- Seorang bayi berinisial A di Sidoarjo meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo pada Minggu, 11 Oktober 2026.
- Kematian korban diduga dipicu oleh tindakan sang nenek yang mencekokinya telur ayam mentah saat mengalami demam tinggi.
- Manajemen RSUD Dr. Soetomo menyampaikan belasungkawa namun menolak membeberkan detail rekam medis pasien demi menjaga privasi keluarga.
SuaraJatim.id - Niat hati ingin menurunkan demam sang cucu lewat ramuan tradisional, tindakan seorang nenek di Waru, Sidoarjo, justru berujung duka mendalam.
Seorang bayi berinisial A mengembuskan napas terakhirnya di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Minggu (11/10/2026) pagi, usai berjuang melawan komplikasi parah selama tiga hari.
Keluarga menduga, kondisi kritis bayi tak berdosa itu dipicu oleh keputusan fatal sang nenek yang nekat mencekokinya telur ayam mentah saat tubuh si kecil mengalami demam tinggi.
Ironisnya, ramuan tersebut diberikan secara sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan ibu kandung korban, hanya berlandaskan mitos turun-temurun yang masih diyakini sebagian masyarakat.
"Mungkin kepercayaannya begitu, mengira kalau dikasih telur mentah demamnya bisa reda. Padahal bayi sekecil itu kan harusnya ditangani dengan obat medis yang benar," tutur Calista, salah satu perwakilan keluarga, Selasa (13/10/2026) dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.
"Namanya orang tua zaman dulu, masih ada hal-hal mitos yang dipercaya dan dipraktikkan tanpa memikirkan risikonya," imbuhnya dengan nada lirih.
Keputusan memberi asupan mentah pada saluran cerna bayi yang masih rentan itu seketika memicu malapetaka medis. Gejala demam yang awalnya dianggap biasa berubah drastis menjadi komplikasi serius.
Korban mulanya dilarikan ke puskesmas setempat, namun kondisinya terus memburuk hingga dirujuk ke sebuah rumah sakit di Waru, Sidoarjo, untuk menjalani tindakan operasi darurat.
Alih-alih membaik, nestapa sang bayi kian menjadi. Pascaoperasi, bekas sayatan bedah di tubuh mungilnya justru terus-menerus merembeskan darah dan cairan nanah.
Baca Juga: Jejak CCTV Tak Bisa Bohong: Pasutri Muda di Banyuwangi Ditangkap Usai Buang Bayi
"Lukanya terus mengeluarkan darah sampai harus transfusi berkali-kali," terang Calista.
Melihat situasi kritis tersebut, tim dokter akhirnya memutuskan merujuk bayi A ke rumah sakit pusat rujukan Jawa Timur, RSUD Dr. Soetomo Surabaya, sebelum akhirnya takdir berkata lain.
Dikonfirmasi terpisah, manajemen RSUD Dr. Soetomo membenarkan kabar meninggalnya pasien bayi rujukan dari Sidoarjo tersebut.
Namun, pihak rumah sakit memilih bergeming dan enggan membeberkan rekam medis terkait pemicu utama kematian, termasuk keterkaitan langsung antara konsumsi telur mentah dengan komplikasi pascaoperasi yang diderita korban.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam kepada pihak keluarga. Untuk saat ini, hanya informasi tersebut yang dapat kami sampaikan," ujar Humas RSUD Dr. Soetomo, Niken.
Sikap serupa disampaikan Kepala Bagian Umum RSUD Dr. Soetomo, Robeth Jabbar. Ia menegaskan seluruh tim medis telah mengerahkan upaya maksimal sesuai protokol penanganan darurat anak, namun menolak mengungkap detail diagnosis pasien demi hukum privasi dan empati keluarga.
Berita Terkait
-
Jejak CCTV Tak Bisa Bohong: Pasutri Muda di Banyuwangi Ditangkap Usai Buang Bayi
-
Rencana Nikah Berujung Bui: Sejoli di Kediri Tega Habisi dan Kubur Bayi demi Tutupi Aib
-
Korupsi Miliaran hanya Dipenjara 2 Tahun, Gus Muhdlor Kini Asyik Mancing dan Naik Gunung
-
Diterjang Angin Kencang, Pohon Raksasa Tumbang Tutup Total Jalur Sidoarjo-Surabaya di Gedangan
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
Pilihan
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
Terkini
-
Teror Kabel Semrawut Makan Korban di Ponorogo: Leher Robek Tersangkut, Kasusnya Masuk Meja Polisi
-
Petaka Mitos Turun-Temurun: Bayi di Sidoarjo Meninggal Usai Dicekoki Telur Mentah
-
Berkedok Distributor, 3 Toko Miras di Surabaya Disegel Usai Nekat Jual Eceran ke Warga
-
Terkuak! Semburan Lumpur di Jalan Dupak Surabaya Ternyata Pipa Raksasa Petrokimia Gresik Bocor
-
Bulan Inklusi Keuangan 2026, BRI Perkuat Peran BRILink Agen di Desa: Giatkan Ekonomi Lokal