Wakos Reza Gautama
Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:25 WIB
Seorang pemotor bernama Sopingi mengalami luka di leher setelah terjerat kabel yang diduga merupakan jaringan WiFi saat melintas di Jalan Letjend Sukowati, Kabupaten Ponorogo, Senin (12/10/2026) sore. [beritajatim.com]
Baca 10 detik
  • Pengendara motor bernama Sopingi mengalami luka parah di leher akibat terjerat kabel optik liar di Jalan Letjend Sukowati, Kabupaten Ponorogo, pada Senin (12/10/2026).
  • Korban yang sempat mendapatkan pengobatan medis di klinik terdekat kini mengalami trauma fisik berupa rasa sakit pada bagian tenggorokan saat menelan makanan.
  • Sopingi secara resmi melaporkan insiden berbahaya tersebut ke Mapolres Ponorogo pada malam hari agar pemilik jaringan internet segera diusut secara hukum.

SuaraJatim.id - Teror juntaian kabel semrawut di jalan raya kembali memakan korban dan nyaris merenggut nyawa. Sopingi (30), seorang pengendara motor asal Kecamatan Kauman, mengalami luka jeratan cukup parah di bagian leher setelah tersambar kabel optik liar yang melintang di Jalan Letjend Sukowati, Kabupaten Ponorogo, Senin (12/10/2026) sore.

Peristiwa mengerikan itu terjadi tepat di sebelah selatan SPBU Gupolo sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, korban tengah berkendara santai hendak menjemput sang istri yang bekerja di sebuah kolam renang di Desa Japan, Kecamatan Babadan.

Nahas, jalur yang saban hari ia lewati itu mendadak berubah menjadi jebakan maut. Korban sama sekali tak melihat adanya kabel fiber yang bergelantungan rendah menyapu badan jalan.

"Tahu-tahu leher saya langsung kena kabel, nyangkut kencang. Rasanya seperti ditarik paksa dari belakang sampai kabelnya terasa putus. Baru setelah itu saya sadar leher saya sudah luka berdarah," tutur Sopingi, Rabu (14/10/2026).

Beruntung, saat kejadian Sopingi memacu kendaraannya dalam kecepatan rendah. Ia meyakini, nasibnya bakal jauh lebih fatal jika ia melajukan motornya lebih kencang.

"Kalau waktu itu saya ngebut, mungkin leher saya bisa fatal atau saya langsung terpental jatuh dari motor. Ini posisinya jelas melintang di tengah jalur," bebernya.

Sesampainya di tempat kerja sang istri, Sopingi langsung dilarikan ke klinik medis terdekat karena luka di lehernya tampak mengkhawatirkan. Meski telah diobati, dampak jeratan kabel tersebut masih menyisakan trauma fisik.

"Sampai sekarang buat menelan makanan atau minum rasanya sakit sekali, nyeri sampai ke bagian dalam tenggorokan," imbuhnya dikutip dari beritajatim.com--jaringan Suara.com.

Menariknya, usai mendapatkan penanganan medis pertama, Sopingi memilih kembali ke lokasi kejadian. Mengesampingkan rasa sakitnya, ia nekat mengikat dan merapikan sisa kabel yang berantakan di pepohonan pinggir jalan demi mencegah jatuhnya korban lain.

Baca Juga: Pamit Tanpa Sepatah Kata, Bocah di Ponorogo Ditemukan Tenggelam di Saluran Irigasi

Geram atas kelalaian vendor pemilik jaringan yang abai terhadap keselamatan publik, Sopingi resmi melaporkan insiden berdarah ini ke Mapolres Ponorogo pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WIB.

Kabel tersebut diduga kuat merupakan kabel fiber optik milik penyedia jaringan internet (WiFi). Ia mendesak kepolisian bergerak cepat melacak dan memanggil pemilik kabel sembrono tersebut guna mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum.

"Saya laporkan ke Polres Ponorogo agar diusut tuntas siapa pemiliknya. Jangan sampai ada pembiaran dan jangan sampai ada korban lain yang bernasib lebih tragis dari saya," tegas Sopingi.

Load More