Wakos Reza Gautama
Jum'at, 16 Oktober 2026 | 09:47 WIB
Seorang nelayan pencari gurita bernama Angga Kurniawan (31) dilaporkan hilang setelah perahu sampan yang ditumpanginya bersama sang adik terbalik akibat diterjang ombak besar di perairan Pantai Ngalur, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. [ANTARA]
Baca 10 detik
  • Nelayan pencari gurita bernama Angga Kurniawan hilang karena perahunya karam di Pantai Ngalur pada Kamis.
  • Ombak besar menghantam perahu korban yang melaut dari Pantai Sine tanpa mengenakan rompi pelampung keselamatan.
  • Tim SAR gabungan menemukan perahu korban sementara pencarian lanjutan dikoordinasikan bersama Basarnas Trenggalek.

SuaraJatim.id - Perjuangan kakak-beradik mengadu nasib di ganasnya perairan selatan Jawa Timur berujung petaka. Seorang nelayan pencari gurita, Angga Kurniawan (31), dilaporkan hilang setelah perahu sampan yang ia tumpangi bersama adiknya karam dihantam ombak besar di kawasan Pantai Ngalur, Kabupaten Tulungagung, Kamis (15/10/2026).

Hingga operasi hari pertama ditutup, petugas hanya berhasil menemukan perahu dan dayung korban yang hanyut terdampar beberapa kilometer dari lokasi kejadian.

Tragedi ini bermula saat Angga bersama sang adik, Fauzi, bertolak melaut dari Pantai Sine sekitar pukul 10.00 WIB untuk berburu gurita.

Namun, hanya berselang satu jam di perairan Pantai Ngalur, nasib nahas menimpa mereka. Gulungan ombak besar mendadak menghantam lambung sampan kayu tersebut hingga terbalik.

Situasi kian kritis lantaran keduanya melaut tanpa mengenakan rompi pelampung keselamatan (life jacket). Seketika, kedua nelayan tradisional asal Desa Kalibatur, Kecamatan Kalidawir, ini terlempar ke laut lepas dan terseret derasnya arus bawah laut.

Kepala Pelaksana BPBD Tulungagung, Ahmad Mugiyono, membenarkan insiden kecelakaan laut tersebut. Tim SAR gabungan dari unsur BPBD, TNI Angkatan Laut, dan Polri langsung dikerahkan untuk melakukan penyisiran cepat di perairan sekitar.

"Dalam proses pencarian awal, tim menemukan perahu sampan dan dayung milik korban yang hanyut sampai ke kawasan Pantai Sanggar. Namun, tubuh korban (Angga) hingga sore hari belum berhasil ditemukan," ungkap Mugiyono, Kamis malam.

Faktor keselamatan personel dan terbatasnya jarak pandang di laut menjelang malam memaksa tim gabungan menghentikan sementara pencarian di titik nol.

Guna memperluas radius penyisiran, BPBD Tulungagung kini telah berkoordinasi secara intensif dengan Pos SAR Basarnas Trenggalek untuk mengerahkan alutsista penyelamatan laut yang lebih memadai pada operasi lanjutan. (ANTARA)

Baca Juga: Sempat Teriak Minta Tolong, Nenek di Tulungagung Tewas Terpanggang di Ladang Sendiri

Load More