Ronald Seger Prabowo
Senin, 07 September 2026 | 14:40 WIB
Sejumlah penumpang menuju gerbong kereta api di Stasiun Pasarturi Surabaya, Jatim, Senin (7/9/2026). ANTARA/HO-Humas KAI Daop 8 Surabaya
Baca 10 detik
  • PT KAI Daop 8 Surabaya menambah 1.032 kursi perjalanan kereta rute Surabaya-Jakarta pada 7 September 2026.
  • Penambahan kapasitas dilakukan untuk memenuhi kebutuhan transportasi masyarakat akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Tambahan kursi berasal dari pengoperasian KA Tambahan Surabaya Pasarturi-Gambir serta penambahan gerbong KA Anggrek.

SuaraJatim.id - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menambah 1.032 kursi perjalanan kereta api rute Surabaya-Jakarta pada Senin (7/9/2026).

Penambahan kapasitas ini dilakukan untuk mengakomodasi meningkatnya kebutuhan transportasi masyarakat di tengah dampak erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda.

Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan tambahan kapasitas tersebut berasal dari pengoperasian KA Tambahan relasi Surabaya Pasarturi-Gambir serta penambahan satu kereta pada rangkaian KA Anggrek.

"Penambahan KA Tambahan Surabaya Pasarturi-Gambir ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju Jakarta," kata Mahendro, Senin (7/9/2026).

KA Tambahan Surabaya Pasarturi-Gambir diberangkatkan dari Stasiun Surabaya Pasarturi pukul 14.10 WIB. Kereta tersebut terdiri atas tiga kereta kelas eksekutif dan enam kereta kelas ekonomi New Generation dengan total kapasitas 582 tempat duduk.

Selain itu, KAI Daop 8 menambah satu kereta kelas eksekutif pada KA Anggrek yang berangkat dari Stasiun Surabaya Pasarturi pukul 21.15 WIB.

"KA Anggrek yang semula membawa delapan kereta kelas eksekutif, kini ditingkatkan menjadi sembilan kereta," ujarnya.

Dengan penambahan tersebut, kapasitas KA Anggrek menjadi 450 tempat duduk. Secara keseluruhan, KAI Daop 8 Surabaya menyediakan tambahan 1.032 kursi untuk perjalanan menuju Jakarta.

Mahendro mengatakan penambahan kapasitas tersebut merupakan respons KAI terhadap meningkatnya kebutuhan perjalanan masyarakat sekaligus upaya menyediakan alternatif transportasi di tengah situasi pascaerupsi Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga: Efek Domino Tragedi Bekasi: Tiga KA dari Surabaya Berhenti Melaju, Tiket Diganti 100 Persen

"KAI Daop 8 Surabaya terus berupaya menghadirkan layanan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan dapat menjadi pilihan masyarakat," katanya.

Peningkatan mobilitas masyarakat juga terlihat dari jumlah pelanggan KAI Daop 8 Surabaya. Pada Minggu (6/9/2026), jumlah pelanggan tercatat mencapai 40.723 orang atau meningkat sekitar 8 persen dibandingkan pekan sebelumnya yang sebanyak 37.657 pelanggan.

Sementara itu, hingga pukul 08.30 WIB pada Senin, tercatat 39.312 pelanggan menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 8 Surabaya. Jumlah tersebut terdiri atas 17.029 pelanggan yang berangkat dan 22.283 pelanggan yang tiba.

KAI Daop 8 Surabaya, kata Mahendro, akan terus memantau kondisi operasional perjalanan kereta api dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh perjalanan tetap berlangsung dengan mengutamakan aspek keselamatan dan keamanan.

"Kami mengimbau pelanggan untuk tetap mengikuti informasi resmi dari KAI terkait perkembangan perjalanan kereta api," tuturnya.

[ANTARA]

Load More