- Mahasiswa UINSA Surabaya mengusir puluhan aparat Kepolisian dan TNI dari dalam kampus pada Kamis, 17 September 2026.
- Aksi unjuk rasa tersebut dipicu oleh mangkirnya Rektor Prof. Akh Muzakki serta penolakan kehadiran aparat di lingkungan akademik.
- Massa menuntut delapan isu penting dan mendesak Rektor UINSA Surabaya untuk segera mundur dari jabatannya.
SuaraJatim.id - Gelombang demonstrasi di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya kian memanas. Ratusan mahasiswa nekat mengusir puluhan aparat gabungan Kepolisian dan TNI dari dalam area kampus saat menggelar aksi unjuk rasa susulan, Kamis (17/9/2026).
Massa meradang lantaran menganggap kehadiran aparat bersenjata telah mencoreng independensi serta kebebasan ruang sipil di lingkungan akademis.
"Keluar! Kalian tidak berhak masuk di ranah sipil!" seru massa aksi sembari memukul mundur barisan personel pengamanan ke luar gerbang kampus.
Humas UINSA Surabaya, Nurhayati, berdalih pengerahan aparat semata-mata demi menjaga kondusivitas aksi agar tidak lepas kendali.
"(Polisi dan TNI) untuk pengawalan mawon (saja). Biar aksinya tetap aman dan tertib," dalihnya dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Namun, kehadiran aparat justru menjadi bensin yang menyulut amarah mahasiswa. Eskalasi memuncak saat massa mulai membakar ban bekas di pelataran kampus dan menggelar mimbar bebas.
Aksi kali ini merupakan buntut dari penyegelan gedung rektorat yang telah dilakukan sejak sehari sebelumnya. Kekecewaan mahasiswa membuncah lantaran Rektor UINSA, Prof. Akh Muzakki, mangkir dan enggan menemui massa secara langsung.
Mahasiswa pun menolak mentah-mentah utusan pimpinan kampus yang diwakilkan kepada Plt Wakil Rektor III. Melihat gelombang penolakan yang kian tajam, pihak birokrasi kampus akhirnya melunak terkait keberadaan aparat.
Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama (AAKK) UINSA, Aslamiyah, memastikan aparat ditarik mundur demi meredam gejolak.
Baca Juga: Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!
"Selama anak-anak mahasiswa tidak berbuat anarkis, ya kita toleransi. Kita (aparat) juga mulai bergeser untuk keluar," ungkap Aslamiyah.
Dalam aksi demonstrasi lanjutan ini, mahasiswa mengusung delapan poin tuntutan krusial. Isu yang disorot mulai dari carut-marut pengelolaan fasilitas Pusat Bisnis, regulasi Uang Kuliah Tunggal (UKT), pembatasan jam malam, hingga mencuatnya dugaan skandal suap di lingkungan Kopertais Wilayah IV Jatim.
Ketiadaan titik temu dalam dialog membuat tuntutan mahasiswa kian radikal yakni menuntut orang nomor satu di UINSA itu untuk segera menanggalkan jabatannya.
"Kami menolak dan mengecam keras sikap pimpinan. Tuntutan kami jelas, kami ingin menurunkan Prof. Muzakki dari kursi Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya," tegas Wakil Presiden DEMA UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana.
Hingga Kamis siang, barikade massa mahasiswa masih bertahan mengepung gedung rektorat. Mahasiswa bersumpah tidak akan membubarkan barisan sebelum Rektor Prof. Akh Muzakki menampakkan diri dan berhadapan langsung dengan mereka.
Berita Terkait
-
Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!
-
Wakil Wali Kota Blitar Pimpin Demo ke Balai Kota: Buntut Dana KONI Mampet
-
Usai Demo di DPR RI, Ketua Forum Petani Jember Dipecat Jadi Distributor Pupuk!
-
Aksi 'Duka' BEM SI Jatim di Grahadi: Sentil Anggaran Makan Bergizi Gratis di Tengah Bencana
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Konser Andrea Bocelli di Borobudur Tetap Digelar, KIBBM Siapkan Tablig Akbar Penolakan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Pendampingan Tim Patriot Brawijaya Bikin Warga Klamono-Segun Mandiri
-
Dua Kos di Surabaya Jadi Tempat Simpan Sabu, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram
-
Gudang Siluman hingga Masuk Gang Sempit: Siasat Licik Penjual Miras di Surabaya Dibongkar Satpol PP
-
Cekcok Pagi Berujung Maut, Pria di Blitar Tewas Dihantam Gagang Cangkul Tetangga
-
Tebing 10 Meter di Lumajang Runtuh, Ayah dan Anak 9 Tahun Tewas Tertimbun