- Nelayan pencari gurita bernama Angga Kurniawan hilang karena perahunya karam di Pantai Ngalur pada Kamis.
- Ombak besar menghantam perahu korban yang melaut dari Pantai Sine tanpa mengenakan rompi pelampung keselamatan.
- Tim SAR gabungan menemukan perahu korban sementara pencarian lanjutan dikoordinasikan bersama Basarnas Trenggalek.
SuaraJatim.id - Perjuangan kakak-beradik mengadu nasib di ganasnya perairan selatan Jawa Timur berujung petaka. Seorang nelayan pencari gurita, Angga Kurniawan (31), dilaporkan hilang setelah perahu sampan yang ia tumpangi bersama adiknya karam dihantam ombak besar di kawasan Pantai Ngalur, Kabupaten Tulungagung, Kamis (15/10/2026).
Hingga operasi hari pertama ditutup, petugas hanya berhasil menemukan perahu dan dayung korban yang hanyut terdampar beberapa kilometer dari lokasi kejadian.
Tragedi ini bermula saat Angga bersama sang adik, Fauzi, bertolak melaut dari Pantai Sine sekitar pukul 10.00 WIB untuk berburu gurita.
Namun, hanya berselang satu jam di perairan Pantai Ngalur, nasib nahas menimpa mereka. Gulungan ombak besar mendadak menghantam lambung sampan kayu tersebut hingga terbalik.
Situasi kian kritis lantaran keduanya melaut tanpa mengenakan rompi pelampung keselamatan (life jacket). Seketika, kedua nelayan tradisional asal Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, ini terlempar ke laut lepas dan terseret derasnya arus bawah laut.
Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Ahmad Mugiyono, membenarkan insiden kecelakaan laut tersebut. Tim SAR gabungan dari unsur BPBD, TNI Angkatan Laut, dan Polri langsung dikerahkan untuk melakukan penyisiran cepat di perairan sekitar.
"Dalam proses pencarian awal, tim menemukan perahu sampan dan dayung milik korban yang hanyut sampai ke kawasan Pantai Sanggar. Namun, tubuh korban (Angga) hingga sore hari belum berhasil ditemukan," ungkap Mugiyono, Kamis malam.
Faktor keselamatan personel dan terbatasnya jarak pandang di laut menjelang malam memaksa tim gabungan menghentikan sementara pencarian di titik nol.
Guna memperluas radius penyisiran, BPBD Tulungagung kini telah berkoordinasi secara intensif dengan Pos SAR Basarnas Trenggalek untuk mengerahkan alutsista penyelamatan laut yang lebih memadai pada operasi lanjutan. (ANTARA)
Baca Juga: Sempat Teriak Minta Tolong, Nenek di Tulungagung Tewas Terpanggang di Ladang Sendiri
Berita Terkait
-
Sempat Teriak Minta Tolong, Nenek di Tulungagung Tewas Terpanggang di Ladang Sendiri
-
Bucin! Takut Diputus Cinta oleh Kekasih, Wanita Asal Malang Nekat Bikin Laporan Palsu ke Polisi
-
Buntut 198 Siswa dan Guru Tumbang Usai Santap MBG, SPPG di Tulungagung Disetop 20 Hari
-
Razia Lapas Kelas IIB Tulungagung: Narkoba Nihil, Tapi Puluhan Benda Berbahaya Disita
Terpopuler
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rudy Masud Senyum Semringah Bersama Istri di Singapura, Media Asing: Rakyatnya Sesak Nafas
- Wapres RI Mundur Saat Ekonomi Bergejolak, Hubungan Dengan Presiden Memburuk
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Wajah Kencang dan Awet Muda
- Rudal Houthi Ancam Piala Asia 2027 di Arab Saudi: AFC Bungkam, Jepang Resmi Mundur dari Turnamen
Pilihan
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Bungkam usai Viral Sarapan di Singapura
Terkini
-
Tragedi Karhutla Bromo Terparah: Terjebak Kepungan Api, 4 Relawan Gugur dan 2 Kritis
-
Gus Lilur Pilih Jalur Hukum, Desak KPK Usut Dugaan Suap Muktamar NU
-
BRI Perkuat Koperasi Merah Putih, Fondasi Baru Ekonomi Desa
-
Kapok! Buang Sampah Sembarangan di Surabaya, Empat Orang Kena Denda
-
Tangis Tengah Malam di Balik Tembok: Bayi Merah Ditemukan Menggigil di Tanah Tanpa Sehelai Benang