Budi Arista Romadhoni
Jum'at, 18 September 2026 | 14:52 WIB
Ilustrasi dua sesar di bawah tanah Surabaya. [Dok Suara.com/AI]
Baca 10 detik
  • Pemerintah Kota Surabaya menyatakan Sesar Surabaya dan Sesar Waru memiliki potensi magnitudo maksimum masing-masing sekitar M6,7 dan M6,8.
  • BPBD Kota Surabaya secara rutin memberikan edukasi mitigasi gempa kepada pelajar, fasilitas umum, dan masyarakat sejak Rabu (16/9/2026).
  • Pemerintah Kota Surabaya berkoordinasi dengan ITS untuk memasang alat sensor guna memonitor aktivitas kedua sesar tersebut.

Sesar Tidak Bisa Diprediksi Seperti Jadwal Kereta

Kepala BPBD Kota Surabaya Irvan Widyanto menegaskan masyarakat tidak perlu panik dengan informasi mengenai dua sesar tersebut.

Menurut dia, yang jauh lebih penting adalah memastikan warga memahami apa yang harus dilakukan ketika gempa terjadi.

“Upaya mitigasi ini kita lakukan mulai dari usia dini, dari tingkat PAUD hampir setiap hari kita latih, lalu ke sekolah-sekolah dari SD, SMP, hingga SMA,” ujar Irvan, Rabu (16/9/2026).

Edukasi tersebut dilakukan karena keberadaan sesar tidak dapat dijadikan dasar untuk menentukan waktu gempa.

Masyarakat justru perlu membangun kebiasaan menghadapi guncangan. Mulai dari mengetahui tempat berlindung, mengenali jalur evakuasi, menentukan titik kumpul, hingga memahami apa yang harus dilakukan ketika guncangan berlangsung.

Irvan menekankan warga tidak perlu langsung berlari secara panik ketika gempa terjadi.

Prinsip perlindungan diri harus dilakukan terlebih dahulu dengan melindungi kepala dan tubuh dari benda yang berpotensi jatuh.

“Yang utama adalah hold and cover, mencari benda untuk menutupi kepala dan leher, berlindung di bawah meja, atau di area triangle of life (segitiga kehidupan),” katanya.

Baca Juga: Tidak Ada Berita Seharga Nyawa: Aksi Solidaritas Wartawan untuk 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau

Edukasi tersebut kemudian diperluas ke berbagai kelompok masyarakat.

BPBD Surabaya tidak hanya menyasar sekolah, tetapi juga pesantren, rumah sakit, gedung bertingkat, serta lingkungan permukiman melalui Kampung Pancasila.

Langkah itu menunjukkan bahwa mitigasi dua sesar aktif tidak bisa hanya dilakukan oleh kelompok yang dianggap berada di kawasan rawan. Sebab, gempa dapat berdampak terhadap berbagai aktivitas perkotaan.

Dari Peta Sesar ke Sensor

Selain membangun kesiapan manusia, Pemkot Surabaya juga mulai memperkuat sisi pemantauan.

Pemerintah kota telah berkoordinasi dengan ITS terkait rencana pemasangan sensor untuk memonitor aktivitas sesar.

Load More