- Bupati Pamekasan menyatakan pemerintah telah menerbitkan Surat Peringatan Pertama sebelum massa merobohkan calon gerai Indomaret pada Kamis.
- Peringatan tersebut diabaikan pengelola karena pembangunan tetap dilanjutkan pada malam hari sebelum insiden perusakan terjadi.
- Pemerintah daerah mengakui perizinan investasi kini tersentralisasi di pusat melalui sistem OSS tanpa melibatkan izin lingkungan daerah.
SuaraJatim.id - Insiden amuk massa yang merobohkan calon gerai Indomaret di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan, Pamekasan, akhirnya mendapat respons tegas dari Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman.
Sang bupati mengungkap bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan sejatinya telah melayangkan Surat Peringatan Pertama (SP1) kepada pihak manajemen satu hari sebelum aksi perusakan dengan alat berat itu meletus.
Kiai Kholil menyayangkan sikap pihak pengelola yang disinyalir mengabaikan peringatan tersebut. Alih-alih membekukan aktivitas di lokasi, pekerjaan konstruksi justru dikabarkan tetap dikebut secara sembunyi-sembunyi pada malam hari menjelang aksi massa.
"Kemarin kami sudah terbitkan SP1, dan seharusnya diam (proyek distop sementara) dulu saat ada SP1. Tapi malam sebelum kejadian, saya dapat kabar ada pekerjaan yang tetap jalan di lokasi Indomaret itu," cetus Kiai Kholil, Kamis (8/10/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Menurut Kiai Kholil, SP1 diterbitkan bukan tanpa alasan. Langkah administratif itu diambil Pemkab usai menerima aspirasi dan audiensi dari para tokoh agama serta masyarakat setempat yang resah akan nasib pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Surat tersebut dimaksudkan sebagai jeda mediasi demi menjaga kondusivitas wilayah.
Persoalan ini kian pelik lantaran Pemkab Pamekasan kini tengah mengevaluasi lonjakan kuota ritel modern di wilayahnya, yang sebelumnya melonjak dari batas dua menjadi empat gerai dalam satu kecamatan.
Kendati demikian, Kiai Kholil mengakui pemerintah daerah memiliki keterbatasan ruang gerak dalam membatasi ekspansi waralaba.
Pasalnya, mekanisme perizinan saat ini telah tersentralisasi langsung ke pemerintah pusat melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Kelemahan sistem OSS, sebut Kiai Kholil, kerap mengabaikan sensitivitas izin lingkungan dan dinamika sosial masyarakat bawah yang sebelumnya menjadi domain pemda.
Baca Juga: Bawa Alat Berat! Massa di Pamekasan Nekat Robohkan Proyek Toko Indomaret
"Izin itu bukan dari kita di daerah, sistemnya ditarik langsung ke Jakarta lewat OSS. Sekalipun izin lingkungan tidak seperti regulasi dulu, kami sangat berharap investor tetap mengedepankan kearifan lokal sebelum menanamkan modal di suatu titik," imbuhnya.
Khawatir peristiwa anarkistis ini mencoreng nama baik daerah dan menakut-nakuti pemodal lain, Bupati Pamekasan meminta kalangan dunia usaha tidak melihat insiden di Palengaan sebagai cerminan Pamekasan secara keseluruhan.
Ia menegaskan, penolakan keras yang berujung perusakan tersebut merupakan gejolak sporadis di tingkat akar rumput dan tidak merepresentasikan iklim investasi daerah secara umum.
"Kami berharap ini dipilah, mana persoalan kabupaten dan mana yang bersifat lokal. Peristiwa di Palengaan itu adalah kasus super lokal. Jangan sampai digeneralisir seolah-olah seluruh Pamekasan menolak investasi," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dapat Warisan PR Karhutla, Menko Polkam Dudung Siap Terjun Langsung ke Lokasi
- 4 Rekomendasi Pelembap Viva untuk Kulit Kering, Bantu Perbaiki Skin Barrier
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
- 8 Sneakers Lokal Paling Nyaman dan Modis untuk Gaya Harian, Mulai Rp200 Ribuan
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Bupati Pamekasan Buka Suara Soal Rusuh Indomaret: Sudah Diberi SP1, Malah Nekat Bangun Malam Hari
-
Diteror Foto Asusila Editan AI, Wanita di Gresik Menangis Histeris di Depan Kapolres
-
Rencana Nikah Berujung Bui: Sejoli di Kediri Tega Habisi dan Kubur Bayi demi Tutupi Aib
-
Bawa Alat Berat! Massa di Pamekasan Nekat Robohkan Proyek Toko Indomaret
-
Putusan MK Kelar, Polemik Pendidikan Gibran Bergeser ke Ujian Kepercayaan Publik