Wakos Reza Gautama
Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:33 WIB
Pertemuan klarifikasi terkait dugaan perundungan (bullying) dan pemalakan di SDN Mejayan 1, Kabupaten Madiun, belum menemukan titik terang secara substantif. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Marlan Anggrianto menolak draf damai karena sekolah memanipulasi fakta tidak adanya pemalakan di Madiun pada Senin (12/10/2026).
  • Pihak SDN Mejayan 1 menolak meminta maaf secara terbuka karena takut dianggap kalah dalam mediasi tersebut.
  • Pertemuan menghasilkan surat kesepakatan tertulis diplomatis tanpa kejelasan tegas mengenai penyelesaian kasus perundungan siswa.

Pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp sejak Senin (12/10/2026) hingga berita ini diterbitkan terpantau masih berstatus centang satu (belum terkirim/tidak aktif).

Load More