Fabiola Febrinastri | RR Ukirsari Manggalani
Jum'at, 11 September 2026 | 15:40 WIB
Gubernur Khofifah menyampaikan pesannya pada peringatan Hari Radio Nasional sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Radio Republik Indonesia (RRI) yang tahun ini mengusung tema “Suara Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” di Surabaya, Jumat (11/9/2026). (Dok. Pemprov Jatim)

Khofifah juga menyoroti peran strategis radio dalam menghadapi situasi kedaruratan dan kebencanaan. Radio memiliki kemampuan menyebarkan informasi secara cepat, terutama untuk menyampaikan peringatan dini, informasi resmi pemerintah, arahan evakuasi, hingga klarifikasi terhadap informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Peran tersebut menjadi semakin penting bagi Jawa Timur yang memiliki wilayah luas dengan karakter geografis yang beragam dan menghadapi berbagai potensi bencana.

“Dalam situasi darurat, informasi yang akurat dapat menyelamatkan nyawa. Radio harus menjadi sumber informasi yang dipercaya, menenangkan masyarakat, dan membantu pemerintah mempercepat penanganan,” katanya.

Lebih lanjut, Khofifah mendorong penguatan sinergi antara pemerintah daerah, RRI, lembaga penyiaran, komunitas radio, relawan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi tersebut dibutuhkan agar informasi publik dapat disampaikan secara cepat, tepat, dan mudah dipahami masyarakat.

Di sisi lain, Khofifah menilai perkembangan teknologi digital seharusnya tidak dipandang sebagai ancaman bagi radio. Sebaliknya, transformasi digital dapat menjadi peluang bagi radio untuk memperluas jangkauan sekaligus membangun interaksi yang lebih dekat dengan generasi baru pendengar.

Radio dapat mengembangkan berbagai kanal digital, mulai dari layanan streaming, siniar atau podcast, media sosial, hingga platform digital lainnya. Dengan demikian, konten radio tidak berhenti ketika siaran di udara berakhir, tetapi dapat terus menjangkau masyarakat melalui berbagai medium.

Namun, transformasi tersebut tetap harus mempertahankan karakter utama radio, yakni kedekatan dengan pendengar, kecepatan, kredibilitas, dan kemampuan membangun komunikasi yang hangat serta manusiawi.

“Teknologi dan cara masyarakat mengakses informasi boleh berubah, tetapi kebutuhan terhadap suara yang kredibel tidak pernah berubah. Radio harus terus beradaptasi tanpa kehilangan integritas dan jati dirinya,” ungkapnya.

Khofifah juga menyampaikan apresiasi kepada RRI dan seluruh lembaga penyiaran radio yang selama ini menjadi mitra strategis Pemprov Jawa Timur. Radio dinilai telah berkontribusi dalam menyosialisasikan kebijakan pemerintah, menyampaikan informasi pelayanan publik, mengangkat potensi daerah, sekaligus menjadi jembatan bagi aspirasi masyarakat.

Baca Juga: Gubernur Khofifah & Menteri PPPA Panen dan Tanam, Hadiri Pameran Produk SIKAP SMA, SMK, SLB Jombang

Ia menambahkan, kemitraan antara pemerintah dan media perlu dibangun melalui keterbukaan informasi, penyediaan data yang akurat, komunikasi dua arah, serta tetap menghormati independensi jurnalistik.

Dengan prinsip tersebut, media tidak hanya menjadi saluran penyampaian informasi pemerintah, tetapi juga menjadi ruang dialog yang mendorong partisipasi masyarakat dan memperkuat kepercayaan publik.

“Semoga di usia Ke-81, RRI semakin profesional, inovatif, inklusif, dan dicintai masyarakat. Teruslah menjadi suara yang mempersatukan Nusantara dan menggerakkan Indonesia menuju bangsa yang berdaulat, adil, dan makmur. Sekali di udara, tetap di udara,” pungkasnya. ***

Load More