Wakos Reza Gautama
Jum'at, 18 September 2026 | 18:44 WIB
Crane pemasang paku bumi milik Jasa Marga Surabaya yang ambruk, menutup sebagian jalan HR Muhammad Surabaya. [Suara.com/Dimas Angga]
Baca 10 detik
  • Crane proyek Jasa Marga terguling di Jalan Tol Surabaya-Gempol pada Jumat, 18 September 2026, pukul 15.30 WIB.
  • Insiden tersebut merobohkan tiang listrik serta mempersempit arus lalu lintas jalan dari tiga lajur menjadi dua lajur.
  • Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, sementara pihak Jasa Marga masih melakukan evaluasi penyebabnya.

SuaraJatim.id - Pengendara yang melintas menuju Jalan HR Muhammad, Surabaya, dikejutkan dengan ambruknya crane pemasang tiang milik proyek Jasa Marga, Jumat (18/9/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.

Crane tersebut terguling di area pekerjaan perkuatan lereng Jalan Tol Surabaya-Gempol. Alat berat itu kemudian mengenai tiang listrik di sekitar lokasi hingga ikut roboh dan membuat sebagian badan jalan terdampak.

Insiden terjadi bertepatan dengan meningkatnya arus lalu lintas sore hari, saat warga mulai meninggalkan tempat kerja.

Beruntung, crane tidak menimpa kendaraan maupun pengguna jalan. Tidak ada korban jiwa ataupun pekerja yang dilaporkan mengalami luka.

Operation RO 3 Jasa Marga Trans Jawa Tol, M. Iqbal, mengatakan insiden tersebut terjadi ketika pekerjaan masih dalam tahap persiapan.

"Untuk kejadiannya sendiri informasinya tadi jam 03.30 ya, 15.30 ada kejadian ini," kata Iqbal.

Menurut dia, proyek tersebut merupakan pekerjaan perkuatan lereng di ruas Tol Surabaya-Gempol. Pekerjaan dilakukan untuk memastikan kondisi lereng tetap aman sekaligus menjaga keselamatan pengguna jalan.

"Memang di kami sedang melaksanakan pekerjaan perkuatan lereng pada Jalan Tol Surabaya-Gempol. Kami memastikan keamanan untuk pengguna jalan," ujarnya.

Iqbal menegaskan, saat crane terguling, proses pekerjaan belum masuk pada tahap pemasangan tiang. Alat berat masih berada dalam posisi persiapan di area kerja.

Baca Juga: Dua Sesar Aktif Membelah Surabaya, Ancaman yang Tak Bisa Diprediksi

"Saat lagi persiapan. Posisinya persiapan, mungkin lagi penyiapan dan lain-lain untuk di lokasi sendiri. Itu kondisinya terguling di situ," jelasnya.

Jasa Marga, lanjut Iqbal, masih melakukan evaluasi untuk mengetahui penyebab pasti crane sampai terguling. Dia membantah insiden tersebut disebabkan longsor.

"Kalau untuk longsor enggak. Kalau saat ini areanya memang cukup sempit. Ini saya masih belum dapat laporan seperti apa hasil evaluasi dari teman-teman," katanya.

Area pekerjaan yang memiliki kontur lereng cukup tajam disebut menjadi salah satu kondisi yang tengah dievaluasi. Namun, Jasa Marga belum menyampaikan kesimpulan mengenai faktor yang menyebabkan alat berat tersebut kehilangan posisi dan terguling.

Penanganan langsung dilakukan setelah insiden terjadi. Prioritas pertama adalah memastikan keselamatan pekerja sekaligus pengguna jalan, baik kendaraan yang melintas di jalan arteri maupun pengguna ruas tol.

Jasa Marga juga melakukan rekayasa lalu lintas agar akses kendaraan tetap terbuka. Dari semula tiga lajur, lalu lintas sementara hanya dapat dilalui melalui dua lajur.

Load More