- Seorang mahasiswi FH UPN Veteran Jatim mengaku dipaksa berciuman oleh dosennya di ruang kelas kosong pada Oktober 2026.
- Satgas PPKS dan manajemen UPN Veteran Jatim langsung menggelar rapat koordinasi darurat dan menjadwalkan pemanggilan terduga pelaku pada 13 Oktober 2026.
- Pihak kampus menghimbau korban agar segera melayangkan laporan formal guna memperkuat proses penindakan etik dan pidana.
SuaraJatim.id - Lingkungan akademik Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur kembali diguncang skandal asusila. Seorang oknum dosen di Fakultas Hukum (FH) dilaporkan bertindak kelewat batas dengan memaksa mencium mahasiswinya sendiri di dalam ruang perkuliahan.
Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) UPN Veteran Jatim kini bergerak mendalami kasus yang menuai kecaman luas tersebut.
Dugaan kejahatan seksual ini pertama kali meledak di ranah publik setelah pengakuan seorang mahasiswi pengguna nama samaran ‘Putri’ (Fakultas Hukum angkatan 2025) viral melalui akun Instagram @yupienjatim.menfess.
Dalam kesaksiannya yang menyayat hati, Putri mengaku disudutkan saat kondisi ruang kelas mendadak sepi. Terduga pelaku kemudian memaksanya berciuman secara agresif.
Beruntung, korban berhasil mengumpulkan keberanian untuk memberontak, melepaskan cengkeraman sang dosen, lalu lari tunggang-langgang keluar ruangan demi menyelamatkan diri.
Tak berhenti di situ, Putri juga memberi sinyalemen kuat bahwa aksi bejat oknum dosen tersebut bukan kali pertama terjadi, seraya menyerukan korban-korban lain untuk berani bersuara memutus mata rantai intimidasi.
Menanggapi gejolak di media sosial, manajemen UPN Veteran Jatim langsung bereaksi. Humas UPN Veteran Jatim, Nizwan Amin, mengonfirmasi bahwa pihak rektorat, jajaran dekanat, dan Satgas PPKS telah menggelar rapat koordinasi darurat pada Senin (12/10/2026).
"PPKS bersama pihak fakultas sudah melakukan koordinasi awal. Rencananya besok (13/10) pihak kampus memanggil oknum dosen tersebut untuk dimintai klarifikasi dan keterangan resmi," terang Nizwan, Selasa (13/10/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
Langkah investigasi ini turut dikawal ketat oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) tingkat universitas maupun BEM Fakultas Hukum yang bergerak jemput bola mengumpulkan bukti pendukung serta kesaksian dari para mahasiswa.
Baca Juga: Servis Motor Gratis SMK Se-Jatim Pecahkan Rekor MURI, Lampaui Target, Capai 354 Titik Pelayanan
Meski demikian, Nizwan mengimbau korban agar segera melayangkan laporan formal ke kanal Satgas PPKS demi memperkuat dasar hukum penindakan etik maupun pidana.
"Sejauh ini baru sebatas aduan di menfess dan pesan dari rekan korban, belum ada laporan resmi. Kami sangat menyarankan laporan formal dibuat agar verifikasi identitas, alur kejadian, hingga penelusuran kemungkinan adanya korban lain dapat diproses tuntas," tambahnya.
Insiden memalukan ini kian menyudutkan reputasi dan komitmen perlindungan kampus UPN Veteran Jawa Timur terhadap mahasiswanya.
Kasus ini tercatat sebagai rentetan skandal asusila kesekian kalinya yang menghantam kampus pelat merah tersebut dalam kurun waktu berdekatan.
Sebelumnya, publik digegerkan dengan teror manipulasi foto mahasiswi menjadi konten pornografi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Tak berselang lama, pada Agustus lalu, seorang oknum dosen lainnya juga disorot tajam akibat kebiasaan melontarkan lelucon bernada pelecehan saat proses belajar-mengajar berlangsung.
Berita Terkait
-
Servis Motor Gratis SMK Se-Jatim Pecahkan Rekor MURI, Lampaui Target, Capai 354 Titik Pelayanan
-
Gubernur Khofifah Sampaikan Keberhasilan Nawa Bhakti Satya Saat Pimpin Upacara Hari Jadi ke-81Jatim
-
Polda Jatim Sita 4,7 Juta Butir Obat Keras, Kapolda Dekananto Jadikan Pemberantasan Prioritas
-
Terciduk Nyabu di Hotel Surabaya, Tiga Anggota DPRD Fraksi Gerindra Terancam Dipecat
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Rekonsiliasi Politik, Anies Baswedan Jadi Menteri Prabowo?
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
Terkini
-
Skandal di Ruang Kelas: Dosen UPN Veteran Jatim Diduga Paksa Cium Mahasiswi Hukum
-
Kalau Minta Maaf Kita Kalah: Pengakuan Menohok Ayah Korban Bullying di SDN Mejayan 1 Madiun
-
Servis Motor Gratis SMK Se-Jatim Pecahkan Rekor MURI, Lampaui Target, Capai 354 Titik Pelayanan
-
Gempa Bumi M 4,6 di Selatan Lumajang, Getaran Dirasakan di Empat Wilayah Jawa Timur
-
36 Kali Karhutla Landa Magetan Selama September, 52 Hektare Lahan dan Hutan Terdampak