- Ratusan anggota ARSAS berunjuk rasa di depan Mapolda Jawa Timur pada Senin, 5 Oktober 2026.
- Massa memprotes lambannya penanganan kasus pemalsuan merek sepatu yang penyidikannya dinilai mandek tanpa kepastian hukum.
- Pelapor mendesak kepolisian segera melimpahkan berkas perkara ke kejaksaan dan mengancam menggelar aksi lanjutan.
SuaraJatim.id - Asap hitam membubung di jalur Frontage Jalan Ahmad Yani, Surabaya, Senin (5/10/2026). Ratusan orang yang tergabung dalam Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda Jawa Timur, memprotes lambannya penanganan kasus dugaan pemalsuan merek dan hak paten produk sepatu bulutangkis.
Amarah massa tak terbendung lantaran penyidikan di Ditreskrimsus Polda Jatim dinilai menggantung tanpa kepastian, kendati pihak kepolisian disebut telah menetapkan tersangka.
Sebagai bentuk frustrasi atas mandeknya penegakan hukum, massa aksi sempat memblokade akses jalan utama dan membakar ban bekas di depan markas korps bhayangkara tersebut, memicu kemacetan arus lalu lintas.
Perwakilan massa aksi sekaligus pemilik merek sah dan pelapor perkara, Andika Setiawan, mengaku kecewa berat dengan hasil mediasi.
Pasalnya, aspirasi mereka hanya ditanggapi di level Kanit Subdit Krimsus, dengan dalih penyidik masih menunggu surat balasan yang mandek sejak Juli lalu.
Ia menilai penanganan perkara ini sarat kejanggalan dan ambigu. Di satu sisi penetapan tersangka telah dilakukan, namun di sisi lain Bagian Pengawasan Penyidikan (Wasidik) justru menerbitkan surat penghentian asistensi perkara.
"Kan lucu, statusnya sudah tersangka, kok tiba-tiba Wasidik menerbitkan surat asistensi dihentikan? Maksudnya apa? Jangan buat publik bingung dan jangan bikin penyidik di lapangan bimbang," semprot Andika dengan nada geram.
Andika menegaskan, pembiaran terhadap peredaran produk tiruan memukul telak iklim industri dalam negeri. Dirinya mengklaim memegang legalitas paten resmi, taat membayar pajak, dan menghidupi ribuan karyawan yang nasibnya kini terancam oleh serbuan produk bajakan berkualitas rendah.
"Barang saya dipalsukan. Kalau produk tiruannya jelek dan baru dipakai tiga bulan sudah jebol, nama baik perusahaan kami yang hancur. Konsumen tahunya komplain ke kami," keluhnya.
Baca Juga: Gerbang UINSA Surabaya Dirantai dan Disegel, Ratusan Mahasiswa Ngotot Desak Rektor Mundur
Saking kecewanya terhadap lambannya kinerja aparat, Andika melontarkan kritik pedas terhadap jaminan kepastian hukum kekayaan intelektual di tanah air.
"Kalau hukumannya berlarut-larut begini, bubarkan saja sekalian hak paten itu! Biar semua orang bebas bikin barang palsu. Apa gunanya ada hak paten kalau tidak dilindungi?" sergahnya.
Tuntutan massa sangat tegas yakni mendesak penyidik segera merampungkan berkas perkara (tahap satu) dan melimpahkannya ke kejaksaan.
Andika mengklaim pihak korps adhyaksa sejatinya telah melayangkan surat tagihan berkas hingga tiga kali kepada penyidik Polda Jatim, namun belum mendapat respons konkret.
"Saya cuma minta satu hal, segera serahkan berkas perkara ke kejaksaan. Kejaksaan sudah tiga kali bersurat menagih ke penyidik, tapi tidak dibalas. Ada apa sebenarnya?" cecar Andika.
Massa mengancam tak akan tinggal diam. Jika Polda Jatim tidak segera memberikan kepastian pelimpahan berkas dalam waktu dekat, mereka memastikan bakal mengepung kembali Mapolda Jatim dengan eskalasi massa yang jauh lebih masif.
Berita Terkait
-
Gerbang UINSA Surabaya Dirantai dan Disegel, Ratusan Mahasiswa Ngotot Desak Rektor Mundur
-
Tegang! Mahasiswa UINSA Usir Polisi dan TNI dari Kampus, Desak Rektor Mundur
-
Heboh Air Keran Berbusa di Surabaya, Gempar Jatim Tantang PDAM: Tak Cukup Hanya Minta Maaf!
-
Wakil Wali Kota Blitar Pimpin Demo ke Balai Kota: Buntut Dana KONI Mampet
Terpopuler
- Di Tangan Suahasil, MBG Jadi Prioritas Subsidi Energi Dipangkas
- Luky Alfirman Jadi Wamenkeu usai Dicopot Purbaya, Pengamat Soroti Arah Kebijakan Suahasil
- Sehari Dijabat Suyudi Ario Seto, Polri Langsung Rombak 19 Kapolda: Ini Daftar Lengkapnya!
- 7 Sepatu Jalan Paling Awet yang Solnya Empuk untuk Perjalanan Jauh
- Tan Cheng Hoe Gerah Lihat Pemain Malaysia Larut dalam Kekecewaan: Stop Nangis
Pilihan
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
-
Hadir di Istana, Pratikno Buka Suara Soal Isu Jadi Ketua Wantimpres Era Prabowo
-
Disorot Gegara Gaya Hidup Mewah, Timothy Ivan Mundur dari Deputi II Bakom RI: Ingin Introspeksi Diri
-
KBRI di Singapura Tak Punya Dokumen Soal Jenjang Pendidikan Gibran di Orchid Park dan MDIS
Terkini
-
Bakar Ban dan Blokade Jalan! Massa Geruduk Polda Jatim Pertanyakan Kasus Pemalsuan Merek
-
BRI dan KPK Cetak Agen Perubahan Antikorupsi 2026
-
Bucin! Takut Diputus Cinta oleh Kekasih, Wanita Asal Malang Nekat Bikin Laporan Palsu ke Polisi
-
Sopir Towing Ngantuk di Lajur Cepat, 5 Kendaraan Tabrakan Karambol di Tol Sumo
-
Kabar Duka: Nyai Hj Mahfudhoh Putri Pendiri NU KH Wahab Chasbullah Wafat di Usia 82 Tahun