- Polisi Surabaya mengamankan pria berinisial P.E.W. karena diduga melakukan pencabulan terhadap tiga anak laki-laki.
- Tersangka menggunakan modus mengaku sebagai dukun untuk menakuti korban sebelum melakukan tindakan asusila tersebut.
- Kasus ini terungkap setelah salah satu korban melapor kepada orang tuanya pada September 2026.
SuaraJatim.id - Klaim kemampuan melihat dunia gaib diduga menjadi modus seorang pria untuk mendekati dan menakut-nakuti anak-anak di Surabaya. Pria berinisial P.E.W. (43), asal Sawo, Ponorogo, yang tinggal di kawasan Perumahan Rungkut Harapan, Surabaya, kini diamankan Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya.
P.E.W. disebut mengaku sebagai dukun yang mampu mengetahui keberadaan makhluk gaib. Dengan dalih tersebut, tersangka diduga memanipulasi ketakutan korban sebelum menawarkan "doa" keselamatan yang justru berujung pada dugaan pencabulan.
Kasus ini terungkap setelah tiga anak laki-laki yang tinggal di wilayah Rungkut Surabaya melaporkan dugaan perbuatan tersangka. Ketiga korban masing-masing berusia 11 tahun, 10 tahun, dan 10 tahun.
Kasihumas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto, mewakili Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Lutfi, menjelaskan ketiga korban sebelumnya tidak mengenal tersangka.
Tersangka disebut terlebih dahulu menyapa korban dan mengatakan ada seseorang yang membuntuti mereka. Bahkan, korban dibuat takut dengan pernyataan bahwa nantinya ada salah satu dari mereka yang tidak bisa pulang.
Dalam kondisi ketakutan, tersangka kemudian menawarkan diri untuk mendoakan korban agar selamat.
Namun, menurut polisi, modus tersebut kemudian berlanjut pada tindakan seksual. Korban diminta membuka pakaian. Dalam kondisi tersebut, tersangka diduga mencium dan menghisap bagian puting korban.
"Tersangka kemudian menawarkan untuk didoakan agar bisa selamat. Setelah korban takut, selanjutnya tersangka melancarkan aksinya," kata AKP Hadi, Rabu (23/9/2026).
Tidak berhenti di situ, tersangka juga diduga meminta korban memejamkan mata. Saat korban mengikuti perintah tersebut, tersangka mengambil foto korban menggunakan telepon seluler milik korban sendiri.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Perluas Penyaluran Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan hingga Ponorogo
Polisi menyebut dugaan pencabulan tersebut terjadi di sejumlah kesempatan. Peristiwa pertama terjadi pada Desember 2025 di kawasan Pasar Soponyono, Rungkut.
Dugaan aksi berikutnya terjadi pada 28 Agustus 2026 sekitar pukul 19.30 WIB, juga di kawasan Pasar Soponyono. Sementara peristiwa lainnya terjadi pada 8 September 2026 sekitar pukul 19.30 WIB di kawasan Rungkut Harapan.
Kasus tersebut akhirnya terbongkar setelah salah satu korban berusia 11 tahun menangis dan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada orang tuanya pada 8 September 2026.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti hingga polisi mengamankan P.E.W.
Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 6 huruf c juncto Pasal 15 ayat (1) huruf g Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual dan/atau Pasal 415 huruf b UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.
Polisi masih menangani kasus tersebut untuk mendalami rangkaian perbuatan tersangka serta memastikan seluruh fakta terkait dugaan kekerasan seksual terhadap ketiga korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Tinggalkan Masa Sulit Mulai 5 November 2026, Siap Sambut Kebahagiaan
- 9 Sunscreen untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas agar Kulit Awet Muda
- Viral Pendaki Ditandu Naik Gunung Merbabu, Biaya Capai Rp30 Juta
- Apa Bedanya Adidas Originals vs Adidas Performance? Kenali dari Logo dan Kegunaannya
- 4 Sepatu Jalan dengan Teknologi Penyangga Kaki Terbaik untuk Berjalan jauh
Pilihan
-
Seskab Teddy Dikabarkan Diperiksa PUSPOM? Panglima TNI: Itu Hoaks
-
Jokowi Tak Banyak Komentar Soal Penyadapan Prabowo: Kita Hormati Proses Hukum
-
Dicecar soal Listyo Sigit Prabowo, Jokowi: Semua Orang juga Sudah Tahu
-
Jokowi Ngaku Lupa Nama 3 Temannya yang Wisuda Bareng di UGM
-
Hakim Potong Omongan Jokowi yang Melebar: Jawab Saja Pertanyaannya!
Terkini
-
Sulap Sampah Plastik Menjadi Kostum Jutaan Rupiah, Kisah Gotong Royong Kampung Pancasila Gunungsari
-
Buntut Penggerebekan Suami Bidan, Oknum Dokter Kepala Puskesmas Robatal Resmi Dipecat
-
Viral Status 'Leren Sik' Wakil Ketua DPRD Jatim: Tak Ada Potret Wapres Gibran
-
Bandara Dhoho Kediri Resmi Jadi Embarkasi Haji 2027, Layani 15 Daerah Sekaligus
-
Dukung Tumbuh Kembang Anak, BRI Prioritas Perluas Privilege Lewat Kolaborasi dengan Sequoia School