak untuk berhenti.
Keselamatan penerbangan di tengah ancaman abu vulkanik tidak diputuskan lewat tebakan, melainkan melalui prosedur manual yang krusial yakni paper test atau uji kertas.
Setiap beberapa jam, petugas melakukan pengujian berkala. Selembar kertas ditempatkan di titik-titik tertentu untuk menangkap butiran debu silika yang mematikan bagi mesin pesawat. Jika kertas tetap bersih, maka lampu hijau menyala.
"Kami tiap beberapa jam melakukan paper test. Hasil pengujian tadi pagi menunjukkan tidak ada debu vulkanik yang turun di bandara," ungkap Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triono dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Keberuntungan Jember kali ini tak lepas dari faktor alam. Saat Semeru memuntahkan isinya, sang bayu justru meniup abu vulkanik ke arah barat.
Hal ini membuat wilayah Jember terlindungi dari guyuran material vulkanik yang bisa melumpuhkan mesin jet dalam hitungan detik.
Namun, Gatot menegaskan bahwa status bandara saat ini bersifat dinamis. Notohadinegoro tidak sedang dalam kondisi aman permanen.
Semuanya bergantung pada suasana hati Semeru dan arah angin yang bisa berubah kapan saja. "Kami akan melakukan paper test lagi siang ini," tambahnya.
Baca Juga: Brakkk! KA Wijaya Kusuma Tertemper Mobil di Perlintasan Jember, Satu Orang Luka Berat
Berita Terkait
-
Brakkk! KA Wijaya Kusuma Tertemper Mobil di Perlintasan Jember, Satu Orang Luka Berat
-
Usai Demo di DPR RI, Ketua Forum Petani Jember Dipecat Jadi Distributor Pupuk!
-
Api Lalap Separuh Kantor Balai TN Meru Betiri, Diduga Korsleting Listrik
-
Kepala SPPG di Jember Mabuk dan Berantem dengan Relawannya Sendiri
Terpopuler
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Dingatkan Teddy Segera Akhiri Pidato, Prabowo: Letkol Ngatur Presiden
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- 4 Sunscreen Wardah untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- Tak Masuk Skuad Utama Persija, Kualitas Shayne Pattynama di Bawah Standar Shin Tae-yong
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Khofifah, Gus Iqdam, dan Syekh Afeefuddin Gelar Dzikir dan Sholawat Sambut Hari Jadi Jatim ke-81
-
Usai Usir Wawali Armuji dan Wabup Mimik, WNA Suriah Diamankan Imigrasi
-
Modus Nyamar Jual Sayur Keliling, Dua Pria di Ponorogo Kuras 209 Gram Emas Demi Foya-foya
-
Berawal dari DM Instagram ke Wali Kota Eri, RPU Ilegal di Surabaya Akhirnya Digulung
-
Bertaruh Nyawa Padamkan Bromo: Sekuriti Hotel Itu Akhirnya Gugur