- Delapan siswa SMPN 18 Kota Malang melaporkan dugaan kekerasan fisik terkait aturan seragam kepada polisi pada Sabtu, 26 September 2026.
- Para korban diduga mengalami penamparan dan penempelengan karena mengenakan baju batik alih-alih pakaian lurik yang diwajibkan pihak sekolah.
- Pemerintah Kota Malang mengerahkan tim khusus untuk memberikan pendampingan psikologis kepada para siswa yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut.
SuaraJatim.id - Jumlah siswa yang dilaporkan menjadi korban dugaan kekerasan di SMPN 18 Kota Malang bertambah menjadi delapan orang.
Kuasa hukum para korban, Lilik Yuliana, menyebut jumlah tersebut masih berpotensi bertambah.
Pelaporan terbaru dilakukan Lilik bersama orang tua atau wali murid ke Polresta Malang Kota pada Sabtu (26/9/2026). Para siswa juga telah dimintai keterangan oleh polisi.
Lilik mengatakan dugaan kekerasan tersebut berkaitan dengan aturan penggunaan seragam di sekolah. Menurut dia, sejumlah siswa diduga mengalami kekerasan fisik setelah mengenakan seragam batik, bukan pakaian lurik yang diwajibkan.
“Rata-rata kekerasan ada yang ditampar, ada yang ditempeleng. Semua karena tidak pakai baju lurik diganti batik,” ujar Lilik melansir Beritajatim--jaringan Suara.com, Senin (28/9/2026).
Delapan siswa yang dilaporkan yakni MPA (14), RAF (15), MF (14), RTI (14), ZYP (14), BAD (13), AFM (13), dan UW (13).
Kasus tersebut mendorong Pemerintah Kota Malang menyiapkan pendampingan bagi siswa yang diduga terdampak secara psikologis.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengatakan Dinas Sosial P3AP2KB dan Dinas Kesehatan Kota Malang diterjunkan untuk memberikan pendampingan, termasuk kepada siswa yang mengalami tekanan atau trauma.
“Mereka yang trauma ada pendekatan. Mulai hari Senin mereka sudah mendatangi untuk memberikan pendampingan,” kata Wahyu.
Baca Juga: Raka Raki Jatim Terguncang: Finalisnya Terseret Dugaan Kekerasan Seksual & Paksa Aborsi
Pemkot juga meminta tenaga pendidik di SMPN 18 Malang mengedepankan pendekatan tanpa kekerasan serta memastikan siswa merasa aman dan nyaman selama berada di sekolah.
Sementara proses hukum terhadap dugaan kekerasan tersebut masih berjalan. Polisi masih mendalami keterangan para korban dan pihak terkait untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Transjakarta Resmi Hapus 3 Rute Bus Penghubung Rusun, Warga Diminta Pakai Rute Alternatif
- 5 Novel Sejarah untuk Menelusuri Jejak G30S/PKI, Jangan Lupakan Masa Lalu!
- Perbedaan Pompa Air Jet Pump vs Pompa Celup Submersible untuk Sumur Dalam, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
Terkini
-
Dugaan Kekerasan di SMPN 18 Kota Malang, Korban Bertambah Jadi Delapan Siswa
-
Dugaan Pencatutan Nama Presiden Bayangi Muktamar NU, Klaim Transaksi Suara Capai Rp400 Miliar
-
KPK Duga Sejumlah Kantor Pertanahan Setor Uang ke Oknum Kanwil BPN Jatim
-
Geger Kerangka Manusia Ditemukan di Kawasan Hutan Kedungpring Lamongan
-
Korban KM Virgo Transport 8, Jenazah Taruno Akhirnya Pulang ke Madiun, Adik Masih Dicari